Minggu, 20 September 2026
15:46 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Erisipelas

Erisipelas

ersipelas

Erisipelas
250px-Facial_erysipelas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Erisipelas di wajah akibat Streptococcus
Pelafalan
SpesialisasiDermatologi, penyakit menular

Erisipelas adalah infeksi akut berupa bercak di kulit yang biasanya muncul di tungkai kaki, tangan, muka, dan jari-jari.[1] Erisipelas merupakan infeksi di lapisan atas kulit yang biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus.[2] Individu yang terkena infeksi ini biasanya juga mengalami gejala berupa demam tinggi, tremor, rasa mengigil, rasa lelah, sakit kepala, dan muntah.

Penyakit ini paling sering muncul pada orang tua, bayi, dan anak-anak. Orang yang mengalami gangguan imun, diabetes, dan kecanduan alkohol juga menghadapi risiko yang lebih tinggi.

Infeksi ini biasanya diobati dengan menggunakan antibiotik seperti penisilin, klindamisin, atau eritomisin. Walaupun gejala-gejalanya bisa hilang dalam satu atau dua hari, kulit membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu untuk kembali normal.

Pada hewan, erisipelas adalah penyakit yang dipicu oleh infeksi bakteri Erysipelothrix rhusiopathiae. Erysipelothrix rhusiopathiae juga dapat menyerang manusia, tetapi infeksi ini memiliki sebutan lain, yaitu erisipeloid.

Catatan kaki

  1. Bisno AL, Stevens DL (Januari 1996). "Streptococcal infections of skin and soft tissues". The New England Journal of Medicine. 334 (4): 240–5. doi:10.1056/NEJM199601253340407. PMID 8532002.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Krasagakis K, Samonis G, Maniatakis P, Georgala S, Tosca A (2006). "Bullous erysipelas: clinical presentation, staphylococcal involvement and methicillin resistance". Dermatology. 212 (1): 31–5. doi:10.1159/000089019. PMID 16319471.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Erysipelas.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan