Minggu, 04 Oktober 2026
00:56 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Kali Serang

Kali Serang

sungai di Provinsi Jawa Tengah

Bagikan:
Kali Serang
lossy-page1-250px-Trein_op_een_spoorbrug_van_de_Samarang_Joana_Stoomtram-Maatschappij_over_de_Tanggoelangin_%28ook_Kali_Serang_genaamd%29%2C_vermoedelijk_bij_Koedoes%2C_KITLV_19312.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api di atas jembatan kereta api milik Perusahaan Trem Uap Samarang Joana di atas Tanggoelagin (juga disebut Kali Serang), kemungkinan dekat Kudus
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kali_Serang&revid=29877964&groups=_93bd870d0aeaac9d0969046e33bb77afadc66940&parser=parsoid
Lokasi
NegaraIndonesia
ProvinsiJawa Tengah
Ciri-ciri fisik
Hulu sungaiGunung Merbabu
Hulu ke-2Pegunungan Blora
Panjang13.317 km (8.275 mi)
Daerah Aliran Sungai
Sistem sungaiDAS Serang (DAS230143)[1]
Luas DAS4.013 km2 (1.549 sq mi)[1]
Otoritas DASBPDAS Pemali-Jratun[1]
Informasi lokal
Zona waktuWIB (UTC+7)
GeoNames1627544
KML Peta DAS Serang

Kali Serang adalah sungai yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, sekitar 400 km di timur ibu kota Jakarta.[2][3] Kali Serang memiliki panjang sungai seluruhnya mencapai sekitar 133,17 km mengalir dari barat-utara dan bermuara Laut Jawa.[butuh rujukan]

Kali Serang berhulu di lereng timur laut Gunung Merbabu di wilayah Kabupaten Semarang dan bermuara ke Laut Jawa di wilayah administrasi Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Sementara Sungai Lusi yang merupakan anak sungai terbesar yang dimiliki Kali Serang, yang berhulu di Pegunungan Kapur Utara dan Pegunungan Kendeng, dan setelah melintasi Kota Purwodadi yang akhirnya bergabung dengan Kali Serang.[4]

Di sungai ini terdapat waduk raksasa, yaitu, waduk Kedung Ombo yang mengairi persawahan di 4 Kabupaten (Grobogan, Demak, Kudus, dan Pati) yang dialirkan melalui sungai Serang dan sungai Lusi.[butuh rujukan]

Hidrologi

Kali Serang merupakan aliran utama dalam sistem DAS Serang yang memiliki luas 4.013 km2 meliputi Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara. Di mana luas DAS paling luas mencangkup Kabupaten Grobogan yakni 146.154 km2.[1]

Aliran Kali Serang melewati wilayah Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Demak. Zona hulu DAS Serang merupakan dataran tinggi dengan kontur curam sedangkan di bagian tengah berupa perbukitan bergelombang serta dataran rendah zona pantai yang terletak pada elevasi kurang dari 1,0 mdpl di bagian hilir sungai.[butuh rujukan]

Anak sungai

Sejumlah anak-anak sungai yang mengalir ke Kali Serang:[butuh rujukan]

  1. Sungai Lusi
  2. Sungai Mayong
  3. Sungai Lanang
  4. Sungai Lamping
  5. Sungai Geyer
  6. Sungai Braholo
  7. Sungai Brangkal
  8. Sungai Uter

Geografi

Kali Serang
Tabel iklim (penjelasan)
JFMAMJJASOND
 
 
527
 
26
20
 
 
428
 
25
23
 
 
337
 
26
23
 
 
293
 
27
23
 
 
158
 
26
22
 
 
151
 
27
23
 
 
93
 
28
21
 
 
39
 
30
23
 
 
35
 
32
22
 
 
158
 
32
23
 
 
248
 
28
22
 
 
378
 
25
21
Suhu rata-rata maks. dan min. dalam °C
Total presipitasi dalam mm
Sumber: [5]
Konversi imperial
JFMAMJJASOND
 
 
21
 
79
68
 
 
17
 
77
73
 
 
13
 
79
73
 
 
12
 
81
73
 
 
6.2
 
79
72
 
 
5.9
 
81
73
 
 
3.7
 
82
70
 
 
1.5
 
86
73
 
 
1.4
 
90
72
 
 
6.2
 
90
73
 
 
9.8
 
82
72
 
 
15
 
77
70
Suhu rata-rata maks. dan min. dalam °F
Total presipitasi dalam inci

Sungai Serang mengalir di wilayah barat daya pulau Jawa yang beriklim muson tropis (kode: Am menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[6] Suhu rata-rata setahun sekitar 25 °C. Bulan terpanas adalah Oktober, dengan suhu rata-rata 28 °C, dan terdingin di Januari, sekitar 23 °C.[5] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 2845 mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Januari, dengan rata-rata 527 mm, dan yang terendah September, rata-rata 35 mm.[7]

Pemanfaatan

Pada 1985, pemerintah merencanakan membangun waduk baru di Jawa Tengah untuk pembangkit tenaga listrik berkekuatan 22,5 MW dan dapat menampung air untuk kebutuhan 70 ha sawah di sekitarnya.[butuh rujukan]

Waduk yang membendung Kali Serang ini dinamakan Waduk Kedungombo lantaran bendungan utamanya berada di Dusun Kedungombo, Desa Rambat, Kecamatan Geter, Kabupaten Grobogan. Pembangunan Waduk Kedung Ombo dibiayai USD 156 juta dari Bank Dunia, USD 25,2 juta dari Bank Exim Jepang, dan APBN, dimulai tahun 1985 sampai dengan 1989. Waduk mulai diairi pada 14 Januari 1989.[butuh rujukan]

Cangkupan genangan waduk ini mencapai 6.576 ha (perairan 2.830 ha dan lahan daratan 3.746 ha) dengan menenggelamkan 37 desa, 7 kecamatan di 3 kabupaten, yaitu Sragen, Boyolali, Grobogan. Sebanyak 5.268 keluarga saat itu kehilangan tanahnya akibat pembangunan waduk ini. Waduk ini akhirnya diresmikan oleh Presiden Soeharto, tanggal 18 Mei 1991. Saat ini waduk ini juga sebagai sarana wisata di tiga kabupaten di sekitarnya.[butuh rujukan]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK - Klasifikasi DAS". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-09-17.
  2. ↑ Rand McNally, The New International Atlas, 1993.
  3. ↑ Kali Serang at Geonames.org (cc-by); Last updated 2013-06-04; Database dump downloaded 2015-11-27
  4. ↑ Sungai Lusi (Kali Lusi) Diarsipkan 2021-03-22 di Wayback Machine. Kumpulan Ensiklopedi Dunia.
  5. 1 2 "NASA Earth Observations Data Set Index". NASA. 30 Januari 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-08-06. Diakses tanggal 2019-02-13.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Peel, M C; Finlayson, B L; McMahon, T A (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification". Hydrology and Earth System Sciences. 11: 1633–1644. doi:10.5194/hess-11-1633-2007. Diakses tanggal 30 Januari 2016.{{cite journal}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "NASA Earth Observations: Rainfall (1 month - TRMM)". NASA/Tropical Rainfall Monitoring Mission. 30 Januari 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-19. Diakses tanggal 2019-02-13.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

6°42′20″S 110°36′57″E / 6.7055°S 110.6159°E / -6.7055; 110.6159

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan