Sabtu, 03 Oktober 2026
12:45 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Balhae Akhir

Bagikan:

Balhae Akhir (927 - 935?, 1003?, 1007?, 1114?) didirikan pada tahun 927, oleh Keluarga Kerajaan Dae. Merupakan yang pertama segera dari negara-negara penerus Balhae setelah jatuh ke tangan bangsa Khitan pada tahun 926. Balhae Akhir dipimpin oleh klan Dae, tetapi akhirnya diambil oleh Yeol Manhwa.

Sejarah

Balhae Akhir memulainya sebagai suatu upaya oleh para bekas sisa Aristokrasi Balhae untuk menunjuk raja yang baru ke atas tahta Balhae dan membangkitkan kembali negara itu. Rakyat Balhae yang dikuasai segera mulai memberontak melawan bangsa Khitan dan masalah ini mulai menyimpang di luar kendali bagi Kerajaan Dongran.

Mulai tahun 927, bangsa Khitan mulai memburu dan mengeksekusi seluruh anggota keluarga kerajaan dengan harapan untuk menghancurkan kesempatan yang ada untuk menunjuk raja atau ratu yang baru yang akan naik keatas tahta Balhae. Namun, beberapa anggota dari keluarga kerajaan selamat. Di antara mereka merupakan Putra Mahkota Dae Gwang-hyeon. Putra Mahkota memimpin pengungsi Balhae, kebanyakan bekas rakyat Goguryeo, dan melarikan diri ke tetangga di bagian selatan, Goryeo, dimana Kaisar yang baru naik tahta Taejo dari Goryeo menerima mereka dengan tangan terbuka. Klan Dae, bagaimanapun juga mempersatukan kelompok perlawanan di bagian barat Sungai Amnok dan mendirikan "Balhae Akhir" di Benteng Holhan pada tahun 927.

Namun, Jenderal Yeol Manhwa merampasnya di dalam sebuah kudeta dan mendirikan Kerajaan Jeong-an pada tahun 935.

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan