Rabu, 30 September 2026
17:33 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Ci Bareo

sungai di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025)
Ci Bareo
Cibareno
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Ci_Bareo&revid=27840821&groups=_f0f9483b27a79f34bfdc0e2b37e420c86c21630e&parser=parsoid
Lokasi
NegaraIndonesia
ProvinsiBanten & Jawa Barat
Ciri-ciri fisik
Hulu sungaiKomplek Taman Nasional Gunung Halimun Salak
 - lokasiKujangsari
 - koordinat6°44′25″S 106°24′10″E / 6.74029°S 106.40283°E / -6.74029; 106.40283
 - elevasi850 m (2.790 ft)
Muara sungaiPantai Selatan Jawa - Samudera Hindia
 - lokasiCisolok
 - koordinat6°58′44″S 106°23′50″E / 6.9788°S 106.3972°E / -6.9788; 106.3972
Panjang37 kilometer (23 mi)
Daerah Aliran Sungai
Sistem sungaiDAS Cibareo[1](Cibareno)[2]
Kode DASDAS210729[1]
Luas DAS253 km2 (98 sq mi)[1]
Pengelola DASBPDAS Citarum-Ciliwung[1]
Wilayah sungaiWS Cisadea-Cibareno[2]
Kode wilayah sungai02.07.B[2]
Air terjunCurug Ciemas
JembatanJembatan Cibareno; Jembatan Cicadas-Cikadu
osm-intl,9,-6.967217,106.39379,300x300.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Ci_Bareo&revid=27840821&groups=_6234c55eacdf891d1c4162e5509bb38e3fb5b916&parser=parsoid
Muara Ci Bareo, Teluk Palabuhanratu

Ci Bareo atau Cibareno adalah sungai yang berhulu di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, mengalir dari arah utara menuju pesisir selatan Jawa hingga bermuara di Teluk Pelabuhanratu, wilayah perairan Samudera Hindia. Sungai sepanjang 37 km ini menjadi pembatas wilayah dua provinsi dibagian selatan, antara provinsi Banten dengan Jawa Barat yang dihubungkan oleh jembatan Cibareno di jalur lintas selatan antara Palabuhanratu di sebelah timur dan Bayah di sebelah barat.[3][4]

Hidrologi DAS

Ci Bareo merupakan aliran utama pada sistem daerah aliran sungai (DAS) Cibareo yang memiliki luas sekitar 253 km2 (98 sq mi) dengan bentuk DAS melebar pada bagian hulunya.[1] Topografi pada DAS Cibareo mayoritas merupakan pegunungan, mulai dari wilayah hulu hingga ke muaranya.[4]

Dibagian utara, hulu DAS Cibareo berbatasan dengan hulu DAS Cisadane, hulu DAS Cidurian dan hulu DAS Ciujung dimana ketiganya merupakan kelompok DAS yang mengalirkan alirannya menuju pesisir pantai utara Jawa dan bermuara di wilayah perairan laut Jawa. Di sebelah timur, hulu DAS Cibareo berbatasan dengan hulu DAS Cimandiri dan hulu DAS Cimaja kemudian dari bagian tengah hingga hilirnya dibatasi oleh DAS Cisolok. Ketiganya merupakan kelompok DAS pantai selatan Jawa. Di sebelah barat berbatasan dengan DAS Cisawarna dari hilir hingga ke bagian tengah DAS Cibareo, kemudian dilanjutkan oleh DAS Cimadur pada bagian hulunya.[4]

Didalam pengelolaan daerah aliran sungai, DAS Cibareo masuk ke dalam wilayah kerja BPDAS Citarum-Ciliwung yang merupakan unit pelaksana teknis pada Ditjen PDASHL dibawah Kementerian LHK.[1] Sedangkan dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya air, DAS Cibareo merupakan bagian dari satuan wilayah sungai (WS) Cisadea-Cibareno bersama 73 DAS lain di dalamnya.[2]

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan