Minggu, 20 September 2026
20:56 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Druhyu

Dalam mitologi Hindu, Druhyu (Sanskerta: द्रुह्यु; Druhyu) adalah putera pertama dari pasangan Maharaja Yayati dengan Sarmista, pelayannya sekaligus istri keduanya. Druhyu merupakan saudara tiri Yadu dan Turwasu, karena lain ibu tetapi satu ayah.

Karena ayahnya melanggar janji pernikahan, maka ia dikutuk oleh Mahaguru Sukra (mertuanya) agar menjadi tua lebih cepat. Maharaja Yayati lalu memanggil putera-puteranya untuk mewarisi kutukannya, tetapi empat di antara mereka menolak, termasuk Druhyu. Hanya Puru yang bersedia menanggung kutukan ayahnya.

Akhirnya Druhyu bersama dengan saudaranya yang lain tidak berhak mewarisi kerajaan ayahnya, dan dikutuk agar susah memiliki keturunan. Mereka mendirikan kerajaannya sendiri-sendiri. Keturunan Yadu menurunkan Wangsa Yadawa, Turwasu menurunkan Yawana, Druhyu menurunkan Suku Bhoja dan leluhur Kerajaan Gandhara, keturunan Anu menjadi suku primitif, sedangkan Puru menurunkan Wangsa Paurawa.

Sisilah


Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan