Rabu, 14 Oktober 2026
18:41 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Demam kataral malignan

Demam kataral malignan

Bagikan:
60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Demam kataral malignan
Nama lainMalignant catarrhal fever (MCF), gangrenous coryza, snotziekte, penyakit ingusan
250px-Cat%C3%A5re_mal%C3%A9n_schoume_fene_pea_nez_efouw%C3%AAye.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanda klinis MCF yang meliputi liur berbusa dan radang difus pada rongga hidung
SpesialisasiKedokteran hewan
JenisMCF terasosiasi wildebeest (WA-MCF) dan MCF terasosiasi domba (SA-MCF)
PenyebabAlcelaphine gammaherpesvirus 1 (AlHV-1) dan Ovine gammaherpesvirus 2 (OvHV-2)

Demam kataral malignan (bahasa Inggris:malignant catarrhal fever, disingkat MCF) adalah penyakit hewan menular yang bersifat limfoproliferatif,[1] pada ruminansia yang disebabkan oleh sekelompok virus herpes gama pada ruminansia, termasuk Alcelaphine gammaherpesvirus 1 (AlHV-1)[2] dan Ovine gammaherpesvirus 2 (OvHV-2).[1][3] Virus-virus ini menyebabkan infeksi yang tidak jelas pada inang reservoir mereka (domba dengan OvHV-2 dan rusa kutub dengan AlHV-1), tetapi biasanya berakibat fatal pada sapi dan ungulata lain seperti rusa, antelop, dan bovinae.[2] Di Afrika bagian selatan, penyakit ini dikenal sebagai snotsiekte, dari bahasa Afrikaans.[4][5]

Demam kataral malignan sapi merupakan penyakit penting ketika hewan reservoir dan hewan yang rentan bercampur. Ada masalah khusus jika infeksi terjadi pada sapi bali di Indonesia,[6] bison di Amerika Serikat,[7] dan di kawanan penggembala di Afrika bagian timur dan selatan.[8][9]

Wabah penyakit pada sapi biasanya bersifat sporadis meskipun infeksi hingga 40% dari kawanan telah dilaporkan. Penjelasan untuk hal ini tidak diketahui. Beberapa spesies tampaknya sangat rentan, misalnya rusa Pére David,[10] sapi bali,[6] dan bison,[7] dengan banyak rusa mati dalam waktu 48 jam setelah kemunculan tanda klinis pertama dan bison dalam tiga hari.[1][11] Sebaliknya, sapi yang telah pulih dari infeksi biasanya akan bertahan hidup seminggu atau lebih.[12]

Referensi

  1. 1 2 3 o'Toole, D.; Li, H. (2014). "The Pathology of Malignant Catarrhal Fever, with an Emphasis on Ovine Herpesvirus 2". Veterinary Pathology. 51 (2): 437–452. doi:10.1177/0300985813520435. PMID 24503439.
  2. 1 2 Plowright, W.; Ferris, R. D.; Scott, G. R. (1960). "Blue Wildebeest and the Ætiological Agent of Bovine Malignant Catarrhal Fever". Nature. 188 (4757): 1167–1169. Bibcode:1960Natur.188.1167P. doi:10.1038/1881167a0. PMID 13736396.
  3. ↑ Schultheiss, Patricia C.; Collins, James K.; Spraker, Terry R.; Demartini, James C. (2000). "Epizootic Malignant Catarrhal Fever in Three Bison Herds: Differences from Cattle and Association with Ovine Herpesvirus-2". Journal of Veterinary Diagnostic Investigation. 12 (6): 497–502. doi:10.1177/104063870001200602. PMID 11108448.
  4. ↑ Elizabeth S. Williams; Ian K. Barker (28 Februari 2008). Infectious Diseases of Wild Mammals. John Wiley & Sons. hlm. 157–. ISBN 978-0-470-34481-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Lee Merriam Talbot; Martha H. Talbot (1963). The Wildebeest in Western Masailand, East Africa. National Academies. hlm. 52–. NAP:13180.
  6. 1 2 Wiyono, A.; Baxter, S. I.; Saepulloh, M.; Damayanti, R.; Daniels, P.; Reid, H. W. (1994). "PCR detection of ovine herpesvirus-2 DNA in Indonesian ruminants--normal sheep and clinical cases of malignant catarrhal fever". Veterinary Microbiology. 42 (1): 45–52. doi:10.1016/0378-1135(94)90076-0. PMID 7839584.
  7. 1 2 Berezowski, John Andrew; Appleyard, Greg D.; Crawford, Timothy B.; Haigh, Jerry; Li, Hong; Middleton, Dorothy M.; O'Connor, Brendan P.; West, Keith; Woodbury, Murray (2005). "An Outbreak of Sheep-Associated Malignant Catarrhal Fever in Bison (Bison Bison) after Exposure to Sheep at a Public Auction Sale". Journal of Veterinary Diagnostic Investigation. 17 (1): 55–58. doi:10.1177/104063870501700110. PMID 15690951.
  8. ↑ "Assessing the impact of Malignant Catarrhal Fever in Ngorongoro District, Tanzania. A study commissioned by the Animal Health Programme, DFID".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  9. ↑ Bedelian, Claire; Nkedianye, David; Herrero, Mario (2007). "Maasai perception of the impact and incidence of malignant catarrhal fever (MCF) in southern Kenya". Preventive Veterinary Medicine. 78 (3–4): 296–316. doi:10.1016/j.prevetmed.2006.10.012. PMID 17123651.
  10. ↑ Orr, M.B.; MacKintosh, C.G. (1988). "An outbreak of malignant catarrhal fever in Père David's deer (Elaphurus davidianus)". New Zealand Veterinary Journal. 36 (1): 19–21. doi:10.1080/00480169.1988.35466. PMID 16031426.
  11. ↑ O'Toole, D.; Li, H.; Sourk, C.; Montgomery, D. L.; Crawford, T. B. (2002). "Malignant Catarrhal Fever in a Bison (Bison Bison) Feedlot, 1993–2000". Journal of Veterinary Diagnostic Investigation. 14 (3): 183–193. doi:10.1177/104063870201400301. PMID 12033673.
  12. ↑ Holliman, A.; Daniel, R.; Twomey, D. F.; Barnett, J.; Scholes, S.; Willoughby, K.; Russell, G. (2007). "Malignant catarrhal fever in cattle in the UK". Veterinary Record. 161 (14): 494–495. doi:10.1136/vr.161.14.494-e. PMID 17921444.

Pranala luar

HPHK Golongan I
Penyakit prion
Penyakit viral
Penyakit bakterial
Penyakit parasitik
HPHK Golongan II
Penyakit viral
Penyakit bakterial
Penyakit fungal
Penyakit parasitik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan