Senin, 21 September 2026
00:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Dae Inseon

Dae Inseon merupakan seorang raja di Kerajaan Balhae, (906 – 926) sebuah kerajaan di timur laut Asia yang menguasai bagian-bagian Manchuria, sebelah utara Korea, dan Timur Jauh Rusia. Dae Inseon juga merupakan raja terakhir Balhae. Ia dan pasukannya didorong dan akhirnya dikalahkan oleh Khitan.

Dae Inseon
Nama Tionghoa
Hanzi: 大諲譔
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Dà Yīnzhuàn
Nama Korea
Hangul: 대인선
Hanja: 大諲譔
Alih aksara
- Romanisasi: Dae Inseon
- McCune-Reischauer: Tae Insŏn

Saat-saat Terakhir

Hidupnya terletak di jalur yang berubah dengan cepat. Dalam masalah Silla, banyak nobel yang mulai menolak untuk mengikuti atasannya dan pemberontak berkumpul di seluruh wilayah. Sebagai tambahan, Tang menghadapi krisis yang serius yang disebabkan oleh An Lushan dan beberapa rakyat biasa. Kemudian, Zhu Wen mengambil posisi yang terpenting dan mendirikan Dinasti Liang Akhir.

Ae mengkonsentrasikan segala cara untuk meningkatkan defensif yang kuat melawan tenaga berkuasa yang baru dan datang untuk mendesak persahabatan baru - Dinasti Goryeo. Namun, hasilnya tidak kuat karena konflik yang terus-menerus terjadi antara para bangsawan yang hanya mencari tahta berikutnya dengan bersemangat.

Tapi persoalan yang sebenarnya adalah dari bangsa Khitan yang mengembangkan kekuasaan mereka di Manchuria. Bangsa Khitan mendirikan sebuah negara yang bernama Dinasti Liao, yang habis dibabat namadisme masa lalu dan status masyarakat kecil. Akhirnya, Liao menyerang pada tahun 925 dan benteng Holhan yang merupakan 5 kota yang paling penting di dalam era tersebut direbut hanya dalam waktu 10 hari. Pada tahun 926, Balhae jatuh.

Kelanjutan

Balhae secara penuh diambil alih oleh Bangsa Khitan, yang mendirikan Kerajaan Dongdan. Rakyat Balhae bersama-sama bangkit untuk menentang pemimpin Khitan mereka yang baru, dan banyak gerakan kebangkitan yang terjadi selama jangka waktu seratus tahun . Yang pertama dari gerakan-gerakan kebangkitan tersebut adalah Balhae Akhir, yang didirikan oleh Keluarga Kerajaan Balhae.

Didahului oleh:
Dae Wihae
Penguasa Balhae
906 – 926
Diteruskan oleh:
Klan Dae
(Balhae Akhir)
Dinasti Liao
925 – 926
Diteruskan oleh:
Yelu Bei
(Kerajaan Dongdan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan