Senin, 21 September 2026
05:36 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Crixus

Crixus

250px-Jean-Leon_Gerome_Pollice_Verso.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adalah pemimpin pemberontak pada perang Budha ke-3 bersama Spartacus dan oenomous. Dia adalah orang Galia dan pernah bertempur demi sukunya, yaitu suku alobroges, melawan Romawi hingga akhirnya ditangkap dan didirikan budak titik Dia kemudian menjadi Gladiator di captua budak selama beberapa tahun sebelum kemudian memberontak titik Setelah meraih beberapa kesuksesan awal, terjadi perbedaan pendapat antara serius dan spartacus.

Crixus ("yang berambut keriting," meninggal 72 SM) adalah pemimpin pemberontakan pada Perang Budak Ketiga, bersama Spartacus dan Oenomaus.

Dia adalah orang Galia dan pernah bertempur demi sukunya, yaitu suku Allobroges, melawan Romawi hingga akhirnya ditangkap dan dijadikan budak. Dia kemudian menjadi gladiator di Capua selama beberapa tahun sebelum kemudian memberontak.

Setelah meraih beberapa kesuksesan awal, terjadi perbedaan pendapat antara Crixus dan Spartacus. Spartacus ingin membawa para budak ke tempat asal mereka di Galia dan Balkan, sedangkan Crixus ingin tetap melakukan penjarahan di Romawi dan tetap bertahan di Italia selatan. Keduanya akhirnya berpisah jalan bersama pengikut masing-masing.

Pada musim semi tahun 72 SM, Crixus bersama pasukannya, yang terdiri atas 30.000 orang Jermanik dan Kelt, dikalahkan oleh pasukan Romawi di bawah konsul Lucius Gellius Publicola.[1] Untuk mengenang Crixus, Spartacus memerintahkan 300 tawanan Romawi untuk saling bertarung hingga mati, seperti pertarungan gladiator.[2]

Catatan kaki

  1. Appianos. 1.116. Livius, Periochae 96, an earlier source, gives Crixus only 20,000 followers.
  2. cf. Appian, Civil Wars 117 with Florus, Epitome 2.8.20; Bradley 121
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan