Rabu, 28 Oktober 2026
06:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Dinasti Liao

Dinasti Liao

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Dinasti Liao" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Liao
遼
916–1125
Daerah Dinasti Liao (warna ungu)
Daerah Dinasti Liao (warna ungu)
Ibu kotaShangjing
Agama Tengrisme, Buddhisme, Taoisme, Konfusianisme, Kepercayaan tradisional Tiongkok
PemerintahanMonarki
Khan kemudian Kaisar 
• 916-926
Taizu (pertama)
• 1101-1125
Tianzuo (terakhir)
LegislatifKurultai (dihapuskan jika mengambil gelar kaisar)
Sejarah 
• Abaoji dipilih menjadi ketua suku
907
• Didirikan
916
• Kaisar Tianzuo ditawan
1125 1125
Luas
2.600.000 km2 (1.000.000 sq mi)
Populasi
• 
9,000,000
Mata uangMata uang Tiongkok, syiling China, syiling tembaga dll.
Didahului olehDigantikan oleh
Bangsa Khitan
Balhae
ksrKekaisaran
Uyghur
dnsDinasti
Jin (1115–1234)
Kekhanan Kara-Khitan
Khamag Mongol

Dinasti Liao (Hanzi: 辽国 atau 遼朝, hanyu pinyin: Liao Chao) (916 - 1125) adalah sebuah dinasti yang didirikan oleh bangsa Khitan (Hanzi: 契丹, hanyu pinyin: Qidan), sebuah bangsa minoritas di sebelah utara Tiongkok yang tepatnya adalah wilayah Manchuria sekarang.

Dinasti ini didirikan oleh faksi Yelü dari suku Khitan pada tahun sama setelah kejatuhan dinasti Tang yang runtuh pada tahun 907, tetapi penguasa pertamanya, Yelü Abaoji, tidak mendeklarasikan nama ini pada era beliau sampai tahun 916.

Nama

Meskipun pada awalnya dikenal sebagai Kekaisaran Khitan, Kaisar Yelü Ruan secara resmi menggunakan nama "Liao" (sebelumnya "Liao Raya") pada tahun 947. Nama "Liao" kemudian dihapuskan pada tahun 983, tetapi digunakan kembali pada tahun 1066. Nama dalam bahasa Inggris, yaitu Cathay, diterbitkan dari nama Khitan. nama ini juga asal kata Rusia untuk Tiongkok, Китай atau Kitay, dan dalam beberapa bahasa Eropa Timur lainnya.

Kekaisaran Liao dihancurkan oleh suku Jurchen dari Kekaisaran Jin pada tahun 1125. Namun, sisa penduduknya dipimpin oleh Yelü Dashi mendirikan Dinasti Xi Liao (barat) pada 1125-1220, juga dikenal sebagai Kekhanan Kara-Khitan, yang ada sampai kedatangan Jenghiz Khan dan tentara Mongolia.

Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Tiongkok
ZAMAN KUNO
Neolitikum ±8500 – ±2070 SM
Tiga Maharaja dan Lima Kaisar
±6000 – ±4000 SM
Dinasti Xia ±2070 – ±1600 SM
Dinasti Shang ±1600 – ±1046 SM
Dinasti Zhou ±1046 – 256 SM
 Zhou Barat ±1046 – 771 SM
 Zhou Timur 770 - 256 SM
   Zaman Musim Semi dan Gugur 770 - 476 SM
   Periode Negara Perang 476 - 221 SM
ZAMAN KEKAISARAN
Dinasti Qin 221–206 SM
Dinasti Han 206 SM – 220 M
  Han Barat 206 SM – 8 M
  Dinasti Xin 8-23
  Han Timur 23-220
Tiga Negara 220–280
  Wei, Shu, dan Wu
Dinasti Jin (晉) 265–420
  Jin Barat (西晋)
265-316
  Jin Timur (东晋)
317-420
Enam Belas Negara
304-439
Dinasti Selatan dan Utara
420–589
Dinasti Sui 581–618
Dinasti Tang 618–907
  (Dinasti Zhou Kedua 690–705)
Lima Dinasti dan
Sepuluh Negara

907–960
Dinasti Liao
907–1125
Dinasti Song
960–1279
  Song Utara
960-1127
Xia Barat
1038-1227
  Song Selatan
1127-1279
Jin (金)
1115-1234
Dinasti Yuan 1271–1368
Dinasti Ming 1368–1644
Dinasti Qing 1644–1911
ZAMAN MODERN
Republik Tiongkok
1912–1949 di Tiongkok Daratan
Republik Rakyat
Tiongkok

1949–kini
Republik
Tiongkok di Taiwan

1949–kini di Taiwan


40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan