Senin, 21 September 2026
15:34 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Larvacea

Larvacea

Appendicularia
250px-Appendicularia_%28YPM_IZ_096169%29.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Appendicularia sp., suatu genus larvacea fritillariid
250px-Bathochordaeus_charon_compared_to_B._stygius.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah Bathochordaeus charon (atas) dan B. stygius (bawah), dua spesies larvacea raksasa
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Tunicata
Kelas: Appendicularia
Fol, 1872[1]
Ordo: Copelata
Haeckel, 1866
Famili dan genus
Sinonim
  • Larvacea Herdman, 1882
  • Perennichordata Balfour, 1881
Artikel takson sembarang

Larvacea atau Appendicularia adalah tunikata soliter perenang bebas yang dapat ditemukan di seluruh lautan di Bumi. Seperti tunikata lainnya, Larvacea merupakan hewan penyaring. Namun, tidak seperti tunikata lainnya, mereka tetap mempertahankan bentuk mirip kecebongnya hingga dewasa. Mereka memiliki notokorda yang memanjang hingga ke ekor. Mereka dapat ditemukan di zona pelagik, terkhususnya pada zona fotik, atau terkadang lebih dalam. Hewan-hewan ini memiliki tubuh tembus pandang, dan umumnya memiliki panjang 2 sampai 8 mm, termasuk ekornya, meski Larvacea raksasa dapat mencapai 10 cm panjangnya.[5]

Mereka dikenal karena "rumah-rumah" besar yang mereka bangun disekitar tubuhnya untuk membantu menyaring makanan. Dihasilkan dari lendir dan selulosa, struktur ini biasanya terdiri dari beberapa lapis penyaring dan dapat mencapai sepuluh kali lipat panjang tubuh mereka. Pada beberapa genera seperti Oikopleura, rumahnya dibangun dan dibuang setiap beberapa jam, dengan rumah-rumah yang dibuang tersebut, memainkan peran penting dalam siklus karbon laut.

Referensi

  1. "Appendicularia" (PDF). Australian Government – Department of Climate Change, Energy, the Environment and Water. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 10 April 2023. Diakses tanggal 10 April 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Archives de zoologie expérimentale et générale. Vol. 3. 1874. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 April 2023. Diakses tanggal 10 April 2023.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Fenaux, R.; Bone, Q.; Deibel, D. (1998). "Appendicularian distribution and zoogeography". Dalam Bone, Q. (ed.). The biology of pelagic tunicates. Oxford University Press. hlm. 251–264.
  4. Katija, Kakani; Sherlock, Rob E.; Sherman, Alana D.; Robison, Bruce H. (16 Agustus 2017). "New technology reveals the role of giant larvaceans in oceanic carbon cycling". Science Advances. 3 (8): e1602374. Bibcode:2017SciA....3E2374K. doi:10.1126/sciadv.1602374. PMC 5415331. PMID 28508058.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
Kelas yang masih hidup dalam filum Chordata
Kerajaan Animalia · Subkerajaan Eumetazoa · (tidak termasuk) Bilateria · Superfilum Deuterostomia
Cephalochordata
O
l
f
a
c
t
o
r
e
s
Urochordata (tunikata)
Craniata
(Vertebrata + Myxini)
Agnatha (ikan tak berahang)
Cyclostomata
Gnathostomata
(vertebrata berahang)
Osteichthyes
(ikan bertulang keras)
Sarcopterygii
(ikan bersirip daging)
R
h
i
p
i
d
i
s
t
i
a
T
e
t
r
a
p
o
d
a
A
m
n
i
o
t
a
Synapsida
Sauropsida
(withal Diapsida)
Lepidosauria
Archelosauria
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan