Kamis, 24 September 2026
19:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Lathyrus

Lathyrus

genus tumbuh-tumbuhan

Lathyrus
250px-Lathyrus_aureus0.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus aureus
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Faboideae
Klad: Klad IRLC
Tribus: Fabeae
Genus: Lathyrus
L. (1753), nom. cons.[1]
Spesies

Lihat teks

Sinonim[2]
  • Anurus C.Presl (1837)
  • Aphaca Mill. (1754)
  • Astrophia Nutt. (1838)
  • Athyrus Neck. (1790), opus utique oppr.
  • Cicercula Medik. (1787)
  • Clymenum Mill. (1754)
  • Graphiosa Alef. (1861)
  • Konxikas Raf. (1840)
  • Lastila Alef. (1861)
  • Lathyroides Heist. (1759), nom. superfl.
  • Lathyros St.-Lag. (1880), orth. var.
  • Menkenia Bubani (1899)
  • Navidura Alef. (1861)
  • Nissolia Mill. (1754), nom. rej.
  • Ochrus Mill. (1754)
  • Orobus L. (1753)
  • Oxypogon Raf. (1819)
  • Pisum L. (1753)
  • Platystylis Sweet (1828)
  • Spatulima Raf. (1837)
  • Vavilovia Fed. (1939)
Artikel takson sembarang

Lathyrus /ˈlæθɪrəs/[3] adalah sebuah genus tumbuhan berbunga dalam famili kacang-kacangan (Fabaceae), dan berisi sekitar 160 spesies tumbuhan. Anggotanya berasal dari daerah beriklim sedang, dengan rincian 52 spesies di Eropa, 30 spesies di Amerika Utara, 78 di Asia, 24 di Afrika Timur tropis, dan 24 di Amerika Selatan beriklim sedang.[4] Ada spesies musiman dan menahun yang mungkin memanjat atau lebat. Genus ini memiliki banyak bagian, termasuk Orobus yang dulunya merupakan genus tersendiri.[5] Genus ini mempunyai banyak sinonim, termasuk Pisum yang merupakan nama Latin kuno untuk ercis.[6]

Ekologi

Spesiesnya digunakan sebagai tanaman pangan oleh larva beberapa spesies Lepidoptera, termasuk ngengat Antitype chi dan Chiasmia clathrata, keduanya tercatat pada Lathyrus pratensis. Kelimpahan dan ukuran pertumbuhan Lathyrus menurun sebagai respons terhadap peningkatan suhu di padang rumput pegunungan.[7]

Kegunaan

Beberapa spesiesnya ditanam untuk dimakan, termasuk ercis (L. oleraceus), L. sativus, dan L. cicera, serta yang lebih jarang yakni L. ochrus dan L. clymenum. L. tuberosus ditanam sebagai sayuran akar untuk diambil umbinya yang mengandung amilum. Benih beberapa spesiesnya mengandung asam amino beracun yakni asam oksalildiaminopropionat, yang jika dimakan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan latirisme, suatu penyakit serius.[8]

Banyak spesies yang dibudidayakan sebagai tanaman pekarangan. Genus ini meliputi L. odoratus dan L. latifolius. Bunga pada spesies budidaya ini mungkin berwarna mawar, merah, merah marun, merah jambu, putih, kuning, ungu atau biru, dan ada pula yang berwarna ganda. Mereka juga ditanam karena aromanya. Spesies yang dibudidayakan rentan terhadap infeksi fungi termasuk penyakit bulai dan embun tepung.

Daftar Spesies[2][9]

Galeri

250px-Gleaner-a85.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemanenan tanaman Lathyrus aphaca
250px-Grass_vetchling_close_800.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus nissolia
250px-Lathyrus_clymenum.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus clymenum
250px-Lathyrus_davidii_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus davidii
250px-Lathyrus_latifolius_C.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus latifolius
250px-Lathyrus_nevadensis_0873.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus nevadensis ssp. nevadensis
250px-Lathyrus_odoratus1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus odoratus campuran
250px-Lathyrus_vernus_RF.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lathyrus vernus

Referensi

  1. Templat:GRIN genus
  2. 1 2 Lathyrus L. Plants of the World Online. Retrieved 9 August 2023.
  3. Sunset Western Garden Book, 1995:606–607
  4. Asmussen, C. B; A. Liston. (Maret 1998). "Chloroplast DNA characters, phylogeny, and classification of Lathyrus (Fabaceae)". American Journal of Botany. 85 (3): 387–401. doi:10.2307/2446332. JSTOR 2446332. PMID 21684923.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Fred, Edwin Broun; Baldwin, Ira Lawrence; McCoy, Elizabeth (1932). Root Nodule Bacteria and Leguminous Plants. UW-Madison Libraries Parallel Press. hlm. 142. ISBN 978-1-893311-28-2.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  6. Gledhill, David (2008). "The Names of Plants". Cambridge University Press. ISBN9780521866453 (hardback), ISBN9780521685535 (paperback). pp 304
  7. de Valpine, Perry; Harte, John (1 Maret 2001). "Plant Responses to Experimental Warming in a Montane Meadow". Ecology. 82 (3): 637–648. doi:10.1890/0012-9658(2001)082[0637:PRTEWI]2.0.CO;2.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Barrow, M. V.; et al. (1974). "Lathyrism: A Review". The Quarterly Review of Biology. 49 (2): 101–128. doi:10.1086/408017. JSTOR 2820941. PMID 4601279. S2CID 33451792.
  9. GRIN Species Records of Lathyrus. Diarsipkan 2008-10-14 di Wayback Machine. Germplasm Resources Information Network (GRIN).
  10. English Names for Korean Native Plants (PDF). Pocheon: Korea National Arboretum. 2015. hlm. 511. ISBN 978-89-97450-98-5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Mei 2017. Diakses tanggal 22 Desember 2016 via Korea Forest Service.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan