Minggu, 20 September 2026
21:21 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Ercis

Ercis

Ercis
250px-Doperwt_rijserwt_peulen_Pisum_sativum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ercis dengan polong muda
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Faboideae
Genus: Lathyrus
Spesies:
L. oleraceus
Nama binomial
Lathyrus oleraceus
Lam. (1779)[1]
Sinonim[1]
  • Lathyrus schaeferi Kosterin (2017)
  • Pisum abyssinicum A.Braun (1841)
  • Pisum album Garsault (1764), opus utique rej.
  • Pisum arvense L. (1753)
  • Pisum baclium Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum biflorum Raf. (1810)
  • Pisum borussicum Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum chlorospermum Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum coccineum Medik. (1787)
  • Pisum coerulescens Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum commune Clavaud (1884)
  • Pisum elatius M.Bieb. (1808)
  • Pisum elatum Ser. (1825)
  • Pisum excorticatum Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum fertile Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum granulatum J.Lloyd (1844)
  • Pisum hortense Asch. & Graebn. (1910)
  • Pisum humile Mill. (1768)
  • Pisum humile Boiss. & Noë (1856), nom. illeg.
  • Pisum jomardii Schrank (1805)
  • Pisum leptolobum Rchb. (1832)
  • Pisum macrocarpum Ser. ex Schur (1866)
  • Pisum macrospermum Steud. (1841)
  • Pisum oleraceus var. govorovii Golodk. (1935)
  • Pisum praecox Steud. (1841)
  • Pisum prolificum Steud. (1841)
  • Pisum pumilio (Meikle) Greuter (1973)
  • Pisum quadratum (L.) Rchb. (1832)
  • Pisum ramulare Rchb. (1832)
  • Pisum roseum Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum rugosum Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum saccharatum Rchb. (1832)
  • Pisum sativum L. (1753)
  • Pisum sibiricum Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum smyrnense Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum syriacum C.O.Lehm. ex El-Gadi & al. (1987), nom. superfl.
  • Pisum tetragonum Pasq. (1867)
  • Pisum thebaicum Willd. (1814)
  • Pisum transcaucasicum (Govorov) Stankov (1949), not validly publ.
  • Pisum tuffetii R.Lesson (1835)
  • Pisum umbellatum (L.) Mill. (1768)
  • Pisum uniflorum Moench (1794)
  • Pisum variegatum C.Presl (1826)
  • Pisum viride Steud. (1841), not validly publ.
  • Pisum vulgare J.Jundz. (1830)
  • Pisum zeylanicum Steud. (1841), not validly publ.
250px-Pisum_sativum_MHNT.BOT.2010.12.9.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pisum sativum

Ercis, kacang ercis, atau kacang polong (Lathyrus oleraceus Lam., suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan tumbuhan penghasil sayuran berupa biji berwarna hijau. Ercis didatangkan oleh kolonial Belanda ke Indonesia karena sayuran ini populer di Eropa sebagai bagian dari salad atau sup. Nama "ercis" adalah pinjaman dari bahasa Belanda (erwtjes, "ercis kecil").

Biji ercis kaya karbohidrat serta protein dan cepat membuat kenyang ketika dimakan.

Tumbuhan yang berasal dari Asia Kecil ini masih sejenis dengan kapri (sering kali dicampuradukkan penamaannya). Berbeda dengan kapri, ercis hanya dimakan bijinya dan hampir tidak pernah dimakan dengan polongnya seperti kapri. Sejak ribuan tahun lalu telah dimanfaatkan sebagai bahan pangan tetapi sekarang penggunaannya lebih banyak sebagai sayuran atau pakan.

Dalam budidaya di Indonesia, ercis tumbuh baik di daerah pegunungan berhawa sejuk dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, pada suhu seperti di daerah asalnya.

Penggunaan

250px-Frozen_peas.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kacang polong beku siap diolah

Kacang polong biasa dijual dalam bentuk segar (dengan polong) di pasar tradisional Eropa, tetapi sekarang banyak dijual dalam kemasan di pasar swalayan, baik dalam kaleng (dengan pemanasan), dikeringkan, maupun dibekukan. Pembekuan dianggap lebih baik karena mempertahankan kandungan gizi di dalam biji ercis.

Masakan di Indonesia yang banyak menggunakan ercis kebanyakan merupakan makanan dengan pengaruh Eropa serta Tiongkok. Sup ercis (erwtensoep dalam bahasa Belanda) merupakan sup yang memberikan sentuhan tempo doeloe bagi kalangan senior di Indonesia. Sejumlah salad juga menggunakan kacang ini. Masakan dengan pengaruh dari Tiongkok bagian selatan, seperti nasi goreng dan fuyonghai (masakan dari telur yang disajikan dengan saus tomat bersama dengan kacang polong) menggunakan kacang ercis sebagai pemberi aksen. Cara memasaknya biasanya dengan ditumis. Bijinya yang dikeringkan sering dijadikan makanan kecil di Malaysia, Thailand, dan Taiwan.

Masakan Turki, Arab, serta Eropa Selatan juga banyak menggunakan ercis. Di Amerika Serikat ercis adalah sumber protein nabati populer dan sering menjadi makanan sehari-hari.

Pranala luar dan Referensi

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pisum sativum.
Wikibooks Cookbook memiliki resep/modul di

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan