Selasa, 27 Oktober 2026
15:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Sungai Kemit

salah satu sungai di dunia

Bagikan:
Sungai Kemit
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Sungai_Kemit&revid=29842234&groups=_510058fbb989e39cfb1afb5c1b5a57240ea480c3&parser=parsoid
Lokasi
NegaraIndonesia
ProvinsiJawa Tengah
Ciri-ciri fisik
Hulu sungaiLembah Binangun
 - lokasiKaranggayam
 - koordinat7°31′53″S 109°34′50″E / 7.53135°S 109.58042°E / -7.53135; 109.58042[1]
 - elevasi120 m (390 ft)
Muara sungaiTelomoyo
 - lokasiMadurejo
 - koordinat7°41′30″S 109°32′01″E / 7.69167°S 109.53361°E / -7.69167; 109.53361[2]
 - elevasi10 meter (33 ft)
Daerah Aliran Sungai
Sistem sungaisub DAS Telomoyo
Markah tanahBenteng van der wijck; Tugu Kemit
Badan airBendung Watubarut
JembatanJembatan sungai Kemit
OLC6P4F8G5M+8C
Informasi lokal
GeoNames6386115
osm-intl,10,-7.603469,109.536438,300x300.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Sungai_Kemit&revid=29842234&groups=_863bc4b052d5fbc91942a7dd728f6c3ce6d413c6&parser=parsoid
(H) Lembah hulu kali Kemit di Binangun, komplek pegunungan Serayu. (D) Dam Watubarut yang merupakan outlet DAS hulu kali Kemit. (T) Tempuran Kali Kemit - Telomoyo. (M) Muara Telomoyo di sebelah timur lereng Kawasan Karst Gombong Selatan.

Sungai Kemit atau Kali Kemit merupakan sebuah sungai yang berada di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Sungai Kemit memiliki panjang sekira 49 Km yang mengalir dari utara ke selatan. Sungai Kemit berhulu di komplek Pegunungan Serayu Selatan, sebelah barat daya lereng Gunung Igir Anjir (500 mdpl) yang masuk wilayah administrasi Desa Glontor, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Selain itu juga dari Perbukitan Igir Jemaka (507 mdpl) di perbatasan Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen dengan Kabupaten Banjarnegara. Aliran Sungai Kemit bermuara ke Sungai Telomoyo atau Kanal Telomoyo.

Hidrologi DAS

Sungai Kemit melewati enam kecamatan di Kabupaten Kebumen. Dimulai dari Kecamatan Karanggayam, Kecamatan Sempor, Kecamatan Gombong, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Kuwarasan dan Kecamatan Adimulyo. Sungai Kemit merupakan bagian dari daerah aliran sungai (DAS) Telomoyo (sub-DAS). DAS Telomoyo itu sendiri memiliki luas keseluruhan sekitar 500 km2 (190 sq mi).[3] Hulu sungai Kemit merupakan perbukitan dengan sungai berjeram. Setelah melewati Bendung Watubarut, topografi cenderung datar hingga bermuara ke kanal Telomoyo di wilayah Madurejo. Beberapa anak sungai yang bermuara pada sungai Kemit, diantaranya:[4]

  • Sungai Kunir
  • Sungai Drawanganti
  • Sungai Kedunglegok
  • Sungai Pesuruhan
  • Sungai Kedungtangkil
  • Sungai Petus
  • Sungai Semali
  • Sungai Kalong

Sejarah

Prasasti Jembatan Sungai Kemit
Prasasti Jembatan Sungai Kemit

Nama Kemit diambil dari sebuah dusun di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar. Pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda secara terang – terangan telah melanggar persetujuan Linggarjati, dengan melancarkan ekspansinya hingga ke Gombong. TNI mengadakan perlawanan dengan tetap mematuhi perintah Gencatan Senjata. Pihak RI kemudian mengambil Sungai Kemit sebagi garis pertahanan dalam menghadapi Agresi Militer Belanda I. Sungai Kemit ditetapkan sebagai Garis Demarkasi/Garis Status Quo. Artinya Sungai Kemit pada saat itu menjadi batas terluar wilayah NKRI, sedangkan sebelah Barat Kali Kemit adalah wilayah milik Belanda.[5] Untuk itu dibuatlah Tugu Kemit di sekitar Sungai Kemit serta monumen Kemit ditengah Jembatan Sungai Kemit yang berada di perbatasan Kecamatan Gombong dengan Kecamatan Karanganyar yang merupakan jalan nasional Indonesia.

250px-Kalimat_di_Tugu_Kemit_Kebumen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tugu Kemit

Pemanfaatan

Penduduk di sepanjang Sungai Kemit memanfaatkan untuk sumberdaya perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala. Besarnya debit air Sungai Kemit juga dimanfaatkan untuk pengairan/ irigasi melalui beberapa pintu air atau bendung seperti Bendung Watubarut di Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Bendung Watubarut dibangun lebih dulu daripada Waduk Sempor yakni tahun 1978. Tahun 2002 banjir besar Sungai Kemit menyebabkan pintu suplesi (pembantu) pernah jebol. Adapun areal sawah yang dialiri dari Bendung Watubarut meliputi sebagian wilayah Kecamatan Gombong, Kecamatan Kuwarasan, Kecamatan Adimulyo dan Kecamatan Puring.[6]

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan