Jumat, 25 September 2026
01:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Pebrin

Pebrin

penyakit pada ngengat sutra

Pebrin
Nama lainPébrine
250px-Matured_Silkworm_Just_before_Spinning.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ulat (fase larva) dari ngengat sutra
SpesialisasiPenyakit menular, kedokteran hewan
PenyebabNosema bombycis
Metode diagnostikPemeriksaan mikroskopis, ELISA, PCR
PencegahanTindakan karantina

Pebrin (bahasa Prancis:Pébrine) adalah penyakit pada ngengat sutra yang disebabkan oleh Nosema bombycis, salah satu spesies Microsporidia yang bersifat parasitik. Penyakit ini pertama kali diketahui oleh Louis Pasteur pada abad ke-19 saat industri sutra di Eropa mengalami kerugian besar.[1][2]

N. bombycis dapat menyerang semua fase kehidupan ngengat sutra, mulai dari telur hingga bentuk dewasa. Telur yang terinfeksi bentuknya tak beraturan dan dapat mengalami kematian. Larva yang terinfeksi bisa saja tak menunjukkan tanda klinis. Namun, setelah infeksi berlangsung cukup lama, larva akan mengalami hambatan pertumbuhan dan pergantian kulit yang tak lengkap, tubuhnya terlihat pucat, lunak, dan ditutupi bintik-bintik cokelat tua, serta tak mampu memintal sutra. Fase kepompong terlihat membengkak dengan perut tidak berkilau dan melunak. Kepompong bisa saja gagal bermetamorfosis menjadi ngengat dewasa. Sementara itu, infeksi pada ngengat dewasa mengakibatkan sayap dan antena yang cacat, serta kemampuan reproduksi dan produksi telur yang buruk.[3][4]

Pebrin didiagnosis dengan mendeteksi spora N. bombycis melalui pemeriksaan mikroskopis. Pengujian berbasis imunologi seperti ELISA dan berbasis asam nukleat seperti reaksi berantai polimerase juga dilakukan untuk meningkatkan akurasi dan memudahkan diagnosis.[5] Karena sifatnya yang sangat merugikan, pebrin merupakan satu-satunya penyakit ngengat sutra yang memerlukan karantina.[5] Di Indonesia, penyakit ini digolongkan sebagai hama dan penyakit hewan karantina yang dicegah penyebarannya.[6] Pengendalian penyakit dilakukan dengan pengawasan dan pemeriksaan rutin, baik pada induk maupun telur ngengat karena pebrin dapat ditularkan secara vertikal dari induk ke telurnya. Telur yang didatangkan sebagai bibit perlu diuji dan disertifikasi sebagai tindakan preventif.[7] Beberapa penelitian melaporkan bahwa pemanasan dapat menurunkan tingkat infeksi N. bombycis.[4]

Referensi

  1. ↑ Pan, Guoqing; Xu, Jinshan; Li, Tian; Xia, Qingyou; Liu, Shao-Lun; Zhang, Guojie; Li, Songgang; Li, Chunfeng; Liu, Handeng (2013). "Comparative genomics of parasitic silkworm microsporidia reveal an association between genome expansion and host adaptation". BMC Genomics. 14 (1): 186. doi:10.1186/1471-2164-14-186. ISSN 1471-2164. PMC 3614468. PMID 23496955.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  2. ↑ Smith, Tracy (1999). "Pasteur and insect pathogens". Nature Structural Biology. 6 (8): 720–720. doi:10.1038/11483.
  3. ↑ James, Rosalind R.; Li, Zengzhi (2012). From Silkworms to Bees. Elsevier. hlm. 425–459. doi:10.1016/b978-0-12-384984-7.00012-9. ISBN 978-0-12-384984-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 Singh, Tribhuwan; Saratchandr, Beera (2003). "Microsporidian Disease of the Silkworm, Bombyx mori L. (Lepidoptera: Bombycidae)". International Journal of Industrial Entomology. 6 (1): 1–9. ISSN 1598-3579.
  5. 1 2 Chandrakanth, Nalavadi; Makwana, Pooja; Satish, Lokanath; Rabha, Mihir; Sivaprasad, Vankadara (2021). Molecular approaches for detection of pebrine disease in sericulture (dalam bahasa Inggris). Vol. 49. Elsevier. hlm. 47–77. doi:10.1016/bs.mim.2021.04.004. ISBN 978-0-12-821145-8.
  6. ↑ Kementerian Pertanian RI (2009), Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3238/Kpts/PD.630/9/2009 tentang Penggolongan Jenis-Jenis Hama Penyakit Hewan Karantina, Penggolongan dan Klasifikasi Media Pembawa (PDF), Berita Negara RI Tahun 2009 Nomor 307, Jakarta: Kementerian Pertanian RI, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-06-07, diakses tanggal 2019-06-07
  7. ↑ Nuraeni, Sitti (2016). "Deteksi Molekuler Patogen Ulatsutera (Bombyx mori L) Pasca Epidemi Penyakit Pebrin (Tahun 2010-2014)". BioWallacea. 2 (3): 161–166.

Bacaan lanjutan

HPHK Golongan I
Penyakit prion
Penyakit viral
Penyakit bakterial
Penyakit parasitik
HPHK Golongan II
Penyakit viral
Penyakit bakterial
Penyakit fungal
Penyakit parasitik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan