Selasa, 27 Oktober 2026
18:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Bahasa Maori

Bahasa Maori

bahasa Polinesia yang dituturkan di Selandia Baru

Bagikan:
Bahasa Maori
Te Reo Māori
250px-Eatery_Covid_entry_sign_in_M%C4%81ori.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dituturkan diSelandia Baru
WilayahPolinesia Selatan
Penutur
100.000-160.000 (perkiraan)
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[1]

  • 160.000 (2006)
  • 213.849 (2023 New Zealand census, nilai terbaru, 2023)
Status resmi
Bahasa resmi di
Selandia Baru
Diatur olehMāori Language Commission
Kode bahasa
ISO 639-1mi
ISO 639-2mao (B)
mri (T)
ISO 639-3mri
Glottologmaor1246
Linguasfer39-CAQ-a
IETFmi
ELPMāori
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Vulnerable

Maori diklasifikasikan sebagai bahasa rentan (VU) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C6b ThreatenedBahasa Maori dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [2][3][4]
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
Sampel teks
Pasal 1 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam bahasa Maori. (Teks)
Ko te katoa o nga tangata i te whanaungatanga mai e watea ana i nga here katoa; e tauriterite ana hoki nga mana me nga tika. E whakawhiwhia ana hoki ki a ratou te ngakau whai whakaaro me te hinengaro mohio ki te tika me te he, a e tika ana kia meinga te mahi a tetahi ki tetahi me ma roto atu i te wairua o te noho tahi, ano he teina he tuakana i ringa i te whakaaro kotahi.
Terjemahan: ⓘ
Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
Sampel teks lainnya
Lokasi penuturan
500px-Idioma_maor%C3%AD.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi penuturan Bahasa Maori
osm-intl,7,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Maori&revid=27982831&groups=_52502fe36bbb31859a29980c6b2540bc2b00bc42&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Maori&revid=27982831&groups=_52502fe36bbb31859a29980c6b2540bc2b00bc42&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 42°S 173°E / 42°S 173°E / -42; 173 Sunting di Wikidata
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

00.07, Selasa, 27 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.637 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Maori (Te Reo Māori) adalah bahasa yang digunakan oleh suku Maori, suku bangsa asli di Selandia Baru (negara ini disebut Aotearoa dalam bahasa Maori). Sebagai bagian dari subrumpun Oseanik dari rumpun bahasa Austronesia, bahasa ini berkerabat dekat dengan bahasa Rarotonga (Kepulauan Cook) dan Tahiti, berkerabat sedikit lebih jauh dengan bahasa Hawaii, dan lebih jauh lagi dengan bahasa Samoa dan Tonga.

Sejarah

Sejak datangnya suku Maori ke Selandia Baru hingga sebelum masa kolonialisasi oleh Imperium Britania Raya, bahasa Maori merupakan bahasa yang dominan di wilayah tersebut. Mulai tahun 1860-an, bahasa Maori mulai terdesak oleh bahasa Inggris yang dibawa oleh para pemukim dari Britania Raya, yang terdiri dari misionaris, pencari emas dan pedagang. Di akhir abad ke-19, sistem pendidikan Britania Raya mulai diperkenalkan bagi seluruh penduduk Selandia Baru, dan dari tahun 1880-an penggunaan bahasa Maori di sekolah dilarang. Semakin banyak suku Maori yang belajar bahasa Inggris karena keharusan dan karena prestise dan kesempatan yang didapatkan dari kemampuan berbahasa Inggris. Namun, sampai masa Perang Dunia II, banyak suku Maori masih menggunakan bahasa Maori sebagai bahasa ibu. Pada zaman itu, bahasa Maori digunakan saat beribadah di gereja, di rumah, untuk pertemuan-pertemuan politik dan banyak koran diterbitkan dalam bahasa ini.

Bahkan hingga tahun 1930-an, anggota parlemen dari kalangan Maori dirugikan karena hingga zaman itu, semua pertemuan di parlemen Selandia Baru hanya menggunakan bahasa Inggris. Dalam periode ini, jumlah penutur bahasa Maori menurun drastis hingga pada tahun 1980-an, kurang dari 20% dari suku Maori bisa berbahasa Maori dengan cukup baik seperti layaknya sebagai bahasa ibu. Bahkan dari jumlah tersebut, banyak yang tidak menggunakan bahasa Maori di rumahnya lagi.

Mulai tahun 1980an, para pemimpin suku Maori mulai menyadari bahaya hilangnya bahasa mereka, yang dapat berakibat buruk pada identitas budaya suku Maori. Kebudayaan Maori yang mulai pupus dicoba diangkat melalui program-program yang salah satu bagian utamanya adalah program penghidupan kembali bahasa Maori. Program-program tersebut antara lain gerakan Kōhanga Reo yang mengajarkan bahasa Maori sejak dini hingga usia sekolah. Program ini kemudian diikuti dengan pendirian Kura kaupapa Māori, sekolah dasar dalam bahasa Maori.

Klasifikasi

250px-EPnMajorGroups.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Subgrup besar dari rumpun bahasa Polinesia Timur

Bahasa Maori termasuk dalam rumpun bahasa Polinesia. Ahli bahasa mengklasifikasikan bahasa ini ke dalam golongan bahasa Polinesia Timur, subgroup bahasa-bahasa Tahiti, yang mencakup bahasa Rarotonga yang digunakan di Kepulauan Cook, bahasa Tahiti yang digunakan di Tahiti. Bahasa ini juga berhubungan erat dengan bahasa Hawaii dan bahasa Rapa Nui yang digunakan di Pulau Paskah. Walaupun bahasa-bahasa Polinesia ini berkerabat dekat, bahasa-bahasa tersebut bukan sekadar dialek dari satu bahasa yang sama, melainkan benar-benar bahasa yang berbeda. Bahasa-bahasa tersebut sudah terpisah dan berkembang sendiri-sendiri selama berabad-abad, sehingga kecil kemungkinan penutur satu bahasa Polinesia dapat mengerti bahasa Polinesia lainnya. Namun, sejarah mencatat bahwa dalam perjalanannya ke Selandia Baru di akhir abad ke-18, Kapten James Cook dapat berkomunikasi secara efektif dengan suku Maori menggunakan penerjemah suku Tahiti.

Persebaran geografis

Pada dasarnya, bahasa Maori hanya digunakan di Selandia Baru. Penggunanya mencapai 100.000 orang, hampir semuanya keturunan Maori. Perkiraan jumlah penuturnya bervariasi: sensus penduduk tahun 1996 mencatat ada 160.000 orang, sementara perkiraan lain menyebutkan jumlah yang lebih rendah hingga hanya 50.000. Tingkat kemahiran orang-orang yang mengaku bisa berbahasa Maori tidak diketahui. Orang yang hanya bisa berbahasa Maori kemungkinan hanya sedikit sekali jumlahnya, berkisar belasan orang. Tetapi, cukup banyak orang yang belajar bahasa Maori lebih dahulu sebelum bahasa Inggris, karena bahasa Maori bertahan sebagai bahasa komunitas di beberapa pemukiman terpencil di daerah Northland, Uruwera dan East Cape. Bahasa Maori dapat dikatakan berhenti menjadi bahasa yang hidup di masyarakat sejak zaman pasca perang, ketika terjadi urbanisasi besar-besaran populasi Maori ke kota-kota.

Struktur

Bunyi

Vokal

Depan Madya Belakang
Tertutup i iː
i ī
u uː
u ū
Setengah Tertutup e eː
e ē
o oː
o ō
Terbuka a aː
a ā

Bagi orang awam: bahasa Maori memiliki lima vokal pendek seperti pada bahasa Indonesia (a, e, i, o, u) dengan "e" teleng seperti pada kata "bebek" (bukan "e" pepet seperti pada "ketam"). Selain itu, bahasa Maori memiliki lima vokal panjang seperti pada bahasa Italia dan Jepang. Bunyi vokal panjang ini pada masa kini umumnya dilambangkan dengan garis makron di atas vokal yang dipanjangkan (contoh: "a" menjadi "ā"). Semua vokal dapat digunakan berpasangan kecuali "uo". Bunyi vokal bahasa Maori umumnya relatif sulit bagi penutur bahasa Inggris tetapi bagi penutur bahasa Indonesia/Melayu, kesulitan yang berarti mungkin hanya membedakan antara vokal pendek dan panjang.

Konsonan

Dwibibir Rongga-Gigi Langit-langit Belakang Celah-Suara
Letup p
p
t
t
k
k
Geser ɸ
wh
h
h
Sengau m
m
n
n
ŋ
ng
Sentuhan ɾ
r
Semivokal w
w

Umumnya, pelafalan konsonan dalam bahasa Maori mirip dengan bahasa Indonesia/Melayu, termasuk dalam pelafalan konsonan <ng>. Konsonan <wh> diucapkan secara bervariasi, tetapi umumnya dilafalkan seperti bunyi "f" atau "h" yang lemah, dengan posisi bibir atas dan bawah saling bertemu (dwibibir). Pada masa kini, banyak juga yang mengucapkannya persis seperti huruf "f" saja (bibir-gigi). Bahasa Maori juga tidak mengenal konsonan "L" sama seperti bahasa Jepang, sehingga semua suku kata yang mengandung konsonan L dalam bahasa Polinesia, konsonan L tersebut selalu berubah menjadi konsonan R dalam bahasa Maori.

Suku kata

Suku kata dalam bahasa Maori memiliki bentuk V, VV, KV atau KVV. Dua bunyi konsonan tidak didapati berturutan (ng dan wh adalah masing-masing satu bunyi konsonan), dan tidak ada suku kata yang berakhir dengan konsonan. (Aturan ini diterapkan pada transliterasi nama-nama dari bahasa asing, seperti Perehipeteriana "Presbiterian". Semua kombinasi KV digunakan kecuali who, wo, wu dan whu yang hanya muncul pada beberapa kata serapan dari bahasa Inggris seperti wuru "wol" dan whutoporo "sepak bola" (dari kata football).

Kosakata bahasa Maori relatif terbatas; hampir semua kata-kata pendek (1-4 huruf) yang mungkin dibuat sudah memiliki arti, sehingga pengucapan yang jelas sangat penting.

Dialek

Dialek dalam bahasa Maori tidak menghalangi kemampuan untuk saling mengerti pembicaraan masing-masing pengguna dialek. Ada variasi regional dalam pelafalan dan aksen, tetapi pada dasarnya bahasa Maori adalah satu bahasa yang sama di seluruh negeri.

Perbedaan pelafalan yang utama adalah:

  • suku-suku (iwi) di Whanganui dan Taranaki tidak menggunakan huruf h atau menggantinya dengan bunyi hamzah/konsonan letup celah-suara; mereka juga mengganti bunyi wh dengan w saja
  • suku Tuhoe dan sebagian orang di daerah Eastern Bay of Plenty mengucapkan ng sebagai n
  • di sebagian daerah ujung utara P. Utara, lafal wh lebih bilabial daripada di daerah lain
  • di daerah selatan P. Selatan, digunakan varian bahasa Maori dialek Kāi Tahu

Sistem tulisan

Tidak ada sistem tulisan asli bahasa Maori. Para misionaris lah yang pertama kali mencoba menuliskan bahasa ini menggunakan aksara Latin sejak 1814. Pada tahun 1820, Profesor Samual Lee dari Universitas Cambridge bekerjasama dengan seorang kepala suku bernama Hongi Hika dan saudara mudanya Waikato untuk membuat sistem tulisan bahasa Maori secara sistematis. Usaha mereka menggunakan ejaan fonetis berhasil dengan sukses, dan bahasa tulis Maori tidak banyak berubah sejak saat itu. Perubahan kecil yang dibuat kemudian hanyalah pembedaan tulisan untuk bunyi w dan wh serta penambahan garis makron di akhir abad ke-19, walaupun penggunaan garis makron secara umum baru mulai terbiasakan pada abad ke-20. Melek huruf menjadi konsep baru yang menarik yang disambut gembira oleh suku Maori. Para misionaris melaporkan bahwa pada tahun 1820-an, suku Maori di seantero negeri saling mengajarkan baca tulis satu sama lain, menggunakan peralatan seadanya seperti daun dan arang, pahatan kayu, dan kulit binatang, bila kertas tidak tersedia.

Status resmi

Bahasa Maori memiliki status bahasa resmi (bersama dengan bahasa Inggris) di Selandia Baru. Kebanyakan lembaga pemerintahan dan departemen kini memiliki nama dalam bahasa Maori juga, seperti Te Tari Taiwhenua "Departemen Dalam Negeri", Te Papa Atawhai "Departemen Lingkungan Hidup (Konservasi)". Kantor pemerintah lokal dan perpustakaan umum memasang tanda-tanda dalam dua bahasa. Kantor pos juga mengenali nama tempat dalam bahasa Maori sebagai alamat surat. Pendanaan dari negara untuk pengajaran bahasa Maori memastikan bahwa bahasa ini dapat dipelajari sebagai mata pelajaran pilihan di semua sekolah negeri dan sejak bulan Maret 2004, sebuah program televisi Maori yang beberapa siarannya menggunakan bahasa Maori mulai mendapatkan dana dari pemerintah. Pada masa kini, orang menganggap bahwa pelestarian bahasa adalah tanggung jawab pemerintah, sebagai bagian dari interpretasi atas Perjanjian Waitangi. Masih terlalu dini untuk menilai apakah usaha-usaha menghidupkan kembali bahasa ini sudah berhasil.

Pekan Bahasa Maori

Hari Bahasa Maori adalah sebuah program inisiatif dari kelompok aktivis Ngā Tamatoa pada tahun 1970an. Gerakan ini kemudian berkembang menjadi Pekan Bahasa Maori yang kini diperingati setiap tahun di minggu terakhir bulan Juli.

Referensi

  • Biggs, Bruce (1994). Does Maori have a closest relative? In Sutton (Ed.)(1994), pp. 96–-105.
  • Biggs, Bruce (1998). Let's Learn Maori. Auckland: Auckland University Press.
  • Clark, Ross (1994). Moriori and Maori: The Linguistic Evidence. In Sutton (Ed.)(1994), pp. 123–-135.
  • Harlow, Ray (1994). Maori Dialectology and the Settlement of New Zealand. In Sutton (Ed.)(1994), pp. 106–-122.
  • Sutton, Douglas G. (Ed.) (1994), The Origins of the First New Zealanders. Auckland: Auckland University Press.

Pranala luar

  1. ↑ https://www.stats.govt.nz/news/census-results-reflect-aotearoa-new-zealands-diversity. Diakses tanggal 14 Mei 2025. {{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. ↑ "Bahasa Maori". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan