Senin, 21 September 2026
05:07 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Mleccha

Mleccha (dari bahasa Sanskerta Weda: म्लेच्छ ; mleccha; yang berarti "biadab") adalah istilah untuk orang-orang yang bukan penduduk asli India, apapun ras dan warna kulitnya.[1] Istilah itu juga muncul dalam kitab Hindu Shrimadbhagawatam, mengacu kepada bangsa barbar[2] atau kaum terbuang yang memakan daging.[3]

Secara struktur, istilah ini bukanlah bahasa Indo-Iran asli, sehingga tampaknya merupakan kata serapan dari etnonim orang non-Arya yang disebut demikian.[4] Asko Parpola berspekulasi bahwa istilah ini terkait dengan Meluhha, nama mitra perdagangan Sumeria pada zaman perunggu, yang sementara ini diidentifikasi sebagai peradaban Lembah sungai Indus.

Catatan kaki

  1. Dictionary.com
  2. "Śrīmad Bhāgavatam 10.52.5". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-05. Diakses tanggal 2010-08-09.
  3. "Śrīmad Bhāgavatam 10.40.22". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-06-16. Diakses tanggal 2010-08-09.
  4. Southworth, Franklin C. (1998), "On the Origin of the word tamiz", International Journal of Dravidial Linguistics 27 (1): 129–132.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan