Jumat, 02 Oktober 2026
03:45 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Ary Prins

Ary Prins

Bagikan:
250px-Raden_Sarief_Bustaman_Saleh_-_Ary_Prins_%281816-1867%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ary Prins

Ary Prins (28 Agustus 1816 – 28 Januari 1867) adalah hakim, politikus, dan negarawan Belanda. Semasa menjadi wakil presiden Dewan Hindia, ia menjabat sebagai Gubernur-Jenderal Hindia Belanda sementara selama 2 kali. Yang pertama adalah pada tahun 1861, setelah Charles Ferdinand Pahud mundur dan digantikan oleh Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele dan yang kedua pada tahun 1866, setelah Sloet van de Beele mundur dan digantikan oleh Pieter Mijer. Prins terlibat dalam meredam pemberontakan di Kalimantan Barat antara tahun 1850-1854.

Karena bukan Gubernur Jenderal, Prins disalahkan atas keterlibatannya dalam Pergerakan Mei, arus politik liberal dalam Revolusi 1848.

Prins meninggal pada tahun 1867 dan meninggalkan isteri bernama Adriana van der Leeuw, wanita kelahiran Padang yang baru berusia 23 tahun. Prins dikuburkan di pemakaman yang berada di belakang Istana Gubernur Jenderal (kini Istana Bogor) di 's Lands Plantentuin te Buitenzorg (kini Kebun Raya Bogor). Di atas makamnya terdapat bangunan berbentuk obelisk.

Pranala luar

Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Charles Ferdinand Pahud
Gubernur Jenderal Hindia Belanda
1861
(sementara)
Diteruskan oleh:
Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele
Didahului oleh:
Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele
Gubernur Jenderal Hindia Belanda
1866
(sementara)
Diteruskan oleh:
Pieter Mijer


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan