Senin, 21 September 2026
05:24 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Diapsida

Diapsida

klad tetrapoda amniota tetrapods dengan dua lubang di setiap sisi tengkoraknyaTemplat:SHORTDESC:klad tetrapoda amniota tetrapods dengan dua lubang di setiap sisi tengkoraknya
Diapsida
Rentang waktu: PennsylvanianSekarang, 307–0 jtyl
250px-Diapsida_diversity.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Klad: Romeriida
Klad: Diapsida
Subkelompok
Artikel takson sembarang

Diapsida ("dua lengkungan") adalah kelompok tetrapoda amniota yang mengembangkan dua lubang (fenestra temporal) di setiap sisi tengkoraknya sekitar 300 juta tahun yang lalu saat periode Karbon Akhir.[1] Diapsida beragam secara ekstrem, dan berisi semua crocodilia, kadal, ular, tuatara, kura-kura, dan burung.[2] Walaupun beberapa diapsida telah kehilangan salah satu lubang (kadal), atau kedua lubang (ular dan kura-kura), atau memiliki tengkorak yang telah direstrukturisasi (burung modern), mereka tetap diklasifikasikan sebagai diapsida berdasarkan garis nenek moyang mereka. Setidaknya 7.925 spesies reptil diapsida[3] hidup di seluruh dunia sekarang (hampir 18.000 jika termasuk burung)

Karakteristik

250px-Skull_diapsida_1.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram tengkorak diapsida dengan bukaan temporal, tidak seperti di Anapsida

Nama Diapsida berarti "dua lengkungan", dan diapsida secara tradisional diklasifikasikan berdasarkan dua bukaan tengkorak leluhur (fenestra temporal) secara posterior di atas dan di bawah mata. Susunan ini membiarkan penempelan otot rahang yang lebih besar, kuat, dan memungkinkan rahangnya untuk membuka lebih lebar. Ciri leluhur yang lebih samar adalah tulang lengan bawah (pengumpil) yang relatif lebih panjang dibandingkan dengan tulang lengan atas (humerus).

Klasifikasi

Diapsida aslinya diklasifikasikan sebagai salah satu dari empat subkelas Reptilia, semua berdasarkan jumlah dan susunan bukaan tengkoraknya. Tiga subkelas lainnya adalah Synapsida (satu bukaan rendah di tengkorak, untuk "reptil mirip mamalia"), Anapsida (tidak ada bukaan tengkorak, termasuk kura-kura dan kerabatnya), dan Euryapsida (satu bukaan tinggi di tengkorak, termasuk banyak reptil laut prasejarah). Dengan munculnya nomenklatur filogenetik, sistem klasifikasi ini banyak dimodifikasi. Saat ini, Synapsida sering tidak dianggap sebagai reptil sejati, sementara Euryapsida ditemukan sebagai kumpulan diapsid yang tidak alami yang telah kehilangan salah satu bukaan tengkoraknya. Studi genetik dan penemuan Pappochelys dari Trias telah menunjukkan bahwa ini juga kasus yang sama dengan kura-kura, yang di mana merupakan diapsida yang termodifikasi berat. Dalam sistem filogenetik, burung (keturunan reptil diapsida tradisional) juga dianggap anggota kelompok ini.

Beberapa studi hubungan reptil modern telah dirujuk untuk menggunakan nama "diapsida" untuk merujuk kepada kelompok mahkota seluruh diapsida modern namun tidak dengan kerabat punah mereka. Namun, beberapa peneliti juga menyukai definisi yang lebih tradisional yang mencakup araeoscelidia prasejarah. Pada tahun 1991, Laurin mendefinisikan Diapsida sebagai klad, "nenek moyang terbaru dari araeoscelidia, lepidosauria, dan archosaurus, dan semua keturunannya".[4]

Analisis kladistika oleh Laurin dan Piñeiro (2017) memulihkan Parareptilia sebagai bagian dari Diapsida, dengan Pareiasauria, kura-kura, Millerettidae, dan Procolophonoidea pulih lebih banyak daripada diapsida basal Younginia.[5]

Kekerabatan

Di bawah adalah kladogram yang menunjukkan kekerabatan kelompok major diapsida.

Kladogram setelah Bickelmann et al., 2009 dan Reisz et al., 2011:

Lihat juga

Referensi

  1. "Those diverse diapsids".
  2. Schoch, Rainer R.; Sues, Hans-Dieter (2016). "The diapsid origin of turtles". Zoology. 119 (3): 159–161. doi:10.1016/j.zool.2016.01.004. PMID 26934902.
  3. Reeder, Tod W.; Townsend, Ted M.; Mulcahy, Daniel G.; Noonan, Brice P.; Wood, Perry L.; Sites, Jack W.; Wiens, John J. (2015). "Integrated Analyses Resolve Conflicts over Squamate Reptile Phylogeny and Reveal Unexpected Placements for Fossil Taxa". PLOS ONE. 10 (3): e0118199. doi:10.1371/journal.pone.0118199. PMC 4372529. PMID 25803280.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  4. Benton, M. J., Donoghue, P. C., Asher, R. J., Friedman, M., Near, T. J., & Vinther, J. (2015). "Constraints on the timescale of animal evolutionary history." Palaeontologia Electronica, 18.1.1FC; 1-106; palaeo-electronica.org/content/fc-1
  5. Laurin, Michel; Piñeiro, Graciela H. (2017). "A Reassessment of the Taxonomic Position of Mesosaurs, and a Surprising Phylogeny of Early Amniotes" (PDF). Frontiers in Earth Science. 5. doi:10.3389/feart.2017.00088. S2CID 32426159. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-07-26. Diakses tanggal 2021-08-26.

Pranala luar

  • 20px-Wikispecies-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Informasi terkait dengan Diapsida dari Wikispecies.
  • Diapsida. Michel Laurin and Jacques A. Gauthier. Tree of Life Web Project. June 22, 2000.
Sauropsida (Reptilia sensu lato)
Tetrapodomorpha
Tetrapoda
Sauropsida
    • see below↓
Parareptilia
Captorhinidae
Moradisaurinae
Protorothyrididae
Araeoscelidia
Araeoscelidae
Neodiapsida
    • lihat dibawah↓
Labidosaurus hamatus

Hylonomus lyelli

Petrolacosaurus kansensis
Drepanosauromorpha
Drepanosauridae
Tangasauridae
Younginidae
Weigeltisauridae
Ichthyosauromorpha
Helveticosauridae
Saurosphargidae
Sauropterygia
Thalattosauria
Askeptosauroidea
Thalattosauroidea
Claraziidae
Pantestudines
Sauria
    • lihat dibawah↓
Megalancosaurus preonensis

Hovasaurus boulei Weigeltisaurus jaekeli

Askeptosaurus italicus
Choristodera
"Allochoristoderes"
Neochoristodera
Kuehneosauridae
Lepidosauromorpha
Archosauromorpha
Champsosaurus natator Icarosaurus siefkeri
Kelas yang masih hidup dalam filum Chordata
Kerajaan Animalia · Subkerajaan Eumetazoa · (tidak termasuk) Bilateria · Superfilum Deuterostomia
Cephalochordata
O
l
f
a
c
t
o
r
e
s
Urochordata (tunikata)
Craniata
(Vertebrata + Myxini)
Agnatha (ikan tak berahang)
Cyclostomata
Gnathostomata
(vertebrata berahang)
Osteichthyes
(ikan bertulang keras)
Sarcopterygii
(ikan bersirip daging)
R
h
i
p
i
d
i
s
t
i
a
T
e
t
r
a
p
o
d
a
A
m
n
i
o
t
a
Synapsida
Sauropsida
(withal Diapsida)
Lepidosauria
Archelosauria
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan