Minggu, 04 Oktober 2026
21:57 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Erich Hartmann

Erich Hartmann

perwira dan pilot pesawat tempur Jerman pada Perang Dunia II (1922–1993)

Bagikan:
Erich Hartmann
Foto hitam putih seorang pria muda dengan pesawat Bf 109 di belakangnya
Hartmann pada tahun 1942
Nama asliErich Alfred Hartmann
JulukanBubi ("Bocah")
Der Schwarze Teufel ("Iblis Hitam")[1]
Lahir(1922-04-19)19 April 1922
Weissach, Württemberg, Republik Weimar
Meninggal20 September 1993(1993-09-20) (umur 71)
Weil im Schönbuch, Jerman
Pengabdian Jerman Nazi
 Jerman Barat
Dinas/cabang
PangkatMajor (Wehrmacht)
Oberst (Bundeswehr)
KesatuanJG 52, JG 53, dan JG 71
KomandanI./JG 52 dan JG 71
Perang/pertempuran
PenghargaanSalib Kesatria dari Salib Besi dengan Daun Ek, Pedang, dan Berlian[2]

Erich Alfred Hartmann (19 April 1922 – 20 September 1993), yang dijuluki Bubi, adalah seorang pilot tempur Jerman selama Perang Dunia II dan penerbang ulung dengan rekor kemenangan terbanyak dalam sejarah perang udara.[1] Ia menerbangkan 1.404 misi tempur dan terlibat dalam pertarungan udara pada 825 kesempatan terpisah.[3] Ia diakui telah menembak jatuh total 352 pesawat Sekutu: 345 Soviet dan 7 Amerika Serikat saat bertugas bersama Luftwaffe. Selama kariernya, Hartmann terpaksa mendarat darurat dengan pesawat tempurnya sebanyak 16 kali akibat kegagalan mekanis atau kerusakan yang disebabkan oleh puing-puing pesawat musuh yang ia tembak jatuh; ia tidak pernah tertembak jatuh oleh serangan langsung dari musuh.[3]

Hartmann, seorang pilot terbang layang praperang, bergabung dengan Luftwaffe pada tahun 1940 dan menyelesaikan pelatihan pilot tempurnya pada tahun 1942. Ia ditempatkan di unit veteran Jagdgeschwader 52 (JG 52—Sayap Tempur ke-52) di Front Timur dan berada di bawah pengawasan beberapa pilot tempur paling berpengalaman di Luftwaffe. Di bawah bimbingan mereka, Hartmann secara bertahap mengembangkan taktiknya.

Pada 29 Oktober 1943, Hartmann dianugerahi Salib Kesatria dari Salib Besi karena menghancurkan 148 pesawat musuh dan Daun Ek pada Salib Kesatria karena menghancurkan 202 pesawat musuh pada 2 Maret 1944. Tepat empat bulan kemudian, ia menerima Pedang pada Salib Kesatria dengan Daun Ek setelah menembak jatuh 268 pesawat musuh. Pada akhirnya, Hartmann meraih Salib Kesatria dari Salib Besi dengan Daun Ek, Pedang, dan Berlian pada 25 Agustus 1944 atas 301 kemenangan udara. Pada saat penganugerahannya kepada Hartmann, penghargaan ini merupakan tanda kehormatan militer tertinggi di Jerman.[Catatan 1]

Hartmann meraih kemenangan udara ke-352 sekaligus terakhirnya pada tengah hari tanggal 8 Mei 1945, beberapa jam sebelum penyerahan diri Jerman. Bersama sisa-sisa anggota JG 52, ia menyerahkan diri kepada pasukan Angkatan Darat Amerika Serikat dan kemudian diserahkan kepada Tentara Merah. Dalam upaya menekannya agar mau bertugas di Tentara Rakyat Nasional Jerman Timur yang bersekutu dengan Soviet, ia diadili atas tuduhan kejahatan perang dan dinyatakan bersalah. Hartmann awalnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, yang kemudian ditambah menjadi 25 tahun, dan menghabiskan 10 tahun di kamp penjara dan gulag Soviet hingga dibebaskan pada tahun 1955. Pada tahun 1997, Federasi Rusia membebaskannya dari semua tuduhan secara anumerta.

Pada tahun 1956, Hartmann bergabung dengan Angkatan Udara Jerman Barat yang baru dibentuk di bawah Bundeswehr, dan menjadi Geschwaderkommodore pertama dari Jagdgeschwader 71 "Richthofen". Ia dipaksa pensiun pada tahun 1970 karena penolakannya terhadap pengadaan Lockheed F-104 Starfighter atas alasan keselamatan. Pada tahun-tahun terakhirnya setelah karier militirnya berakhir, ia menjadi instruktur penerbangan sipil. Hartmann meninggal dunia pada 20 September 1993 pada usia 71 tahun.

Kehidupan awal dan karier

Erich Hartmann lahir pada 19 April 1922 di Weissach, Württemberg, dari pasangan Dokter Alfred Erich Hartmann dan istrinya, Elisabeth Wilhelmine Machtholf. Depresi ekonomi yang melanda Jerman setelah Perang Dunia I mendorong Dokter Hartmann untuk mencari pekerjaan di Tiongkok. Ia lalu menghabiskan masa kecilnya di sana. Keluarga tersebut terpaksa kembali ke Jerman pada tahun 1928 ketika Perang Saudara Tiongkok pecah.[5] Selama Perang Dunia II, adik laki-laki Hartmann, Alfred, juga bergabung dengan Luftwaffe, bertugas sebagai penembak di pesawat Junkers Ju 87 di Afrika Utara. Alfred Hartmann ditangkap oleh pihak Britania Raya dan menghabiskan waktu empat tahun sebagai tawanan perang.[6]

Hartmann menempuh pendidikan di Volksschule di Weil im Schönbuch (April 1928 – April 1932), Gimnasium di Böblingen (April 1932 – April 1936), Institut Pendidikan Politik Nasional (Sekolah Menengah Nazi) di Rottweil (April 1936 – April 1937), dan Gymnasium di Korntal (April 1937 – April 1940), tempat ia memperoleh Abitur-nya.[7] Di Korntal pulalah ia bertemu dengan calon istrinya, Ursula "Usch" Paetsch.[8]

Karier penerbangan Hartmann dimulai ketika ia bergabung dengan program pelatihan terbang layang dari Luftwaffe yang baru dibentuk dan diajari terbang oleh ibunya, salah satu pilot terbang layang wanita pertama di Jerman. Keluarga Hartmann juga memiliki sebuah pesawat terbang ringan, tetapi terpaksa menjualnya pada tahun 1932 saat perekonomian Jerman hancur.[9] Naiknya Partai Nazi ke tampuk kekuasaan pada tahun 1933 menghasilkan dukungan pemerintah terhadap olahraga terbang layang, dan pada tahun 1936, Elisabeth Hartmann mendirikan klub terbang layang di Weil im Schönbuch bagi warga lokal serta bertindak sebagai instruktur.[10] Hartmann yang berusia 14 tahun menjadi instruktur terbang layang di Pemuda Hitler.[9] Pada tahun 1937, ia memperoleh lisensi pilotnya, yang memungkinkannya untuk menerbangkan pesawat bermotor.[1]

Hartmann memulai pelatihan militernya pada 1 Oktober 1940 di Resimen Penerbangan ke-10 di Neukuhren. Pada 1 Maret 1941, ia melanjutkan ke Luftkriegsschule 2 (Sekolah Perang Udara 2) di Berlin-Gatow, melakukan penerbangan pertamanya dengan seorang instruktur empat hari kemudian, yang diikuti dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu oleh penerbangan solo pertamanya.[11] Ia menyelesaikan pelatihan penerbangan dasarnya pada Oktober 1941 dan memulai pelatihan penerbangan tingkat lanjut di sekolah prapilot tempur 2 di Lachen-Speyerdorf pada 1 November 1941. Di sana, Hartmann mempelajari teknik bertempur dan keterampilan menembak. Pelatihan pilot tingkat lanjutnya selesai pada 31 Januari 1942, dan antara 1 Maret 1942 hingga 20 Agustus 1942, ia belajar menerbangkan Messerschmitt Bf 109 di Jagdfliegerschule 2 (Sekolah Pilot Tempur 2).[12][11]

Masa-masa Hartmann sebagai siswa pilot tidak selalu berjalan mulus. Pada 31 Maret 1942, dalam sebuah penerbangan latihan menembak, ia mengabaikan peraturan dan melakukan beberapa aksi aerobatik dengan Bf 109 miliknya di atas lapangan terbang Zerbst. Hukumannya adalah kurungan di kamar selama seminggu disertai denda berupa pemotongan dua pertiga gajinya. Hartmann di kemudian hari mengenang bahwa insiden tersebut telah menyelamatkan nyawanya:

Minggu di mana saya dikurung di kamar itu sebenarnya menyelamatkan nyawa saya. Saya telah dijadwalkan untuk melakukan penerbangan latihan menembak pada sore hari saat saya dikurung. Teman sekamar saya mengambil penerbangan itu menggantikan saya, menggunakan pesawat yang seharusnya saya terbangkan. Tak lama setelah ia lepas landas, dalam perjalanan menuju area latihan menembak, pesawatnya mengalami masalah mesin dan harus mendarat darurat di dekat jalur kereta api Hindenburg-Kattowitz. Ia tewas dalam kecelakaan tersebut.[13]

Setelah itu, Hartmann berlatih dengan tekun dan mengadopsi prinsip baru yang ia bagikan kepada para pilot muda lainnya: "Terbanglah dengan kepalamu, bukan dengan ototmu."[3] Selama sesi latihan menembak pada Juni 1942, ia berhasil mengenai sasaran tembak tarik dengan 24 dari 50 tembakan senapan mesin yang dialokasikan, sebuah pencapaian yang dianggap sulit untuk diraih.[13] Pelatihannya telah mengualifikasikannya untuk menerbangkan 17 jenis pesawat bermotor yang berbeda,[13] dan setelah kelulusannya, ia ditempatkan pada 21 Agustus 1942 di Ergänzungs-Jagdgruppe Ost (Grup Tempur Tambahan, Timur) di Kraków, tempat ia bertahan hingga 10 Oktober 1942.[14]

Perang Dunia II

Pada Oktober 1942, Hartmann ditempatkan di sayap tempur Jagdgeschwader 52 (JG 52—Sayap Tempur ke-52), yang berbasis di Maykop di Front Timur di Uni Soviet. Sayap tempur ini dilengkapi dengan Messerschmitt Bf 109G, tetapi Hartmann dan beberapa pilot lainnya awalnya diberi tugas untuk memindahkan pesawat Junkers Ju 87 Stuka ke Mariupol. Penerbangan pertamanya berakhir dengan kegagalan rem, menyebabkan Stuka tersebut menabrak dan menghancurkan gubuk pengawas.[15] Hartmann ditempatkan di III. Gruppe JG 52 yang dipimpin oleh Gruppenkommandeur (komandan grup) Mayor Hubertus von Bonin dan berada di bawah pengawasan Oberfeldwebel berpengalaman Edmund "Paule" Roßmann, meskipun ia juga terbang bersama pilot-pilot berpengalaman lainnya seperti Alfred Grislawski, Hans Dammers, dan Josef Zwernemann. Setelah beberapa hari menjalani pertarungan simulasi yang intensif dan penerbangan latihan, Grislawski mengakui bahwa meskipun Hartmann masih harus banyak belajar mengenai taktik bertempur, ia adalah seorang pilot yang berbakat.[16]

Hartmann ditempatkan sebagai pendamping penerbang bagi Paule Roßmann, yang bertindak sebagai gurunya dan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan Hartmann.[17] Grislawski juga memberi Hartmann petunjuk mengenai titik mana yang harus dibidik.[18] Hartmann akhirnya mengadopsi taktik "Lihat – Putuskan – Serang – Memisah".[19][20] Taktik ini dipelajari dari Roßmann yang mengalami cedera pada salah satu tangannya sehingga tidak mampu terbang dalam pertempuran udara jarak dekat yang menguras fisik. Solusi Roßmann adalah "menjaga jarak", mengevaluasi situasi, lalu memilih sasaran yang tidak melakukan manuver penghindaran dan menghancurkannya dari jarak dekat.[18]

Pertempuran udara awal

Pada 19 September 1942, III. Gruppe dipindahkan ke lapangan terbang bernama Soldatskaja, yang terletak sekitar setengah jalan antara Mozdok dan Piatigorsk. Gruppe tersebut berada di lapangan terbang ini hingga 1 Januari 1943. Selama periode ini, para pilot sesekali juga beroperasi dari lapangan terbang di Mozdok (15, 18, 19, 21, 22, dan 23 Oktober) dan dari Digora (5 hingga 17 November 1942), untuk mendukung Grup Angkatan Darat A dalam Pertempuran Kaukasus.[21]

Hartmann menerbangkan misi tempur pertamanya pada 14 Oktober 1942 sebagai pendamping penerbang Roßmann. Ketika mereka menemui 10 pesawat musuh di bawah, Hartmann yang tidak sabar membuka tuas gas penuh dan terpisah dari Roßmann. Ia menyerang pesawat tempur musuh, tetapi gagal mendaratkan tembakan dan hampir bertabrakan dengannya. Ia kemudian berlindung di awan rendah dan misinya berakhir dengan mendarat darurat setelah pesawatnya kehabisan bahan bakar. Hartmann telah melanggar hampir seluruh aturan pertempuran udara, sehingga von Bonin menghukumnya tiga hari bekerja bersama kru darat.[17] Menurut Günther Rall, yang kemudian menjadi Gruppenkommandeur Hartmann, Roßmann menolak untuk terbang bersama Hartmann lagi setelah insiden tersebut. Hartmann kemudian dipasangkan dengan Grislawski sebagai pendamping penerbangnya.[22] Dua puluh dua hari kemudian, Hartmann mengeklaim kemenangan pertamanya, sebuah Ilyushin Il-2 Sturmovik dari Resimen Penerbangan Serangan Darat Pengawal ke-7, tetapi hingga akhir tahun 1942, ia hanya menambah satu kemenangan lagi ke dalam catatannya. Seperti banyak penerbang ulung lainnya, ia membutuhkan waktu untuk membuktikan dirinya sebagai pilot tempur yang konsisten dan sukses.[17] Pada 5 November 1942, serpihan dari Il-2 merusak mesin Bf 109 G-2 miliknya sehingga mengakibatkan pendaratan darurat di Digora.[23]

Gruppe-nya dipindahkan ke area pertempuran kepala jembatan Kuban pada 1 April 1943 dan berbasis di lapangan terbang di Taman. Beroperasi dari Taman hingga 2 Juli, III. Gruppe juga menerbangkan misi dari Kerch pada 12 Mei, dari Sarabuz dan Saky pada 14 Mei, Zürichtal (sekarang Solote Pole, sebuah desa di dekat permukiman Kirovske) pada 23 Mei, dan Yevpatoria pada 25/26 Juni.[24] Penampilan Hartmann yang awet muda membuatnya dijuluki "Bubi" (sebutan sayang untuk bocah laki-laki dalam bahasa Jerman),[1] dan Walter Krupinski, yang mendampingi Hartmann sebagai pendamping penerbang, terus-menerus mendesaknya: "Hei, Bubi, mendekatlah" atau menegurnya dengan "Apa itu tadi, Bubi?"[16] Bahaya dari metode ini terbukti pada 25 Mei 1943 ketika ia bertabrakan dengan pesawat tempur Soviet ketimbang menembaknya jatuh.[25] Meskipun demikian, Hartmann terus berkembang. Selama ketidakhadiran Krupinski dari minggu ketiga Mei hingga minggu pertama Agustus, jumlah klaim kemenangan Hartmann melonjak dari 17 menjadi 60.[26]

Dalam rangka persiapan Operasi Citadel, III. Gruppe dipindahkan ke sektor tengah Front Timur. Gruppe tersebut awalnya pindah ke Zaporizhzhia dan kemudian ke Ugrim pada 3 Juli. Di sana, di bawah komando Luftflotte 4, mereka mendukung Grup Angkatan Darat Selatan yang bertempur di garis samping selatan dari tonjolan tersebut.[27] Pada 5 Juli, Hartmann mengeklaim empat kemenangan dalam pertarungan udara besar yang terjadi selama Pertempuran Kursk. Hari itu berakhir buruk ketika Hartmann tidak mampu mencegah Krupinski tertembak jatuh dan terluka di atas lapangan terbang Ugrim. Hartmann berkomentar; "kepergian Krupinski merupakan pukulan berat bagi Staffel, dan khususnya bagi saya."[28] Menurut penulis Prien, Stemmer, Rodeike, dan Bock, Krupinski terluka ketika pesawatnya terbalik saat mendarat dalam upaya menghindari Bf 109 lain yang sedang lepas landas. Selama masa pemulihan Krupinski, Hartmann bertugas sebagai Staffelkapitän (pemimpin skuadron) sementara untuk 7. Staffel hingga 12 Agustus.[29] Hartmann mulai mencetak keberhasilan secara teratur di lingkungan yang kaya akan sasaran.[30] Pada 7 Juli, untuk pertama kalinya ia menjadi "penerbang ulung dalam sehari",[Catatan 2] dengan mengeklaim tujuh kemenangan udara pada hari itu, yaitu tiga pesawat serang darat Il-2 dan empat pesawat tempur Lavochkin-Gorbunov-Gudkov (LaGG).[31] Angka ini mencakup dua Il-2 dari resimen ShAK ke-1 yang diklaim tertembak jatuh pada misi pagi hari.[32]

Pada 8 Juli, ia mengeklaim empat kemenangan udara dan tiga kemenangan pada hari berikutnya.[33] Pada tanggal yang disebutkan pertama, Hartmann mengeklaim dua pesawat dalam setiap misi yang ia terbangkan. Pada misi pertama, catatan Soviet menunjukkan setidaknya satu La-5 hilang. Mayor Tokarev dari IAP ke-40 (Resimen Penerbangan Tempur—Istrebitelny Aviatsionny Polk) tewas.[34] Pada sore harinya, patroli dua orang bersama Rall menghasilkan dua klaim kemenangan, dan klaim ketiga untuk Rall. Analisis pasca-pertempuran Soviet menyebutkan keterlibatan spesifik ini;

"Delapan Yak-1 di wilayah Provorot mengamati dua Me 109 di luar jalur penerbangan mereka. Tanpa memedulikan pesawat musuh, para pesawat tempur kami melanjutkan perjalanan. Memanfaatkan momen yang tepat, pesawat tempur Jerman menyerang pesawat kami dan menembak jatuh tiga Yak-1."[34]

Pada awal Agustus 1943, jumlah perolehannya berada di angka 42, tetapi pada akhir bulan jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat.[35] Tentara Merah memulai serangan balasan di wilayah tersebut untuk menahan operasi Jerman dan menghancurkan pasukannya (Operasi Kutuzov dan Operasi Polkovodets Rumyantsev). JG 52 terlibat dalam operasi pertahanan sepanjang bulan tersebut. Pada 1 Agustus 1943, Hartmann kembali menjadi "penerbang ulung dalam sehari" dengan mengeklaim lima kemenangan atas pesawat tempur LaGG.[36] Empat kemenangan lainnya menyusul pada 3 Agustus dan lima lagi pada 4 Agustus.[37] Pada 5 Agustus, III. Gruppe diperintahkan ke lapangan terbang bernama Kharkov-Rogan, 10 kilometer (6,2 mil) di sebelah timur Kharkov, tempat mereka bertempur melawan Operasi Serangan Belgorod–Kharkov Soviet.[38] Pada hari itu, ia kembali mengeklaim lima pesawat hancur, disusul satu pesawat pada 6 Agustus, dan lima pesawat lagi pada 7 Agustus. Pada 8 dan 9 Agustus, ia mengeklaim empat pesawat tempur Soviet lainnya. Klaim terakhir Hartmann pada bulan itu terjadi pada tanggal 20, ketika ia menembak jatuh sebuah IL-2 yang menjadi kemenangan ke-90 baginya.[35] Bulan berikutnya, pada 2 September,[39] ia diangkat menjadi Staffelkapitän 9./JG 52.[40] Ia menggantikan Leutnant Berthold Korts yang dilaporkan hilang dalam tugas pada 29 Agustus.[39]

Pada tahun pertama masa tugas operasionalnya, Hartmann merasa kurang menghormati para pilot Soviet. Sebagian besar pesawat tempur Soviet bahkan tidak memiliki pembidik senjata yang efektif dan para pilotnya, dalam beberapa kasus pada minggu-minggu awal, terpaksa menggambarnya sendiri di kaca depan pesawat: "Pada masa-masa awal, meski tampaknya sulit dipercaya, tidak ada alasan bagi Anda untuk merasa takut jika pesawat tempur Rusia berada di belakang Anda. Dengan pembidik senjata buatan tangan mereka, mereka tidak dapat memperhitungkan sudut tembak secara tepat atau mengenai Anda."[41] Hartmann juga menganggap Bell P-39 Airacobra, Curtiss P-40 Warhawk, dan Hawker Hurricane lebih inferior dibandingkan dengan Focke-Wulf Fw 190 dan Bf 109, meskipun pesawat-pesawat tersebut memberi Soviet teknologi pembidik senjata yang berharga.[41]

Hartmann mengatakan bahwa para pilot Jerman sendiri tetap belajar dari musuh mereka. Minyak pelumas yang membeku pada mesin DB 605 dari Bf 109G-6 membuatnya sulit dihidupkan dalam cuaca dingin ekstrem musim dingin Rusia. Seorang penerbang Soviet yang tertangkap menunjukkan kepada mereka bahwa menuangkan bahan bakar ke dalam karter kering minyak pelumas pesawat akan mencairkan minyak tersebut dan memungkinkan mesin dihidupkan pada percobaan pertama. Solusi lain, yang juga dipelajari dari pihak Soviet, adalah menyalakan bahan bakar di bawah mesin.[42]

Taktik bertempur

Berbeda dengan Hans-Joachim Marseille, seorang penembak jitu dan pakar dalam seni tembakan imbasan, Hartmann adalah pakar taktik mengintai dan menyergap, lebih memilih untuk menyergap dan menembak dari jarak dekat ketimbang melakukan pertempuran udara jarak dekat.[43]

Ketika kapten penerbang uji Britania Eric Brown bertanya kepada Hartmann bagaimana ia mencapai jumlah perolehannya tersebut, Hartmann menyampaikan bahwa selain menembak dari jarak dekat, persenjataan pertahanan dan taktik manuver Soviet yang tidak memadai memungkinkannya untuk mengeklaim korban dalam setiap serangan.[44]

Metode serangan favoritnya adalah menahan tembakan hingga berjarak sangat dekat (20 m (66 ft) atau kurang), lalu melepaskan rentetan tembakan singkat dari jarak dekat—sebuah teknik yang ia pelajari saat terbang sebagai pendamping penerbang mantan komandannya, Walter Krupinski, yang menyukai pendekatan ini. Berbeda dari penembakan jarak jauh, teknik ini memungkinkannya untuk:[45]

  • Mengungkap posisinya hanya pada saat-saat terakhir
  • Mengompensasi kecepatan awal peluru yang rendah dari meriam 30 mm MK 108 yang berlaju tembak lebih lambat pada beberapa model akhir Bf 109 (meskipun sebagian besar kemenangannya dieklaim dengan Messerschmitt yang dilengkapi meriam 20 mm Meriam MG 151 berkecepatan tinggi)
  • Mengarahkan tembakannya secara akurat dengan pemborosan amunisi yang minimal
  • Mencegah musuh melakukan manuver penghindaran

"Hal yang menakjubkan dari pencapaian Erich Hartmann adalah bahwa semua itu tidak didasarkan pada satu bakat luar biasa tunggal. Ia adalah seorang penerbang yang sangat baik, tentu saja, tetapi bukan seorang virtuos seperti Hans-Joachim Marseille, yang tewas setelah 158 kemenangan udara di Afrika Utara dan dianggap sebagai penembak jitu tak tertandingi baik oleh teman maupun musuhnya. Hartmann bukanlah seorang inovator taktis yang cerdas seperti Werner Mölders. Menurut saya, ia mengendalikan bakat terbangnya, penglihatannya yang tajam, dan agresivitasnya dengan pikiran yang sangat tenang begitu ia bertempur dengan musuh. Ia tidak mengambil risiko terlalu banyak, tetapi menyerang lawan-lawannya dari posisi yang lebih unggul, sebagian besar dari belakang, menembak dari jarak dekat, dan segera memisahkan diri."[46]

Günther Rall

Panduan Hartmann memperkuat kebutuhan untuk mendeteksi musuh sembari tetap tidak terdeteksi. Pendekatannya dijelaskan oleh dirinya sendiri melalui semboyan: "Lihat–Putuskan–Serang–Berbalik"; amati musuh, putuskan cara melakukan serangan, lakukan serangan, lalu memisahkan diri untuk mengevaluasi kembali situasi.[19][20] Naluri Hartmann adalah memilih sasaran yang mudah atau mundur dan mencari situasi yang lebih menguntungkan.[20] Setelah serangan selesai, aturannya adalah meninggalkan area tersebut; bertahan hidup adalah hal yang utama. Serangan berikutnya dapat dilakukan jika pilot mampu memasuki kembali zona pertempuran dengan memegang keunggulan posisi.[47]

Jika diserang dengan cara serupa, Hartmann menerbangkan pesawatnya secara lurus dan menggunakan kemudi belok untuk mengarahkan Bf 109 ke arah yang sedikit berbeda guna menyesatkan penyerang mengenai besarnya tembakan imbasan yang dibutuhkan. Hartmann kemudian mendorong tuas kendali ke sudut kokpit untuk memulai rotasi luar dari oblique loop (loop miring). Ini merupakan tindakan darurat jika disergap dan telah menyelamatkan nyawanya beberapa kali.[48]

Taktik-taktik ini mendongkrak keberhasilan Hartmann sepanjang musim panas tahun 1943. Pada 7 Juli, ia telah mengeklaim 21 pesawat Soviet hancur dan pada 20 September ia telah mengeklaim lebih dari 100 kemenangan.[49]

Salib Kesatria dari Salib Besi

Tuntutan terhadap pilot tempur meningkat setelah Kursk. Pada awal Agustus, Hartmann menerbangkan 20 misi dengan total waktu 18 jam dan 29 menit dalam enam hari.[50] Hingga akhir Agustus 1943, Hartmann telah mengumpulkan 90 kemenangan udara.[51] Pada 20 Agustus, dalam pertempuran melawan Il-2, Bf 109 G-6 miliknya (Werknummer 20485—nomor pabrik) rusak terkena serpihan, dan ia terpaksa mendarat di belakang garis Soviet pada pukul 06.20 di sekitar Artemivsk.[52] Geschwaderkommodore Hartmann, Dietrich Hrabak, telah memberi perintah kepada unit Hartmann untuk mendukung pembom tukik dari Sturzkampfgeschwader 2, yang dipimpin oleh Hans-Ulrich Rudel dalam suatu serangan balasan. Penerbangan delapan pesawat tempur Jerman tersebut bertempur melawan sekumpulan besar pesawat tempur Soviet Yakovlev Yak-9 dan Lavochkin La-5. Hartmann mengeklaim dua pesawat musuh sebelum pesawat tempurnya dihantam serpihan dan ia terpaksa melakukan pendaratan darurat.[53]

Sesuai dengan peraturan, ia berusaha menyelamatkan jam dasbor presisi dari pesawatnya. Saat ia sedang melakukannya, tentara Soviet mendekat. Menyadari bahwa penangkapan tidak dapat dihindari, ia berpura-pura mengalami cedera dalam. Akting Hartmann begitu meyakinkan pihak Soviet sehingga mereka menempatkannya di atas tandu dan memasukkannya ke dalam truk. Ketika Kepala Kru Hartmann, Heinz Mertens, mendengar apa yang terjadi, ia mengambil senapan dan pergi mencari Hartmann.[53] Mertens merupakan faktor penting lainnya di balik keberhasilan Hartmann, dengan memastikan pesawat selalu andal.[17] Hartmann kemudian berhasil melarikan diri dan kembali ke unitnya pada 23 Agustus.[54][52] Setidaknya satu sumber menunjukkan bahwa penyebab pendaratan darurat tersebut adalah tembakan musuh. Letnan P. Yevdokimov, yang menerbangkan IL-2 dari ShAP ke-232, mungkin telah mengenai Hartmann.[51] Periode ini sangat sukses; selama lima hari pada bulan Agustus 1943, Hartmann mengeklaim 24 pesawat Soviet dalam 20 misi.[55]

250px-9-JG52-ins.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Karaya-Staffel

Pada 9 September, III. Gruppe dipindahkan ke lapangan terbang di Dnipropetrovsk, Dnipro saat ini, tempat mereka bertahan hingga 24 September.[56] Pada 18 September, Hartmann menembak jatuh dua Yak dari resimen IAP ke-812 untuk klaim ke-92 dan ke-93.[51] Pada 20 September 1943, Hartmann dikreditkan dengan kemenangan udara ke-100 miliknya—ia mengeklaim empat kemenangan pada hari ini hingga mengakhirinya di angka 101.[57] Ia merupakan pilot Luftwaffe ke-54 yang mencapai angka ratusan tersebut.[58] Sembilan hari kemudian, Hartmann menembak jatuh jagoan udara Soviet Mayor Vladimir Semenishin dari GvIAP ke-104 (Resimen Penerbangan Tempur Pengawal) saat melindungi pesawat pembom dari Kampfgeschwader 27 untuk kemenangan ke-112 miliknya.[59]

250px-BIOH00117_Hartmann.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Erich Hartmann, ca 1943

Pada Oktober 1943, Hartmann mengeklaim 33 kemenangan udara lainnya.[60] Pada 2 dan 12 Oktober, ia mencatatkan masing-masing empat kemenangan, lalu meraih tiga kemenangan sekaligus pada 14, 15, dan 20 Oktober, serta dua klaim pada 24, 25, dan 29 Oktober. Pada 29 Oktober, ia dianugerahi Salib Kesatria dari Salib Besi (Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes), yang pada saat itu jumlah perolehannya berada di angka 148. Pada akhir tahun, jumlah ini meningkat menjadi 159.[60] Gruppe tersebut mencapai lapangan terbang di dekat Apostolovo pada 1 November. Kecuali periode singkat dari 12 hingga 20 November ketika mereka juga menggunakan lapangan terbang di Kirovohrad, Gruppe tersebut tetap berada di sana hingga 7 Januari 1944.[61] Pada 14 November, Bf 109 G-6 miliknya (Werknummer 20499) mengalami kegagalan mesin yang mengakibatkan pendaratan darurat di lapangan terbang Kirovohrad.[62]

Pada 10 Januari 1944, III. Gruppe pindah ke lapangan terbang di Novokrasne yang terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) di sebelah selatan-barat daya Novoukrainka. Saat berbasis di Novokrasne, elemen-elemen dari Gruppe juga beroperasi dari Ivanhorod (11 hingga 13 Januari), Velyka Lepetykha (3 hingga 22 Februari), dan Mykolaiv (2 hingga 23 Februari).[63] Dalam dua bulan pertama tahun 1944, Hartmann mengeklaim lebih dari 50 pesawat Soviet.[64] Pada 22 Februari, ia mengalami kecelakaan dengan Bf 109 G-6 lainnya dalam penerbangan pemindahan ke Uman.[65] Keberhasilan tersebut mencakup empat kemenangan pada 17 Januari 1944 dan pada 26 Februari, 10 pesawat tempur lainnya diklaim tertembak jatuh; semuanya adalah P-39 yang diterbangkan Soviet hingga mencapai angka 202.[66] Laju keberhasilannya yang spektakuler menarik perhatian bahkan di kalangan Komando Tinggi Luftwaffe (Oberkommando der Luftwaffe atau OKL); klaim-klaimnya diperiksa ulang dua hingga tiga kali dan kinerjanya dipantau secara ketat oleh seorang pengamat yang terbang dalam formasinya.[64]

250px-Messerschmitt_Bf_109_610937_at_the_Evergreen_Aviation_%26_Space_Museum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bf 109 dalam skema warna Hartmann yang dipajang di Evergreen Aviation & Space Museum

Pada saat ini, para pilot Soviet telah familier dengan tanda panggil radio Hartmann, Karaya 1, dan Komando Soviet telah menjanjikan imbalan 10.000 rubel atas kepala pilot Jerman tersebut.[42][3] Hartmann dijuluki Cherniy Chort ("Iblis Hitam") karena keterampilan dan skema cat pada pesawatnya.[1] Skema ini berbentuk bunga tulip hitam pada kap mesin; meskipun hal ini menjadi identik dengan Hartmann, pada kenyataannya ia hanya terbang dengan lambang tersebut pada lima atau enam kesempatan.[49] Lawan-lawan Hartmann sering kali enggan bertahan dan bertempur jika mereka menyadari desain pribadinya tersebut. Akibatnya, pesawat ini sering dialokasikan untuk pilot pemula yang dapat menerbangkannya dengan relatif aman. Pada 21 Maret, Hartmann-lah yang mengeklaim kemenangan ke-3.500 bagi JG 52 dalam perang tersebut.[67] Sebaliknya, keengganan para penerbang Soviet untuk bertempur menyebabkan laju kemenangannya menurun. Hartmann kemudian memerintahkan untuk menghapus desain tulip tersebut dan pesawatnya dicat persis seperti unitnya yang lain. Hasilnya, dalam dua bulan berikutnya, Hartmann mengeklaim lebih dari 50 kemenangan.[68]

Pada Maret 1944, Hartmann, Gerhard Barkhorn, Walter Krupinski, dan Johannes Wiese dipanggil ke Berghof milik Adolf Hitler di Obersalzberg. Barkhorn dianugerahi Pedang, sementara Hartmann, Krupinski, dan Wiese menerima Salib Kesatria dari Salib Besi dengan Daun Ek (Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub). Menurut Hartmann, mereka berempat mabuk karena konyak dan sampanye. Setibanya di Berchtesgaden, Hartmann ditegur oleh ajudan Hitler karena mabuk dan memegang topi Hitler. Turut hadir dalam upacara penganugerahan pada 4 April tersebut adalah Reinhard Seiler, Kurt Bühligen, Horst Ademeit, Hans-Joachim Jabs, Dr. Maximilian Otte, Bernhard Jope, dan Hansgeorg Bätcher dari pasukan pembom, serta perwira Flak Fritz Petersen, yang semuanya dijadwalkan menerima Daun Ek.[69]

Berlian pada Salib Kesatria dari Salib Besi

Pada April dan Mei 1944, 9./JG 52 menahan Serangan Krimea Soviet. Pada bulan April, Hartmann mengeklaim lima kemenangan. Pada bulan Mei, Hartmann mengajukan klaim nomor 208 hingga 231 yang mencakup enam kemenangan pada 6 Mei. Pada 8 Mei 1944, JG 52 melarikan diri dari wilayah tersebut ketika pertahanan Jerman runtuh. JG 52 selanjutnya mengambil bagian dalam pertempuran di perbatasan Rumania.[70]

III. Gruppe berpindah ke Roman pada 18 Mei.[71] Tiga hari kemudian, Hartmann bertempur melawan pesawat Angkatan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat dalam Pertahanan Reich. Ia terbang mempertahankan ladang minyak Ploiești dan bertempur melawan pesawat tempur North American P-51 Mustang untuk pertama kalinya di atas Rumania.[72] Pada 24 Juni, Angkatan Udara Ke-15 USAAF menyerang berbagai sasaran di Rumania dengan 377 pesawat pembom. Sebagian kecil dari pasukan penyerang ini, yang terdiri dari 135 pembom Consolidated B-24 Liberator serta pesawat tempur Lockheed P-38 Lightning dan P-51, mengarah ke ladang minyak Ploiești. Bertahan dari serangan ini, Hartmann mengeklaim menembak jatuh sebuah P-51.[73] Hanya ada satu klaim lain terhadap jenis pesawat ini yang dibuat oleh Hartmann pada tahun 1945.[74]

Akhir bulan itu, pesawat-pesawat P-51 membuat Messerschmitt miliknya kehabisan bahan bakar. Selama manuver sengit tersebut, Hartmann kehabisan amunisi.[72] Salah satu P-51B yang diterbangkan oleh Letnan Robert J. Goebel dari Skuadron ke-308, Grup Tempur ke-31, memisahkan diri dan mengarah langsung ke Hartmann saat ia tergantung pada parasutnya.[75] Goebel sedang melakukan perlintasan kamera (camera pass) untuk merekam aksi penyelamatan diri tersebut dan baru berbelok menjauh pada saat-saat terakhir sembari melambaikan tangan ke arah Hartmann saat melintas.[76]

Pada 15 Agustus, III. Gruppe pindah ke Warzyn Pierwszy, Polandia. Lapangan terbang tersebut terletak sekitar 15 kilometer (9,3 mil) di sebelah barat Jędrzejów.[77] Dua hari kemudian, Hartmann menjadi penerbang ulung dengan perolehan tertinggi, melampaui sesama pilot JG 52 Gerhard Barkhorn, dengan kemenangan ke-274 miliknya.[Catatan 3] Pada 23 Agustus, Hartmann mengeklaim delapan kemenangan dalam tiga misi tempur, sebuah pencapaian "penerbang ulung dalam sehari", membawa perolehannya menjadi 290 kemenangan.[78] Ia melampaui rekor angka 300 pada 24 Agustus 1944, hari ketika ia menembak jatuh 11 pesawat dalam dua misi tempur di sebelah selatan Radom-Lublin, yang menjadi rasio kemenangan-per-hari terbesar yang pernah ia raih (sebuah "penerbang ulung ganda dalam sehari") dan membawa jumlah kemenangan udaranya ke angka 301 yang belum pernah terjadi sebelumnya.[79][80][Catatan 4] Setiap kemenangan udara yang diajukan oleh pilot dari III. Gruppe pada 23 dan 24 Agustus diklaim oleh Hartmann, memberinya dua sebutan nama dalam Wehrmachtbericht masing-masing pada 24 dan 25 Agustus. Penulis Prien, Stemmer, Balke, dan Bock berspekulasi bahwa seluruh Gruppe mungkin telah terbang memberikan perlindungan pesawat tempur bagi Hartmann untuk memungkinkan pencapaian ini.[81]

Hartmann menjadi salah satu dari hanya 27 prajurit Jerman dalam Perang Dunia II yang menerima Berlian pada Salib Kesatria dari Salib Besi miliknya.[82] Hartmann dipanggil ke Wolfsschanze, markas besar militer Adolf Hitler di dekat Rastenburg, untuk menerima penghargaan berharga tersebut dari Hitler secara pribadi. Hartmann diminta untuk menyerahkan senjata sampingannya—sebuah tindakan keamanan yang diperketat akibat dampak dari upaya pembunuhan 20 Juli 1944 yang gagal. Menurut satu cerita, Hartmann menolak dan mengancam akan menolak Berlian tersebut jika ia tidak dipercayai untuk membawa pistolnya.[83] Dalam pertemuannya dengan Hitler, Hartmann membahas secara mendalam mengenai kekurangan dalam pelatihan pilot tempur. Kabarnya, Hitler mengaku kepada Hartmann bahwa ia percaya, "secara militer, perang ini sudah kalah," dan ia berharap Luftwaffe memiliki "lebih banyak orang seperti dirinya dan Rudel."[84]

Pemberian Berlian pada Salib Kesatria dari Salib Besi tersebut juga memberi Hartmann cuti selama 10 hari. Dalam perjalanan menuju liburannya, ia diperintahkan oleh General der Jagdflieger Adolf Galland untuk menghadiri pertemuan di Berlin-Gatow. Galland ingin memindahkan Hartmann ke program pengujian Messerschmitt Me 262, tetapi atas permintaan Hartmann, pemindahan tersebut dibatalkan dengan alasan keterikatan pribadinya yang kuat terhadap JG 52.[85] Hartmann berargumen kepada Göring bahwa ia memberikan kontribusi terbaik bagi upaya perang di Front Timur.[3] Pada 10 September, Hartmann menikahi kekasih masa remajanya, Ursula "Usch" Paetsch. Saksi dalam pernikahan tersebut meliputi sahabat-sahabatnya, Gerhard Barkhorn dan Wilhelm Batz.[86]

Pada 25 Mei, II. Gruppe diperintahkan untuk memindahkan satu Staffel ke barat dalam Pertahanan Reich. Barkhorn, komandan II. Gruppe, memilih 4. Staffel pimpinan Leutnant Hans Waldmann yang secara resmi ditugaskan ke II. Gruppe dari Jagdgeschwader 3 "Udet" (JG 3).[87] Pada 10 Agustus, skuadron ini secara resmi menjadi 8. Staffel dari JG 3. Akibatnya, Hartmann dipindahkan pada 30 September dan ditugaskan untuk membentuk serta memimpin 4. Staffel baru dari JG 52. Komando atas 9. Staffel lamanya diserahkan kepada Leutnant Hans-Joachim Birkner.[88] Pada saat itu, II. Gruppe berbasis di Nagyrábé, Hungaria. Sebelum menerbangkan misi tempur lebih lanjut, Hartmann harus melatih para pilot baru yang belum berpengalaman. Ia memimpin skuadron ini hingga 16 Januari 1945 ketika ia diberi komando atas I. Gruppe dari JG 52, sehingga menggantikan Major Barkhorn dalam kapasitas tersebut. Hartmann menyerahkan komando 4. Staffel kepada Leutnant Friedrich Haas.[89]

Misi tempur terakhir

Pada 31 Januari 1945, Hartmann menyerahkan komando I. Gruppe dari JG 52 kepada Major Batz.[90] Dari 1 hingga 14 Februari, ia kemudian secara singkat memimpin I. Gruppe dari Jagdgeschwader 53 (JG 53) sebagai penjabat Gruppenkommandeur hingga ia digantikan oleh Hauptmann Helmut Lipfert, menggantikan Major Jürgen Harder yang telah dipindahkan.[91] Pada saat itu, Gruppe tersebut berbasis di Veszprém dan bertempur dalam Pengepungan Budapest. Ia mengeklaim satu-satunya kemenangan udaranya bersama JG 53 pada 4 Februari ketika ia menembak jatuh sebuah pesawat tempur Yak-9.[92] Pada Maret 1945, Hartmann, dengan perolehannya saat itu berada di angka 337 kemenangan udara, diminta untuk kedua kalinya oleh Adolf Galland untuk bergabung dengan unit-unit Me 262 yang sedang dibentuk untuk menerbangkan pesawat tempur jet baru tersebut.[93]

Hartmann menghadiri program konversi jet yang dipimpin oleh Heinrich Bär. Galland juga bermaksud agar Hartmann terbang bersama Jagdverband 44. Hartmann menolak tawaran tersebut, lebih memilih untuk tetap berada di JG 52. Beberapa sumber melaporkan bahwa keputusan Hartmann untuk tetap bersama unitnya disebabkan oleh permintaan melalui telegram yang disampaikan oleh Oberstleutnant Hermann Graf.[93]

Pada 1 Februari, Hartmann diangkat menjadi Gruppenkommandeur I. Gruppe dari JG 52, menggantikan Hauptmann Adolf Borchers.[94][95] Pada 5 April, Gruppe tersebut pindah ke lapangan terbang darurat di Raudnitz, Roudnice nad Labem saat ini.[96] Di sini, Hartmann mengeklaim kemenangan udara ke-350 miliknya pada 17 April, di sekitar Chrudim. Foto masa perang terakhir dari Hartmann yang diketahui diambil berhubungan dengan kemenangan ini.[97] Dua hari kemudian, I. Gruppe pindah ke lapangan terbang yang terletak sekitar 4 kilometer (2,5 mil) di sebelah barat daya Deutsch-Brod, sekarang Havlíčkův Brod.[98] Kemenangan udara terakhir Hartmann terjadi di atas Brno, Cekoslowakia, pada 8 Mei, hari terakhir perang di Eropa. Pagi-pagi sekali pada hari itu, ia diperintahkan untuk menerbangkan misi pengintaian dan melaporkan posisi pasukan Soviet. Hartmann lepas landas bersama wingman-nya pada pukul 08.30 dan mendeteksi unit-unit Soviet pertama yang berjarak hanya 40 kilometer (25 mil).[99] Saat melintas di atas area tersebut, Hartmann melihat sebuah Yak-9, menyergapnya dari posisi yang lebih tinggi di ketinggian 12.000 ft (3.700 m) dan menembaknya jatuh.[100]

Ketika mendarat, Hartmann mengetahui bahwa pasukan Soviet berada dalam jangkauan artileri lapangan terbang tersebut, sehingga JG 52 menghancurkan Karaya One, 24 pesawat Bf 109 lainnya, dan sejumlah besar amunisi. Hartmann dan Hermann Graf diperintahkan untuk terbang ke sektor Britania untuk menghindari penangkapan oleh pasukan Soviet sementara sisa dari JG 52 diperintahkan untuk menyerah kepada pasukan Soviet yang mendekat. Sebagai Gruppenkommandeur I. Gruppe, Hartmann memilih untuk menyerahkan unitnya kepada anggota Divisi Infanteri ke-90 AS.[101]

Tawanan perang

Setelah penangkapannya, Angkatan Darat AS menyerahkan Hartmann, para pilotnya, dan kru darat kepada Uni Soviet pada 14 Mei, tempat ia lalu dipenjara berdasarkan ketentuan pada Perjanjian Yalta yang menyatakan bahwa para penerbang dan prajurit yang bertempur di Front Timur harus diserahkan kepada Soviet. Hartmann dan unitnya digiring oleh pihak Amerika ke sebuah kompleks terbuka yang luas untuk menanti proses penyerahan tersebut.[102]

Dalam penuturan Hartmann, pihak Soviet mencoba membujuknya untuk bekerja sama dengan mereka. Ia diminta untuk memata-matai sesama perwira, tetapi ia menolak dan dijatuhi hukuman sel isolasi selama sepuluh hari di dalam ruangan berukuran 1,2 m × 2,7 m × 1,8 m. Ia tidur di lantai beton dan hanya diberi roti serta air. Pada kesempatan lain, menurut Hartmann, pihak Soviet mengancam akan menculik dan membunuh istrinya (kematian putranya dirahasiakan dari Hartmann). Dalam interogasi serupa mengenai Me 262, Hartmann dipukul oleh seorang perwira Soviet menggunakan tongkat yang memicu Hartmann untuk memukul balik dengan kursi hingga pingsan. Mengira dirinya akan ditembak mati, ia dipindahkan kembali ke bungker kecil tersebut.[103]

Hartmann, yang tidak merasa malu atas tugas militernya selama perang, memilih untuk melakukan aksi mogok makan daripada tunduk pada "kehendak Soviet", sebagaimana ia menyebutnya.[104] Pihak Soviet membiarkan aksi mogok makan tersebut berlangsung selama empat hari sebelum memaksa memberinya makan. Upaya-upaya yang lebih halus dari pihak berwenang Soviet untuk mengonversi Hartmann ke paham komunisme juga gagal. Ia ditawari posisi di Angkatan Udara Jerman Timur, yang langsung ditolaknya:

Jika setelah saya berada di rumah di Barat Anda memberi saya penawaran kontrak yang normal, sebuah kesepakatan bisnis seperti yang ditandatangani orang-orang setiap hari di seluruh dunia, dan saya menyukai penawaran Anda, maka saya akan kembali dan bekerja bersama Anda sesuai dengan kontrak tersebut. Namun, jika Anda mencoba membuat saya bekerja di bawah paksaan dalam bentuk apa pun, maka saya akan melawan hingga hembusan napas terakhir saya.[103]

Tuduhan kejahatan perang

Selama masa penawanan, Hartmann pertama kali ditangkap pada 24 Desember 1949, dan tiga hari kemudian, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.[105] Hukuman tersebut dijalankan oleh Kementerian Dalam Negeri di distrik Ivanovo. Penyidikan pidana pendahuluan hanya dilakukan secara formalitas. Ia dihukum atas kekejaman terhadap warga sipil Soviet, serangan terhadap objek-objek militer, dan penghancuran pesawat Soviet yang menyebabkan kerugian signifikan bagi perekonomian Soviet. Hartmann memprotes vonis ini berkali-kali.[106] Pada Juni 1951, ia didakwa untuk kedua kalinya atas tuduhan sebagai anggota kelompok anti-Soviet.[105]

Peradilan kedua dilaksanakan di bawah otoritas militer di distrik militer Rostov-na-Donu. Hartmann didakwa atas kejahatan perang, secara khusus "penembakan dengan sengaja terhadap 780 warga sipil Soviet" di desa Briansk, menyerang pabrik roti pada 23 Mei 1943, dan menghancurkan 345 pesawat Soviet yang "mahal".[107] Ia menolak untuk mengaku bersalah atas tuduhan-tuduhan ini dan melakukan pembelaannya sendiri, yang menurut Hartmann, dikecam oleh ketua majelis hakim sebagai "buang-buang waktu".[107]

250px-American_flying_aces_Hub_Zemke_and_Bud_Mahurin_meeting_German_flying_aces_Erich_Hartmann_and_Walther_Krupinski_%281963%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hartmann (kanan) dan penerbang ulung Jerman Walter Krupinski (kiri) bertemu dengan penerbang ulung Amerika Hubert Zemke (kedua dari kiri) dan Bud Mahurin (1963)

Dijatuhi hukuman 25 tahun kerja paksa,[106] Hartmann menolak untuk bekerja dan dimasukkan ke dalam sel isolasi. Hal ini memicu kerusuhan oleh beberapa sesama tahanan yang melumpuhkan para penjaga dan membebaskannya untuk sementara. Ia mengajukan keluhan ke kantor Kommandant, meminta kehadiran perwakilan dari Moskow dan inspeksi internasional, serta sidang peradilan baru untuk membatalkan hukumannya. Permintaan ini ditolak dan ia dipindahkan ke sebuah kamp di Novocherkassk, tempat ia menghabiskan lima bulan lagi di sel isolasi. Ia kemudian dihadapkan ke mahkamah baru yang memperkuat hukuman aslinya. Ia selanjutnya dikirim ke kamp lain, kali ini di Diaterka di Pegunungan Ural.[108] Pada akhir tahun 1955, Hartmann dibebaskan sebagai bagian dari gelombang terakhir Heimkehrer.[54]

Pada Januari 1997, lebih dari tiga tahun setelah kematiannya, kasus Hartmann ditinjau ulang oleh Kepala Jaksa Militer di Moskow, Rusia, setelah pembubaran Uni Soviet dan ia dibebaskan dari semua tuduhan historis terhadapnya berdasarkan hukum Rusia. Lembaga pemerintah tersebut menyatakan bahwa ia telah dihukum secara tidak sah.[109][110]

Tahun-tahun pascaperang

250px-Freifl%C3%A4chenheizung_Flughafen_Z%C3%BCrich_1972.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hartmann (kanan), pada tahun 1972 sebagai konsultan selama pembangunan di Bandar Udara Zurich.

Selama masa penawanannya yang panjang, putra Hartmann, Erich-Peter, lahir pada tahun 1945 dan meninggal pada usia tiga tahun pada tahun 1948 tanpa pernah ditemui oleh ayahnya. Hartmann kemudian dikaruniai seorang putri, Ursula Isabel, yang lahir pada 23 Februari 1957.[111] Ketika Hartmann kembali ke Jerman Barat, ia masuk kembali ke dinas militer di Bundeswehr dan menjadi perwira di Angkatan Udara Jerman Barat, tempat ia memimpin unit jet pertama Jerman Barat dari 6 Juni 1959 hingga 29 Mei 1962, Jagdgeschwader 71 "Richthofen".[112] Unit ini awalnya dilengkapi dengan Canadair Sabre dan kemudian dengan Lockheed F-104 Starfighter.[113]

Hartmann juga melakukan beberapa perjalanan ke Amerika Serikat, tempat ia berlatih menggunakan peralatan Angkatan Udara Amerika Serikat.[111] Pada tahun 1957, ia mulai berlatih dengan instruktur Amerika.[114] Ia dan para pilot Jerman lainnya dilatih di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona.[115] Kursus pesawat tempur Republic F-84 Thunderjet berlangsung selama 60 hari dan terdiri dari 33 jam waktu terbang dengan Lockheed T-33 serta 47 jam dengan Republic F-84F Thunderstreak. Para mantan pilot Luftwaffe tersebut hanya membutuhkan pelatihan penyesuaian.[114]

250px-Neuer_Friedhof_Weil_im_Sch%C3%B6nbuch_-_Erich_Hartmann2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Hartmann di Weil im Schönbuch

Hartmann menganggap F-104 sebagai pesawat yang secara mendasar cacat dan tidak aman, serta menentang keras pengadopsiannya oleh Angkatan Udara Jerman.[116] Sejak tahun 1957, ia telah merekomendasikan kepada Kammhuber untuk terlebih dahulu membeli dan mengevaluasi beberapa pesawat baru sebelum mengikat angkatan udara pada jenis pesawat baru.[117] Meskipun peristiwa-peristiwa selanjutnya membenarkan penilaian buruknya terhadap pesawat tersebut (269 kecelakaan dan 116 pilot Jerman tewas dengan F-104 dalam misi nontempur, beserta tuduhan suap yang memuncak dalam skandal Lockheed), kritik blak-blakannya terbukti tidak disukai oleh para atasannya,[116] dan ia dipaksa pensiun dini pada tahun 1970.[113] Dari tahun 1971 hingga 1974, ia bekerja sebagai instruktur penerbangan di Hangelar, dekat Bonn, dan juga terbang dalam acara fly-in bersama pilot-pilot masa perang lainnya.[54]

Hartmann meninggal pada 20 September 1993 pada usia 71 tahun di Weil im Schönbuch.[54] Pada tahun 2016, mantan unit angkatan udara Hartmann, JG 71, memberinya penghormatan dengan mengaplikasikan skema warna tulip miliknya pada pesawat mereka.[118]

Warisan dan budaya populer

Hartmann menjadi subjek biografi karya penulis Amerika Trevor J. Constable dan Raymond F. Toliver, dengan judul The Blond Knight of Germany. Awalnya dirilis di Amerika Serikat pada tahun 1970, buku ini diterbitkan di Jerman pada tahun berikutnya dengan judul Holt Hartmann vom Himmel! ("Tembak Jatuh Hartmann!").[119]

250px-N%C3%B6rvenich_Air_Base_Eurofighter_Typhoon_Luftwaffe_30%2B90_%2829480858367%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Skema warna "tulip hitam" Hartmann yang diaplikasikan pada sayap depan sebuah Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Jerman[118]

The Blond Knight meraih kesuksesan komersial dan memiliki banyak pembaca baik di kalangan masyarakat Amerika maupun Jerman. Buku ini dikritik oleh beberapa pihak sebagai karya yang ahistoris dan menyesatkan dalam historiografi Amerika dan Jerman baru-baru ini. Ronald Smelser dan Edward J. Davies, dalam karya mereka The Myth of the Eastern Front, menggambarkannya sebagai salah satu karya kunci yang mempromosikan Mitos Wehrmacht bersih.[120]

Sejarawan Jens Wehner mencatat bahwa versi bahasa Jerman dari buku tersebut sangat populer di Jerman, tetapi mengandung kelemahan serius dalam penyajian realitas sejarahnya. Hal ini mencakup adopsi secara tidak kritis terhadap elemen propaganda Nazi mengenai Fliegerasse ("penerbang ulung") dan stereotipe tentang Uni Soviet. Menurut Wehner, stereotipe tersebut dapat ditelusuri kembali ke pandangan umum yang dominan selama Perang Dingin. Selain itu, konsekuensi politik dan sosial dari Perang Dunia II diabaikan sepenuhnya.[119]

Ringkasan karier

Klaim kemenangan udara

Menurut sejarawan AS David T. Zabecki, Hartmann dikreditkan dengan 352 kemenangan udara.[121] Spick juga mencantumkan Hartmann dengan 352 kemenangan udara yang diklaim dalam 1.425 misi tempur, yang semuanya berada di Front Timur, dengan rasio misi-ke-klaim sebesar 4,05.[122] Mathews dan Foreman, penulis Luftwaffe Aces – Biographies and Victory Claims, meneliti Arsip Federal Jerman dan menemukan catatan untuk 352 klaim kemenangan udara, ditambah dua klaim yang tidak dikonfirmasi. Jumlah ini mencakup dua klaim atas P-51 Mustang yang diterbangkan Angkatan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat, dan 350 pesawat yang dipilotkan Angkatan Udara Soviet di Front Timur.[74]

Karena hilangnya buku log kedua Erich Hartmann, biografer awal Trevor Constable dan Raymond Toliver menyusun klaim akhir perang Hartmann dari sumber-sumber yang meragukan. Daftar klaim mikrofilm Luftwaffe belum dikonsultasikan pada saat itu, sehingga menghasilkan daftar klaim akhir perang yang sangat tidak andal. Sebagai salah satu contoh, biografer Constable dan Toliver menyatakan bahwa Hartmann mengeklaim sebuah pesawat tempur La-5 Soviet pada 21 November 1944.[123] Penelitian menunjukkan bahwa unit Hartmann bahkan tidak terbang pada hari tersebut karena kondisi cuaca yang sangat buruk,[124] terlebih lagi Angkatan Udara Ke-5 Soviet tidak kehilangan satupun pesawat.[125] Menurut penulis Daniel dan Gabor Horvath, perbandingan dengan laporan kerugian musuh dari pihak Soviet menunjukkan bahwa jumlah pesawat yang dihancurkan oleh Hartmann sebenarnya mungkin jauh lebih rendah daripada 352 kemenangan yang ia klaim, terlepas dari kebangsaan musuh.[126]

Tanda kehormatan

Hartmann merahasiakan keberadaan Salib Kesatria dari Salib Besi miliknya dari pihak yang menawannya selama ia menjadi tawanan perang, dengan mengaku bahwa ia telah membuangnya. Tempat penyembunyian aslinya berada di sebuah sungai kecil. Rekannya, Hans "Assi" Hahn, berhasil menyembunyikan Salib Kesatria tersebut di dalam kotak cerutu berdasar ganda dan menyelundupkannya kembali ke Jerman ketika ia dibebaskan dari tawanan.[136]

Tanggal kenaikan pangkat

Hartmann masuk ke dalam dinas militer Wehrmacht pada 1 Oktober 1940. Pos pertamanya adalah Neukuhren di Prusia Timur, tempat ia menerima pelatihan dasar militernya sebagai rekrutan Luftwaffe.

Luftwaffe (Wehrmacht)

Luftwaffe (Bundeswehr)

Catatan

  1. ↑ Pada tahun 1944, Salib Kesatria dari Salib Besi dengan Daun Ek, Pedang, dan Berlian berada di urutan kedua setelah Salib Agung dari Salib Besi (Großkreuz des Eisernen Kreuzes)—yang hanya dianugerahkan kepada Hermann Göring—dalam hierarki militer Reich Ketiga. Salib Kesatria dari Salib Besi dengan Daun Ek, Pedang, dan Berlian sebagai tanda kehormatan militer tertinggi kemudian dilampaui pada 29 Desember 1944 oleh Salib Kesatria dari Salib Besi dengan Daun Ek Emas, Pedang, dan Berlian (Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Goldenem Eichenlaub, Schwertern und Brillanten).[4]
  2. ↑ Istilah "penerbang ulung dalam sehari" (ace-in-a-day) merujuk pada julukan bagi seorang pilot tempur yang berhasil menembak jatuh lima atau lebih pesawat musuh dalam kurun waktu satu hari.
  3. ↑ Sumber-sumber mengenai jumlah pasti kemenangan atas P-51 Mustang tidak dapat disimpulkan secara pasti dan bervariasi antara tujuh dan delapan. Toliver dan Constable memberikan kesan bahwa delapan kemenangan tampaknya mungkin terjadi, sementara sumber-sumber lain menyebutkan tujuh kemenangan.
  4. ↑ Bergström menyatakan bahwa para pilot Jerman mengeklaim 32 pesawat Soviet tertembak jatuh di dekat Sandomierz pada 23 dan 24 Agustus. Menurut penelitian oleh Dmitriy Khazanov, Angkatan Udara Ke-2 kehilangan tidak lebih dari sebelas pesawat dalam dua hari tersebut, dua di antaranya dalam pertempuran udara dengan pesawat tempur Jerman.[79]
  5. ↑ Menurut Scherzer sebagai pilot di 7./Jagdgeschwader 52.[132]
  6. ↑ Kenaikan pangkatnya menjadi Major pada 8 Mei 1945 tidak dikonfirmasi. Hartmann sendiri, dalam sebuah dokumen tertanggal 16 Mei 1945, menggunakan pangkat Hauptmann.[139]

Referensi

Sitasi

  1. 1 2 3 4 5 Zabecki 2014, hlm. 586.
  2. ↑ Fraschka 2002, hlm. 326.
  3. 1 2 3 4 5 Reynolds 1982, hlm. 132.
  4. ↑ Williamson & Bujeiro 2004, hlm. 3, 7.
  5. ↑ Kaplan 2007, hlm. 88.
  6. ↑ Mitcham & Mueller 2012, hlm. 199.
  7. ↑ Stockert 2007, hlm. 39–40.
  8. ↑ Hartmann & Jäger 1992, hlm. 8–10.
  9. 1 2 Kaplan 2007, hlm. 89.
  10. ↑ Zegenhagen 2007, hlm. 579–596.
  11. 1 2 Kaplan 2007, hlm. 89–90.
  12. ↑ Mitcham & Mueller 2012, hlm. 197.
  13. 1 2 3 Kaplan 2007, hlm. 90.
  14. ↑ Kaplan 2007, hlm. 91.
  15. ↑ Kaplan 2007, hlm. 57.
  16. 1 2 Braatz 2010, hlm. 90.
  17. 1 2 3 4 Deac 1998, hlm. 30.
  18. 1 2 Spick 1996, hlm. 202.
  19. 1 2 Patton 1991, hlm. 5–7.
  20. 1 2 3 Spick 1988, hlm. 105.
  21. ↑ Barbas 2010, hlm. 102.
  22. ↑ Rall 2007, hlm. 131–132.
  23. ↑ Prien et al. 2006, hlm. 570.
  24. ↑ Barbas 2010, hlm. 137.
  25. ↑ Braatz 2010, hlm. 94.
  26. ↑ Braatz 2010, hlm. 97.
  27. ↑ Barbas 2010, hlm. 139–140.
  28. ↑ Bergström 2007, hlm. 27, 32, 34.
  29. ↑ Prien et al. 2012, hlm. 474, 497.
  30. ↑ Brown & Reed 1988, hlm. 11.
  31. ↑ Barbas 2005, hlm. 361–362.
  32. ↑ Bergström 2007, hlm. 59–61.
  33. ↑ Barbas 2005, hlm. 362.
  34. 1 2 Bergström 2007, hlm. 64, 67.
  35. 1 2 Prien et al. 2012, hlm. 485–487.
  36. ↑ Barbas 2005, hlm. 363.
  37. ↑ Barbas 2005, hlm. 363–364.
  38. ↑ Barbas 2005, hlm. 143.
  39. 1 2 Prien et al. 2012, hlm. 474.
  40. ↑ Brown & Reed 1988, hlm. 13.
  41. 1 2 Kaplan 2007, hlm. 93.
  42. 1 2 Kaplan 2007, hlm. 104.
  43. ↑ Spick 1996, hlm. 203–204.
  44. ↑ Thompson & Smith 2008, hlm. 235.
  45. ↑ Spick 1996, hlm. 201.
  46. ↑ Rall 2007, hlm. 181–182.
  47. ↑ Spick 1996, hlm. 204–205.
  48. ↑ Spick 1996, hlm. 203–205.
  49. 1 2 Spick 1996, hlm. 205.
  50. ↑ Harvey 2012, hlm. 34–45.
  51. 1 2 3 Bergström 2008, hlm. 26.
  52. 1 2 Prien et al. 2012, hlm. 498.
  53. 1 2 Kaplan 2007, hlm. 102.
  54. 1 2 3 4 Zabecki 2014, hlm. 587.
  55. ↑ Harvey 2018, hlm. 25.
  56. ↑ Barbas 2010, hlm. 146.
  57. ↑ Barbas 2010, hlm. 146, 367.
  58. ↑ Obermaier 1989, hlm. 243.
  59. ↑ Bergström 2008, hlm. 28.
  60. 1 2 Deac 1998, hlm. 34.
  61. ↑ Barbas 2010, hlm. 148.
  62. ↑ Prien et al. 2012, hlm. 500.
  63. ↑ Barbas 2010, hlm. 179.
  64. 1 2 Weal 2001, hlm. 73.
  65. ↑ Barbas 2010, hlm. 180, 315.
  66. ↑ Bergström 2008, hlm. 38–39.
  67. ↑ Weal 2001, hlm. 74.
  68. ↑ Kaplan 2007, hlm. 104–105.
  69. ↑ Braatz 2010, hlm. 119.
  70. ↑ Braatz 2010, hlm. 122.
  71. ↑ Barbas 2010, hlm. 186.
  72. 1 2 Kaplan 2007, hlm. 115.
  73. ↑ Barbas 2010, hlm. 189.
  74. 1 2 Mathews & Foreman 2015, hlm. 485–492.
  75. ↑ Tillman 2006, hlm. 54.
  76. ↑ Kaplan 2007, hlm. 116.
  77. ↑ Barbas 2010, hlm. 191.
  78. ↑ Weal 2001, hlm. 78.
  79. 1 2 Bergström 2008, hlm. 82.
  80. ↑ Schreier 1990, hlm. 142.
  81. ↑ Prien et al. 2022, hlm. 243.
  82. ↑ Weal 2001, hlm. 71.
  83. ↑ Braatz 2010, hlm. 120.
  84. ↑ Weal 2001, hlm. 79.
  85. ↑ Philipp (2015-11-17). "Final Interview with Erich Hartmann - Greatest Fighter Ace". MiGFlug.com Blog (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-06-15.
  86. ↑ Hartmann & Jäger 1992, hlm. 139–145.
  87. ↑ Barbas 2005, hlm. 160.
  88. ↑ Barbas 2010, hlm. 281.
  89. ↑ Barbas 2005, hlm. 172, 285–286.
  90. ↑ Barbas 2005, hlm. 285.
  91. ↑ Prien 1991, hlm. 1653.
  92. ↑ Prien 1991, hlm. 1218–1219.
  93. 1 2 Weal 2001, hlm. 82.
  94. ↑ Schreier 1990, hlm. 186.
  95. ↑ Barbas 2006, hlm. 347.
  96. ↑ Barbas 2006, hlm. 282.
  97. ↑ Weal 2004, hlm. 119.
  98. ↑ Barbas 2006, hlm. 283.
  99. ↑ Kaplan 2007, hlm. 117.
  100. ↑ Bergström 2008, hlm. 123.
  101. ↑ Kaplan 2007, hlm. 85, 118–119.
  102. ↑ Kaplan 2007, hlm. 118.
  103. 1 2 Kaplan 2007, hlm. 121.
  104. ↑ Kaplan 2007, hlm. 120.
  105. 1 2 Wagenlehner 1999, hlm. 36.
  106. 1 2 Wagenlehner 1999, hlm. 77.
  107. 1 2 Kaplan 2007, hlm. 122.
  108. ↑ Kaplan 2007, hlm. 122–123.
  109. ↑ Wagenlehner 1999, hlm. 78.
  110. ↑ [email protected].
  111. 1 2 Kaplan 2007, hlm. 125.
  112. ↑ Jagdgeschwader 71 "Richthofen".
  113. 1 2 Zabecki 2014, hlm. 19, 587.
  114. 1 2 Corum 2003, hlm. 16–29.
  115. ↑ Sullivan 1976, hlm. 148–149, 152–153.
  116. 1 2 Zabecki 2014, hlm. 19.
  117. ↑ Der Spiegel Volume 35/1982.
  118. 1 2 Der "grau-rote Baron" fliegt über Wittmund.
  119. 1 2 Notheisen 2017.
  120. ↑ Smelser & Davies 2008, hlm. 170–173.
  121. ↑ Zabecki 2019, hlm. 328.
  122. ↑ Spick 1996, hlm. 227.
  123. ↑ Toliver & Constable 1970, hlm. 294.
  124. ↑ Barbas 2005, hlm. 174.
  125. ↑ Horvath & Horvath 2022, hlm. 140.
  126. ↑ Horvath & Horvath 2022, hlm. 129–153.
  127. 1 2 Berger 1999, hlm. 105.
  128. 1 2 Thomas 1997, hlm. 249.
  129. ↑ Patzwall 2008, hlm. 95.
  130. ↑ Patzwall & Scherzer 2001, hlm. 166.
  131. ↑ Fellgiebel 2000, hlm. 214.
  132. 1 2 3 4 Scherzer 2007, hlm. 368.
  133. ↑ Fellgiebel 2000, hlm. 79.
  134. ↑ Fellgiebel 2000, hlm. 43.
  135. ↑ Fellgiebel 2000, hlm. 37.
  136. ↑ Maerz 2007, hlm. 120.
  137. ↑ Stockert 2007, hlm. 40.
  138. ↑ Stockert 2007, hlm. 41.
  139. 1 2 Stockert 2007, hlm. 43.
  140. 1 2 Stockert 2007, hlm. 44.

Bibliografi

  • Barbas, Bernd (2005). Die Geschichte der II. Gruppe des Jagdgeschwaders 52 [The History of 2nd Group of Fighter Wing 52] (dalam bahasa Jerman). Eutin, Germany: Struve-Druck. ISBN 978-3-923457-71-7.
  • Barbas, Bernd (2006). Die Geschichte der I. Gruppe des Jagdgeschwaders 52 [The History of 1st Group of Fighter Wing 52] (dalam bahasa Jerman). Eutin, Germany: Struve-Druck. ISBN 978-3-923457-79-3.
  • Barbas, Bernd (2010). Die Geschichte der III. Gruppe des Jagdgeschwaders 52 [The History of 3rd Group of Fighter Wing 52] (dalam bahasa Jerman). Eutin, Germany: Struve-Druck. ISBN 978-3-923457-94-6.
  • Berger, Florian (1999). Mit Eichenlaub und Schwertern. Die höchstdekorierten Soldaten des Zweiten Weltkrieges [With Oak Leaves and Swords. The Highest Decorated Soldiers of the Second World War] (dalam bahasa Jerman). Vienna, Austria: Selbstverlag Florian Berger. ISBN 978-3-9501307-0-6.
  • Bergström, Christer [in Swedia] (2007). Kursk – The Air Battle: July 1943. Burgess Hill: Chevron/Ian Allan. ISBN 978-1-903223-88-8.
  • Bergström, Christer [in Swedia] (2008). Bagration to Berlin—The Final Air Battles in the East: 1944–1945. Burgess Hill: Classic Publications. ISBN 978-1-903223-91-8.
  • Braatz, Kurt [in Jerman] (2010). Walter Krupinski – Jagdflieger, Geheimagent, General [Walter Krupinski – Fighter Pilot, Secret Agent, General] (dalam bahasa Jerman). Moosburg, Germany: NeunundzwanzigSechs Verlag. ISBN 978-3-9811615-5-7.
  • Brown, Ashley; Reed, Jonathan (1988). The Air Fighters. Harrisburg: National Historical Society. ISBN 0-918678-39-0.
  • Corum, James (2003). "Starting from Scratch: Establishing The Bundesluftwaffe as a Modern Air Force, 1955-1960". Air Power History. 50 (2). Air Force Historical Foundation.
  • Deac, Wil (1998). Boyne, Walter J. (ed.). Air War's Top Ace. WWII Air War, The Men, The Machines, The Missions. Stamford, Connecticut: Cowles Enthusiast Media. ISBN 978-1-55836-193-5.
  • Fellgiebel, Walther-Peer [in Jerman] (2000) [1986]. Die Träger des Ritterkreuzes des Eisernen Kreuzes 1939–1945 — Die Inhaber der höchsten Auszeichnung des Zweiten Weltkrieges aller Wehrmachtteile [The Bearers of the Knight's Cross of the Iron Cross 1939–1945 — The Owners of the Highest Award of the Second World War of all Wehrmacht Branches] (dalam bahasa Jerman). Friedberg, Germany: Podzun-Pallas. ISBN 978-3-7909-0284-6.
  • Fraschka, Günther (2002) [1977]. Mit Schwertern und Brillanten—Die Träger der höchsten deutschen Tapferkeitsauszeichnung [With Swords and Diamonds—The Bearers of the Highest German Award for Bravery] (Edisi 11). Munich, Germany: Universitas. ISBN 978-3-8004-1435-2.
  • Hartmann, Ursula; Jäger, Manfred (1992). German Fighter Ace Erich Hartmann. Atglen, Pennsylvania: Schiffer Publishing. ISBN 978-0-88740-396-5.
  • Harvey, Arnold D. (Musim semi 2012). "The Battle of Britain, in 1940 and "Big Week," in 1944: A Comparative Perspective". Air Power History. 59 (1). Air Force Historical Foundation.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Harvey, Arnold D. (2018). "The Russian Air Force Versus the Luftwaffe: A Western European View". Air Power History. 65 (1). Air Force Historical Foundation.
  • Horvath, Daniel; Horvath, Gabor (2022). Verified Victories: Top JG 52 Aces Over Hungary 1944–45. Warwick, UK: Helion & Company. ISBN 978-1-915070-87-6.
  • Kaplan, Philip (2007). Fighter Aces of the Luftwaffe in World War II. Auldgirth, Dumfriesshire, UK: Pen & Sword Aviation. ISBN 978-1-84415-460-9.
  • Maerz, Dietrich (2007). Das Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes und seine Höheren Stufen [The Knight's Cross of the Iron Cross and its Higher Grades] (dalam bahasa Jerman). Richmond, Michigan: B&D Publishing. ISBN 978-0-9797969-1-3.
  • Mathews, Andrew Johannes; Foreman, John (2015). Luftwaffe Aces – Biographies and Victory Claims – Volume 2 G–L. Walton on Thames: Red Kite. ISBN 978-1-906592-19-6.
  • Mitcham, Samuel; Mueller, Gene (2012). Hitler's Commanders: Officers of the Wehrmacht, the Luftwaffe, the Kriegsmarine, and the Waffen-SS. Lanham, MD: Rowman & Littlefield. ISBN 978-1-44221-153-7.
  • Laura Notheisen (31 Januari 2017). "So war der deutsche Landser. Die populäre und populärwissenschaftliche Darstellung der Wehrmacht" [So was the German Landser: The popular culture and popular history representation of the Wehrmacht]. H-Soz-Kult (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 12 Maret 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Obermaier, Ernst (1989). Die Ritterkreuzträger der Luftwaffe Jagdflieger 1939 – 1945 [The Knight's Cross Bearers of the Luftwaffe Fighter Force 1939 – 1945] (dalam bahasa Jerman). Mainz, Germany: Verlag Dieter Hoffmann. ISBN 978-3-87341-065-7.
  • Patton, James (Musim semi 1991). "Stealth is a Zero-sum Game: A submariner's view of the advanced tactical fighter". Airpower Journal. V (I). Air University Press: 4–17.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Patzwall, Klaus D.; Scherzer, Veit (2001). Das Deutsche Kreuz 1941 – 1945 Geschichte und Inhaber Band II [The German Cross 1941 – 1945 History and Recipients Volume 2] (dalam bahasa Jerman). Norderstedt, Germany: Verlag Klaus D. Patzwall. ISBN 978-3-931533-45-8.
  • Patzwall, Klaus D. (2008). Der Ehrenpokal für besondere Leistung im Luftkrieg [The Honour Goblet for Outstanding Achievement in the Air War] (dalam bahasa Jerman). Norderstedt, Germany: Verlag Klaus D. Patzwall. ISBN 978-3-931533-08-3.
  • Prien, Jochen (1991). Pik-As: Geschichte des Jagdgeschwaders 53 – 3 – Das Ende in Italien 1944, Rumänien, Ungarn 1944/45, Einsatz zur Verteidigung des Reiches 1943–1945 [Ace of Spades: History of the Fighter Wing 53 – 3 – The End in Italy 1944, Romania, Hungary 1944/45, Defense of the Reich 1943–1945] (dalam bahasa Jerman). Eutin, Germany: Struve-Druck. ISBN 978-3-923457-16-8.
  • Prien, Jochen; Stemmer, Gerhard; Rodeike, Peter; Bock, Winfried (2006). Die Jagdfliegerverbände der Deutschen Luftwaffe 1934 bis 1945—Teil 9/II—Vom Sommerfeldzug 1942 bis zur Niederlage von Stalingrad—1.5.1942 bis 3.2.1943 [The Fighter Units of the German Air Force 1934 to 1945—Part 9/II—From the 1942 Summer Campaign to the Defeat at Stalingrad—1 May 1942 to 3 February 1943] (dalam bahasa Jerman). Eutin, Germany: Struve-Druck. ISBN 978-3-923457-77-9.
  • Prien, Jochen; Stemmer, Gerhard; Rodeike, Peter; Bock, Winfried (2012). Die Jagdfliegerverbände der Deutschen Luftwaffe 1934 bis 1945—Teil 12/II—Einsatz im Osten—4.2. bis 31.12.1943 [The Fighter Units of the German Air Force 1934 to 1945—Part 12/II—Action in the East—4 February to 31 December 1943] (dalam bahasa Jerman). Eutin, Germany: Buchverlag Rogge. ISBN 978-3-942943-05-5.
  • Prien, Jochen; Stemmer, Gerhard; Balke, Ulf; Bock, Winfried (2022). Die Jagdfliegerverbände der Deutschen Luftwaffe 1934 bis 1945—Teil 15/II—Einsatz im Osten—1.1. bis 31.12.1944 [The Fighter Units of the German Air Force 1934 to 1945—Part 15/II—Action in the East—1 January to 31 December 1944] (dalam bahasa Jerman). Eutin, Germany: Buchverlag Rogge. ISBN 978-3-942943-28-4.
  • Rall, Günther (2007). Braatz, Kurt (ed.). Günther Rall: Mein Flugbuch—Erinnerungen 1938–2004 [Günther Rall: My Flight Book—Recollections 1938–2004] (dalam bahasa Jerman). Moosburg, Germany: NeunundzwanzigSechs Verlag. ISBN 978-3-9807935-3-7.
  • Reynolds, Clark (1982). Die Luftwaffe (dalam bahasa Jerman). Altville am Rhein: Time-Life Books/Bechtermünz Verlag GmbH. ISBN 978-3-86047-050-3.
  • Scherzer, Veit (2007). Die Ritterkreuzträger 1939–1945 Die Inhaber des Ritterkreuzes des Eisernen Kreuzes 1939 von Heer, Luftwaffe, Kriegsmarine, Waffen-SS, Volkssturm sowie mit Deutschland verbündeter Streitkräfte nach den Unterlagen des Bundesarchives [The Knight's Cross Bearers 1939–1945 The Holders of the Knight's Cross of the Iron Cross 1939 by Army, Air Force, Navy, Waffen-SS, Volkssturm and Allied Forces with Germany According to the Documents of the Federal Archives] (dalam bahasa Jerman). Jena, Germany: Scherzers Militaer-Verlag. ISBN 978-3-938845-17-2.
  • Schreier, Hans (1990). JG 52 Das erfolgreichste Jagdgeschwader des 2. Weltkriegs [JG 52 The Most Successful Fighter Wing of World War II] (dalam bahasa Jerman). Berg am See: K. Vowinckel. ISBN 978-3-921655-66-5.
  • Smelser, Ronald; Davies, Edward J. (2008). The Myth of the Eastern Front: The Nazi-Soviet War in American Popular Culture. New York: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-83365-3.
  • Spick, Mike (1996). Luftwaffe Fighter Aces: The Jadgflieger and their Combat Tactics and Techniques. New York: Ivy Books. ISBN 978-0-8041-1696-1.
  • Spick, Mike (1988). The Ace Factor: Air Combat & the Role of Situational Awareness. Maryland: Naval Institute Press. ISBN 978-0870210020.
  • Stockert, Peter (2007). Die Eichenlaubträger 1939–1945 Band 5 [The Oak Leaves Bearers 1939–1945 Volume 5] (dalam bahasa Jerman). Bad Friedrichshall, Germany: Friedrichshaller Rundblick. OCLC 76072662.
  • Sullivan, Robert (1976). "World War II Aces in Arizona: The "Experten" and the Flying Tiger". Aerospace Historian. 23 (3). Air Force Historical Foundation.
  • Thomas, Franz (1997). Die Eichenlaubträger 1939–1945 Band 1: A–K [The Oak Leaves Bearers 1939–1945 Volume 1: A–K] (dalam bahasa Jerman). Osnabrück, Germany: Biblio-Verlag. ISBN 978-3-7648-2299-6.
  • Thompson, J. Steve; Smith, Peter C (2008). Air Combat Manoeuvres: The Technique and History of Air Fighting for Flight Simulation. Hersham, Surrey, UK: Ian Allan Publishing. ISBN 978-1-903223-98-7.
  • Toliver, Raymond; Constable, Trevor (1970). The Blond Knight of Germany. United States of America: Aero. ISBN 978-0-8168-4188-2.
  • Tillman, Barrett (Agustus 2006). "Shot Down or Out of Gas?". Flight Journal. 11 (4).{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Wagenlehner, Günther (1999). Die russischen Bemühungen um die Rehabilitierung der 1941–1956 verfolgten deutschen Staatsbürger [The Russian Efforts to Rehabilitate the 1941–1956 Persecuted German Citizens] (dalam bahasa Jerman). Bonn, Germany: Historisches Forschungszentrum. ISBN 978-3-86077-855-5.
  • Weal, John (2001). Bf 109 Aces of the Russian Front. Aircraft of the Aces. Vol. 37. Oxford, UK: Osprey Publishing. ISBN 978-1-84176-084-1.
  • Weal, John (2004). Jagdgeschwader 52: The Experten. Aviation Elite Units. Vol. 15. Oxford, UK: Osprey Publishing. ISBN 978-1-84176-786-4.
  • Williamson, Gordon; Bujeiro, Ramiro (2004). Knight's Cross and Oak Leaves Recipients 1939–40. Oxford, UK: Osprey Publishing. ISBN 978-1-84176-641-6.
  • Zabecki, David T., ed. (2014). Germany at War: 400 Years of Military History. Santa Barbara, California: ABC-Clio. ISBN 978-1-59884-980-6.
  • Zabecki, David T., ed. (2019). The German War Machine in World War II. Santa Barbara, California: ABC-Clio. ISBN 978-1-44-086918-1.
  • Zegenhagen, Evelyn (2007). "The Holy Desire to Serve the Poor and Tortured Fatherland: German Women Motor Pilots of the Inter-War Era and Their Political Mission". German Studies Review. 30 (3). The Johns Hopkins University Press/German Studies Association: 579–596. JSTOR 27668374.
  • "Ein schöner Tod – fürs Vaterland?" [A Beautiful Death – For the Fatherland?]. Der Spiegel (dalam bahasa Jerman). No. 35. 1982. Diakses tanggal 18 Juni 2013.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Jagdgeschwader 71 "Richthofen"". Bundeswehr (dalam bahasa Jerman). Diarsipkan dari asli tanggal 4 Februari 2019. Diakses tanggal 4 Februari 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Der "grau-rote Baron" fliegt über Wittmund" [The "grey-red Baron" flies over Wittmund]. Bundeswehr (dalam bahasa Jerman). Diarsipkan dari asli tanggal 5 Februari 2019. Diakses tanggal 4 Februari 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Hartmann, Erich". leo-bw.de. Diakses tanggal 17 Februari 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Jabatan militer
Didahului oleh:
Tidak ada
Komandan Jagdgeschwader 71 Richthofen
19 Januari 1959 – 29 Mei 1962
Diteruskan oleh:
Oberst Günther Josten
Portal
Akses topik terkait
Temukan informasi lain di
proyek saudari Wikimedia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan