Selasa, 29 September 2026
21:51 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Tuatara

Tuatara

genus reptilia

Bagikan:
Tuatara
250px-Sphenodon_punctatus_in_Waikanae%2C_New_Zealand.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tuatara Selat Cook, Sphenodon punctatus
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Rhynchocephalia
Famili: Sphenodontidae
Genus: Sphenodon
Gray, 1831
Spesies:
S. punctatus
Nama binomial
Sphenodon punctatus
Gray, 1842
Spesies

Sphenodon punctatus (Gray, 1842)
Sphenodon guntheri (Buller, 1877)
Sphenodon diversum Colenso, 1885 (extinct)

250px-World.distribution.rhynchocephalia.1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
hitam: penyebaran (utara Selandia Baru)
Sinonim

Hatteria punctata, Gray 1842

Tuatara[1] (genus Sphenodon) adalah reptilia yang mirip dengan kadal. Namun, mereka bukan termasuk kadal. Tuatara adalah satu-satunya anggota yang masih hidup dari ordo Rhynchocephalia, yakni bangsa reptil yang berkembang 200 juta tahun yang lalu. Tuatara merupakan binatang endemik Selandia Baru.[2]

Etimologi

Dalam bahasa Māori, kata "Tuatara" merujuk pada pola berbentuk paruh atau jambul duri pada bagian atas kepalanya.[3]

250px-Tuatara_skull_side.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tengkorak tuatara, bagian-bagian tengkorak:
1 = premaksila
2 = nasal
3 = prefrontal
4 = frontal
5 = maksila
6 = postfrontal
7 = dentaria
8 = postorbital
9 = jugal
10 = parietal
11 = squamosal
12 = quadrata

Pengenalan

Tuatara dewasa mencapai panjang hingga 80 cm dengan berat sampai 1,3 kg. Warna tubuhnya biasanya kelabu kehijauan atau kelabu kecokelatan.[4] Tengkorak tuatara berbeda nyata dengan kadal. Bagian tengkorak premaksila berada di depan-bawah nasal; tulang bagian prefrontal, frontal, dan postfrontal terletak di atas rongga mata. Bagian tulang maksila terletak di bawah mata. Tulang postorbital bersinggungan dengan pariental. Susunan gigi juga tidak sama dengan kadal. Gigi tuatara terdiri dari 2 baris di bagian depan dan baris gigi terbanyak berada di rahang bagian belakang, baik rahang atas maupun rahang bawah.[5][6][7]

250px-Henry_at_Invercargill.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

"Mata ketiga"

Keistimewaan yang dimiliki tuatara adalah pola yang menyerupai mata di bagian atas tengkorak kepalanya, tepatnya di wilayah kelenjar pineal. Susunan dari organ ini mirip mata, dan diduga merupakan evolusi dari bagian mata. Fungsi alat indra yang disebut "mata ketiga" tersebut adalah untuk mengukur dan mengatur intensitas cahaya yang diperlukan oleh tuatara untuk berjemur atau beraktivitas.[8][9]

Kebiasaan

Tuatara adalah hewan pemalu. Aktif pada malam hari. Mereka menghabiskan waktu sendirian. Makanan utama mereka adalah burung, kadal, katak, serangga, dan laba-laba.[9]

Reproduksi

Tuatara hanya bertelur satu butir dalam satu kali berkembang biak. Pertumbuhan tuatara sangat lama, paling lama daripada reptil yang lain. Perlu waktu antara 10-20 tahun untuk mencapai usia dewasa.[9]

250px-North_Island_Map_tuatara.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Agihan tuatara, kotak kecil= Tuatara Pulau Brother, lingkaran hitam kecil= Tuatara Selat Cook

Agihan, jenis-jenis, dan populasi

Agihan

Tuatara hanya terdapat di beberapa pulau kecil di Selandia Baru.[10]

Jenis-jenis

Ada 2 jenis tuatara yang masih hidup, yakni:

Populasi

Status populasi tuatara sudah benar-benar dalam kondisi mengkhawatirkan. Dahulu, tuatara tersebar di seluruh Selandia Baru. Namun sekarang hanya terbatas di kepulauan Selat Cook dan beberapa pulau di sebelah timur laut Pulau Utara.[9][10]

Rujukan

  1. ↑ Tim Penulis Animalbooks (2013). Dewi H (ed.). Planet Fauna 3: Fakta Unik dan Menakjubkan Seputar Dunia Hewan (PDF) (dalam bahasa Indonesia). Yogyakarta: ANDI (C.V. Andi Offset). hlm. 142. ISBN 9789792941869. Diarsipkan dari asli (Cetak) tanggal 2025-07-26. Diakses tanggal 2025-07-26.{{cite book}}: |author= memiliki nama generik; |pages= and |page= ditentukan lebih dari satu kaliPemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ "Tuatara". New Zealand Ecology: Living Fossils. TerraNature Trust. 2004. Diakses tanggal 10 November 2006.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "The Tuatara". Kiwi Conservation Club: Fact Sheets. Royal Forest and Bird Protection Society of New Zealand Inc. 2007. Diakses tanggal 2 Juni 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Reptiles:Tuatara". Animal Bytes. Zoological Society of San Diego. 2007. Diakses tanggal 1 Juni 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Jones ME (2008). "Skull shape and feeding strategy in Sphenodon and other Rhynchocephalia (Diapsida: Lepidosauria)". J Morphol. 269 (8): 945–66. doi:10.1002/jmor.10634. PMID 18512698.
  6. ↑ Jones ME (2009). "Dentary tooth shape in Sphenodon and its fossil relatives (Diapsida: Lepidosauria: Rhynchocephalia)". Front Oral Biol. Frontiers of Oral Biology. 13: 9–15. doi:10.1159/000242382. ISBN 978-3-8055-9229-1. PMID 19828962.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  7. ↑ Jones ME, Tennyson AJ, Worthy JP, Evans SE, Worthy TH (2009). "A sphenodontine (Rhynchocephalia) from the Miocene of New Zealand and palaeobiogeography of the tuatara (Sphenodon)". Proc Biol Sci. 276 (1660): 1385–90. doi:10.1098/rspb.2008.1785. PMC 2660973. PMID 19203920.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  8. ↑ "The Tuatara", Kiwi Conservation Club: Fact Sheets. Royal Forest and Bird Protection Society of New Zealand Inc. 2007. Retrieved 2 June 2007.
  9. 1 2 3 4 Cree, Alison. 2002. Tuatara. In: Halliday, Tim and Adler, Kraig (eds.), The new encyclopedia of reptiles and amphibians, Oxford University Press, Oxford, pp. 210–211. ISBN 0-19-852507-9
  10. 1 2 "Tuatara" Diarsipkan 2011-01-31 di Wayback Machine., Conservation: Native Species. Threatened Species Unit, Department of Conservation, Government of New Zealand. Retrieved 3 February 2013.

Bahan bacaan

  • Daugherty, Charles and Cree, Alison. (1990). Tuatara: a survivor from the dinosaur age. New Zealand Geographic 6 (April–June 1990): 60.
  • Lutz, Dick (2005). "Tuatara: A Living Fossil". Salem, Oregon: DIMI PRESS. ISBN 0-931625-43-2.
  • McKintyre, Mary (1997). Conservation of the Tuatara. Victoria University Press. ISBN 0-86473-303-8.
  • Newman, D. G. (1987). "Tuatara. Endangered New Zealand Wildlife Series". Dunedin, New Zealand: John McIndoe. ISBN 0-86868-098-2.
  • Parkinson, Brian (2000). The Tuatara. Reed Children’s Books. ISBN 1-86948-831-8.

Informasi lainnya

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan