Kamis, 08 Oktober 2026
12:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Sungai Serayu

Sungai Serayu

sungai di Provinsi Jawa Tengah

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Serayu (disambiguasi).
Sungai Serayu
Bangawan Sarayū, Kali Serayu, Ci Sarayu
330px-Serayu_141120-0039_rwg.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sungai Serayu sekitar Kebasen, Banyumas
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Sungai_Serayu&revid=29980329&groups=_98b17b7fd962b148f6cf30b3609d94afa85a9031&parser=parsoid
Lokasi
NegaraIndonesia
ProvinsiJawa Tengah
Ciri-ciri fisik
Hulu sungai 
 - lokasiDieng
 - elevasi2.100 m (6.900 ft) dpl
Muara sungai 
 - lokasiSamudra Hindia
Panjang181 km (112 mi)
Debit air 
 - rata-rata2.866 m3/s (101.200 cu ft/s)
Daerah Aliran Sungai
Sistem sungaiDAS Serayu[1]
Kode DASDAS220351[1]
Luas DAS3.660 km2 (1.410 sq mi)[1]
Pengelola DASBPDAS Serayu-Opak-Progo[1]
Wilayah sungaiWS Serayu-Bogowonto[2]
Kode wilayah sungai02.12.A3[2]
Otoritas wilayah sungaiBBWS Serayu-Opak[2]
Berkas KMLDAS Serayu
Informasi lokal
Zona waktuWIB (UTC+7)
GeoNames1627511
Peta DAS Serayu

Sungai Serayu atau Bengawan Serayu (bahasa Jawa:ꦧꦔꦮꦤ꧀ꦱꦫꦪꦹ, translit. Bangawan Sarayū) adalah salah satu sungai di Jawa Tengah, Indonesia, sekitar 300 km di tenggara ibu kota Jakarta.[3][4] Membentang dari timur laut ke barat daya sejauh 181 km, sungai ini melintasi lima kabupaten yakni Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, hingga bermuara di Samudra Hindia di wilayah Kabupaten Cilacap.

Hidrologi DAS

Sungai Serayu merupakan aliran utama dalam sistem daerah aliran sungai (DAS) Serayu yang memiliki luas 3.660 km2 (1.410 sq mi)[1] meliputi wilayah Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas hingga sebagian wilayah utara kabupaten Cilacap.[2][5] Hulu sungai ini berada di lereng Gunung Prahu di wilayah Dieng, Wonosobo. Mata airnya dikenal sebagai Tuk Bima Lukar (mata air Bima Lukar). Mengalir ke arah barat-barat daya, di sisi selatan aliran ini dibatasi oleh deretan perbukitan yang dinamai Pegunungan Serayu Selatan.[6]

Selain Kali Serayu yang berhulu di G. Prahu dan G. Sindoro, beberapa anak sungainya di antaranya Kali Begaluh dari lereng G. Sumbing, Kali Tulis dari G. Prahu, Kali Merawu dari G. Prahu, Kali Klawing yang anak-anak sungainya kebanyakan berhulu di G. Slamet, G. Walirang dan G. Jaran; Kali Pekacangan (anak Kali Klawing) dari G. Rogojembangan, Kali Sapi yang berhulu di Pegunungan Serayu Selatan, Kali Banjaran, Kali Logawa, Kali Tenggulun, Kali Kawung, serta Kali Tajum, yang semuanya berhulu di G. Slamet.[6][7]

Peta Wilayah Sungai Serayu-Bogowonto
Peta Wilayah Sungai Serayu-Bogowonto

Dalam pengelolaan daerah aliran sungai, DAS Serayu termasuk ke dalam wilayah kerja BPDAS Serayu-Opak-Progo yang merupakan unit pelaksana teknis pada Ditjen PDASHL dibawah Kementerian LHK.[1] Sedangkan dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya air, DAS Serayu merupakan bagian dari satuan wilayah sungai (WS) Serayu-Bogowonto beserta 14 DAS lain di dalamnya.[2]

Etimologi

Kemungkinan, nama Serayu diambil dari nama Sungai Sarayu dalam wiracarita Ramayana. Sarayu adalah sungai yang mengalir dekat Ayodya, kota tempat kelahiran Raden Rama Regawa, tokoh utama dalam kisah Ramayana. Adaptasi nama-nama lokasi dalam wiracarita India serta identifikasinya dengan kondisi setempat di Jawa telah diuraikan oleh Raffles,[8] dan belakangan dibahas pula oleh Denys Lombard.[9]

Geografi

Sungai ini mengalir di wilayah tengah selatan pulau Jawa yang beriklim muson tropis (kode: Am menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[10] Suhu rata-rata setahun sekitar 24 °C. Bulan terpanas adalah Maret, dengan suhu rata-rata 25 °C, and terdingin Agustus, sekitar 23 °C.[11] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 3897 mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Januari, dengan rata-rata 561 mm, dan yang terendah September, rata-rata 34 mm.[12]

Pemanfaatan

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Bron_van_de_Serajoe_op_de_Dieng_met_treurwilgen_TMnr_10006323.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lingkungan di sekitar hulu Serayu di Dieng (1918).

Kali Serayu mempunyai debit air yang cukup besar. Di bagian hulu di wilayah Banjarnegara, sungai ini memiliki debit 656 m³/detik. Dengan bertambahnya air yang masuk dari anak-anak sungainya, di bagian hilir debit ini meningkat menjadi sebesar 2.866 m³/det dan 2.797 m³/det, berturut-turut di Banyumas dan Rawalo.[7]

Bendungan Panglima Besar Sudirman dibangun di Kali Serayu ini lk. 10 km di barat kota Banjarnegara.[13] Bendungan yang juga dikenal dengan sebutan Waduk Mrica atau Mrican ini memiliki luas genangan lk. 12 km², jika terisi penuh.[14] Selain dimanfaatkan untuk pengairan dan wisata, Waduk Mrica terutama dibangun untuk memasok PLTA Mrica berkapasitas 184,5 MW.[13]

Wisata petualangan arung jeram telah dikembangkan di bagian hulu Kali Serayu. Wisatawan biasanya memulai kegiatan ini dari Desa Tunggara dan Desa Prigi di Banjarnegara.[15]

Ancaman kelestarian

Kelestarian perairan Kali Serayu terutama terancam oleh sedimentasi, dan belakangan juga oleh polusi air. Sedimentasi atau pelumpuran di sungai ini diakibatkan oleh erosi tanah, terutama yang terjadi di wilayah dataran tinggi Dieng.[14] Catatan tahun 2005 menyebutkan bahwa di sepanjang daerah aliran Serayu masih ada 187 industri yang belum memiliki instalasi pengolahan air limbah standar, termasuk 92 rumah sakit, 124 hotel, dan belasan usaha lain. Akan tetapi cukup banyak pula industri lokal dan perusahaan-perusahaan di Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Purwokerto yang telah sadar lingkungan dan mengikuti program kali bersih (Prokasih) untuk menyelamatkan Kali Serayu.[16]

Jalur kereta api

250px-Brug_Sepur_Kali_Serayu_1920an.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Brug Sepur Kali Serayu 1920an

Perusahaan Trem Uap Lembah Serayu atau Serajoedal Stoomtram Maatschappij adalah perusahaan kereta api yang pernah beroperasi pada masa Pemerintah Hindia Belanda di tahun 1891 untuk menyusuri lembah Sungai Serayu. Rute kereta api ini menghubungkan kota-kota Maos - Purwokerto - Sokaraja - Purbalingga - Banjarnegara - Wonosobo. Jalur kereta ini sekarang sudah dinon-aktifkan.

Pada masa sekarang, PT Kereta Api Indonesia mengoperasikan KA Serayu, yakni kereta api kelas Ekonomi AC yang menghubungkan rute Purwokerto hingga Pasar Senen via Kroya–Banjar–Bandung Kiaracondong.

Pada budaya populer

Galeri

120px-Bung_Karno_di_Cindaga%2C_Sungai_Serayu%2C_Banyumas_1930an.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bung Karno di Cindaga, Sungai Serayu, Banyumas 1930an
  • Sungai Serayu
    Sungai Serayu
  • Pembuatan jalan kereta api di tepi Serayu dekat Kebasen
    Pembuatan jalan kereta api di tepi Serayu dekat Kebasen
  • Jembatan kereta api melintas di atas Serayu dekat Kebasen
    Jembatan kereta api melintas di atas Serayu dekat Kebasen
  • Jembatan di Rawalo
    Jembatan di Rawalo
  • Jembatan di dekat Maos (foto diambil sebelum tahun 1917)
    Jembatan di dekat Maos (foto diambil sebelum tahun 1917)
  • Jembatan buatan th. 1890
    Jembatan buatan th. 1890
  • 120px-Serayu_River%2C_Central_Java%2C_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Hukum Online. "Keputusan Menteri Kehutanan No. SK.511/MENHUT-V/2011". Hukum Online.
  2. 1 2 3 4 5 "PerMenPUPR No.04/PRT/M/2015 - Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai". PERATURAN.GO.ID.
  3. ↑ Kali Serayu at Geonames.org (cc-by); Last updated 2013-06-04; Database dump downloaded 2015-11-27
  4. ↑ Rand McNally, The New International Atlas, 1993.
  5. ↑ "Peta Interaktif". WebGIS MenLHK. Diakses tanggal 2023-10-09.
  6. 1 2 Munir, A. 2009. Karakteristik daerah aliran sungai (DAS) Serayu Provinsi Jawa Tengah berdasarkan kondisi fisik, sosial, serta ekonomi. Dept. Geografi FMIPA Universitas Indonesia. (paper tidak diterbitkan)
  7. 1 2 Purnama, S. 2010. Potensi sumberdaya air DAS Serayu. JRL 6(3): 291-303. Diarsipkan 2014-12-06 di Wayback Machine ISSN 2085-3866
  8. ↑ Raffles, Th.S. (1830). The History of Java. 2nd Ed. vol. II: 460-1. London:John Murray.
  9. ↑ Lombard, D. (2005). Nusa Jawa: Silang Budaya. vol. III (Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris): 7-9. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.
  10. ↑ Peel, M C; Finlayson, B L; McMahon, T A (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification". Hydrology and Earth System Sciences. 11: 1633–1644. doi:10.5194/hess-11-1633-2007. Diakses tanggal 30 Januari 2016.{{cite journal}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "NASA Earth Observations Data Set Index". NASA. 30 Januari 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-04-26. Diakses tanggal 2019-02-13.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "NASA Earth Observations: Rainfall (1 month - TRMM)". NASA/Tropical Rainfall Monitoring Mission. 30 Januari 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-19. Diakses tanggal 2018-11-28.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. 1 2 Dinas Budpar Banjarnegara: Wisata Waduk Mrica. Diakses 5/XII/2014.
  14. 1 2 Tempo.co: Usia Waduk Mrica Diperkirakan Tinggal 12 Tahun. Diarsipkan 2014-12-08 di Wayback Machine Diakses 5/XII/2014.
  15. ↑ Kab. Banjarnegara: Arung Jeram Kaliserayu. Diarsipkan 2014-12-09 di Wayback Machine Diakses 5/XII/2014.
  16. ↑ Harian Suara Merdeka OL: Serayu, Sungai Dambaan Para Petani. Diarsipkan 2015-09-24 di Wayback Machine Diakses 5/XII/2014.

Pranala luar

7°41′09″S 109°06′31″E / 7.68583°S 109.10861°E / -7.68583; 109.10861

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan