Kamis, 05 November 2026
01:50 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Cornelis van der Lijn

Cornelis van der Lijn

Bagikan:
Cornelis van der Lijn
250px-Cornelis_van_der_Lijn.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Cornelis van der Lijn
Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-10
Masa jabatan
19 April 1645–7 Oktober 1650
PendahuluAntonio van Diemen
PenggantiCarel Reyniersz
Informasi pribadi
Lahir1608
Meninggal27 Juli 1679(1679-07-27) (umur 70–71)
PekerjaanGubernur Kolonial

Cornelis van der Lijn (lahir di Alkmaar, 1608 - meninggal di Alkmaar, 1679 pada umur 71 tahun), adalah Gubernur-Jenderal Hindia Belanda yang ke 10. Ia memerintah antara tahun 1645 – 1650.

Kehidupan Awal

Van der Lijn lahir di Alkmaar tahun 1608. Ia menikahi seorang wanita kelahiran Belanda bernama Levina Polet. Pada tahun 1627, ia diangkat menjadi asisten (bahasa Belanda: assistent) di Batavia. Beberapa jabatan pernah dipegangnya seperti boekhouder-generaal (akuntan ketua), Raad extra-oridinair (Konsul luar biasa) dari Dewan Hindia. Pada tahun 1640 ia menjabat presiden dari Schepenrechtbank (semacam pengadilan maritim). Dan pada tahun selanjutnya, ia menjadi Raad ordinair (konsul penuh).[1][2]

Masa Kepemimpinan

Sesaat sebelum kematiaanya, Gubernur van Diemen memanggil seluruh anggota Dewan Hindia untuk membicarakan siapa yang akan menggantikannya untuk menjadi gubernur jenderal. Dalam pembicaraan itu van der Lijn menjadi yang terpilih, walaupun para penguasa di Belanda banyak yang tidak menyetujui penunjukkan ini.

Van der Lijn bukan merupakan pemimpin yang kuat. Kepemimpinannya berbeda jauh dengan van Diemen. Pengaruhnya di VOC tidak sebesar saat van Diemen menjadi Gubernur Jenderal, tetapi walaupun begitu ada beberapa prestasi yang bisa dicapai selama kepemimpinannya. Yang dilakukannya pertama adalah memperkuat posisi VOC di Semenanjung Malaya dengan mendirikan pos di Perak. Van der Lijn juga dengan jeli melihat adanya peluang menguasai Jawa saat mengetahui bahwa Sultan Agung meninggal dunia. Pada tahun 1646 dan digantikan oleh Amangkurat I. Mengetahui bahwa pemimpin Mataram yang baru ini tidak sekeras Sultan Agung, maka pada tanggal 24 September 1646, dia mengajak Mataram berdamai dan diberi imbalan bahwa Mataram berhak berdagang di semua pelabuhan VOC kecuali Ambon, Ternate dan Banda. Juga dengan membawa surat pas dari VOC, Mataram diperbolehkan berdagang ke Malaka atau daerah yang lebih jauh di utara Hindia.

Kemudian untuk menjaga kestabilan VOC di pulau Jawa, van der Lijn membuat perjanjian perdamaian dengan Banten. Untuk memperkuat posisi VOC di Maluku, van der Lijn merebut Solor dari Portugis dan menduduki Hitu sepenuhnya setelah dapat membunuh Kakiali, pemimpin Hitu saat itu.

Di antaraprestasi yang sudah disebut di atas, van der Lijn juga memiliki kekurangan. Selama kepemimpinannya, tingkat korupsi-kolusi-nepotisme sangat tinggi, terutama kedekatannya dengan Direktur Jenderal Caron. Akibat dari KKN ini pelayanan publik di Batavia merosot karena dana habis dikorupsi.[1]

Pada tanggal 7 Oktober 1650, para pemimpin VOC di Belanda meminta dengan hormat supaya van der Lijn mengundurkan diri, dan digantikan oleh Carel Reyniersz.[1] Setelah itu ia kembali ke Belanda, menuju kota kelahirannya di Alkmaar di mana ia menjadi wali kota sampai wafatnya pada tahun 1679.[3]

Julukan

Van der Lijn oleh orang Jawa dijuluki sebagai "sang Kapten Panjang", karena orangnya tinggi.

Bacaan Lain

  • Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië, deel H-M.
  • Putten, L.P. van, 2002. - Ambitie en onvermogen: gouverneurs-generaal van Nederlands-Indië 1610-1796.
  • Valentijn, F., 2003. - Oud en Nieuw oost-Indiën, deel IV/A.
  • http://www.bezuidenhout.nl

Referensi

  1. 1 2 3 (Indonesia) http://gghindiabelanda.blogspot.com/2006/02/cornelis-van-der-lijn-1645-1650.html Sejarah Singkat Gubernur Jenderal Hindia Belanda
  2. ↑ (Belanda) Valentijn, F., 2003. - Oud en Nieuw oost-Indiën, deel IV/A.
  3. ↑ (Belanda) http://www.dbnl.org/tekst/molh003nieu02_01/molh003nieu02_01_1539.php Nieuw Nederlandsch biografisch woordenboek. Deel 2

Lihat pula

Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Antonio van Diemen
Gubernur-Jenderal Hindia Belanda
1645-1650
Diteruskan oleh:
Carel Reyniersz
Didahului oleh:
Jonker Floris van Teylingen
Wali kota Alkmaar
1668
Diteruskan oleh:
Steenhuys
Masa Kekuasaan
Perusahaan Hindia Timur Belanda
(1610–1800)
Flag of the Dutch East India Company
Flag of the Dutch East India Company
Masa Kekuasaan
Hindia Belanda Pertama
(1800–1811)
Masa Kekuasaan
Kerajaan Inggris
(1800–1811)
Masa Kekuasaan
Hindia Belanda Kedua
(1811–1949)
Komisaris Tinggi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan