Jumat, 25 September 2026
17:09 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Pecinan

Pecinan

komunitas Tionghoa di luar Tiongkok

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Chinees_kamp_bij_de_kleine_poort_TMnr_3728-781.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah Pecinan pada masa Hindia Belanda (litografi berdasarkan lukisan oleh Josias Cornelis Rappard, 1883-1889)
330px-Chinatown_london.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suasana di pecinan London
Pecinan

330px-Chinatown_-_East_Broadway.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pecinan Manhattan New York memiliki konsentrasi orang Tionghoa tertinggi di luar Asia.[1][2][3]
Hanzi: 唐人街
Makna harfiah: "Jalan orang Tang"
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Tángrénjiē
- Wade-Giles: Tʻang2 jen2 chieh1
- Bopomofo: ㄊㄤˊ ㄖㄣˊ ㄐㄧㄝ
Min Nan
- Romanisasi POJ: Tông-jîn-ke
Min Timur
- Fuzhou RF: Tòng-ìng-kĕ
Wu
- Romanisasi: Daon平 nin平 ka平
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: Tòhngyàhngāai
- Jyutping: Tong4 jan4 gaai1
nama alternatif
Hanzi tradisional: 中國城
Hanzi sederhana: 中国城
Makna literal: "Kota Tiongkok"
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Zhōngguóchéng
- Wade-Giles: Chung1-kuo2 chʻeng2
- Bopomofo: ㄓㄨㄥ ㄍㄨㄛˊ ㄔㄥˊ
Kejia (Hakka)
- Romanisasi: Zungˊ guedˋ sangˇ
Min
- Romanisasi Min-nan : Tiong-kok-siânn
- Romanisasi Min-dong : Dŭng-guók-siàng
Wu
- Romanisasi: Tson平 koh入 zen平
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: Jūnggwoksìhng
- Jyutping: Zung1 gwok3 sing4

Pecinan atau Kampung Tionghoa (Hanzi: 唐人街; Pinyin: Tángrénjiē/Jalan Tenglang; Inggris: Chinatown) merujuk kepada sebuah wilayah kota di luar daerah Tiongkok yang mayoritas penghuninya adalah etnis Tionghoa. Pecinan banyak terdapat di kota-kota besar di berbagai negara di mana orang Tionghoa merantau dan kemudian menetap seperti di Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara di Asia Tenggara.

Pecinan di Indonesia sendiri kini tersebar di berbagai wilayah. Beberapa yang terkenal di antaranya seperti daerah Glodok, Singkawang, Kauman, Kampung Sudiroprajan, Kampung Ketandan, Kya-kya, Kesawan Square, Asia Mega Mas Medan (Medan Chinatown), Pecinan Bandung, Bukit Nagoya, dan Pecinan Magelang.[4]

Asal mula Pecinan

Pecinan pada dasarnya terbentuk karena 2 faktor yaitu faktor politik dan faktor sosial.

  • Faktor politik berupa peraturan pemerintah lokal yang mengharuskan masyarakat Tionghoa dikonsentrasikan di wilayah-wilayah tertentu supaya lebih mudah diatur (Wijkenstelsel). Ini lumrah dijumpai di Indonesia pada zaman Hindia Belanda karena pemerintah kolonial melakukan segregasi berdasarkan latar belakang rasial. Pada waktu-waktu tertentu, malah diperlukan izin masuk atau keluar dari pecinan (Passenstelsel) semisal di pecinan Batavia.
  • Faktor sosial berupa keinginan sendiri masyarakat Tionghoa untuk hidup berkelompok karena adanya perasaan aman dan dapat saling bantu-membantu. Ini sering dikaitkan dengan sifat ekslusif orang Tionghoa, namun sebenarnya sifat ekslusif ada pada etnis dan bangsa apapun, semisal adanya kampung Madras/India di Medan, Indonesia; kampung Arab di Fujian, Tiongkok atau pemukiman Yahudi di Shanghai, Tiongkok.
330px-Kelenteng_Tua_Pek_Kong.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelenteng Tua Pek Kong di Ketapang

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

  • Chew, James R. "Boyhood Days in Winnemucca, 1901–1910." Nevada Historical Society Quarterly 1998 41(3): 206–209. ISSN 0047-9462 Oral history (1981) describes the Chinatown of Winnemucca, Nevada, during 1901–10. Though many Chinese left Winnemucca after the Central Pacific Railroad was completed in 1869, around four hundred Chinese had formed a community in the town by the 1890s. Among the prominent buildings was the Joss House, a place of worship and celebration that was visited by Chinese president Sun Yat-Sen in 1911. Beyond describing the physical layout of the Chinatown, the author recalls some of the commercial and gambling activities in the community.
  • Ki Longfellow, China Blues, Eio Books 2012, ISBN 0-9759255-7-1, San Francisco's Chinatown during the 1906 earthquake and in the early 1920s. ( Diarsipkan 2013-06-18 di Wayback Machine.)
  • "Chinatown: Conflicting Images, Contested Terrain", K. Scott Wong, Melus (Vol. 20, Issue 1), 1995. Scholarly work discussing the negative perceptions and imagery of old Chinatowns.
  • Pan, Lynn. Sons of the Yellow Emperor: A History of the Chinese Diaspora (1994). Book with detailed histories of Chinese diaspora communities (Chinatowns) from San Francisco, Honolulu, Bangkok, Manila, Johannesburg, Sydney, London, Lima, etc.
  • Williams, Daniel. "Chinatown Is a Hard Sell in Italy" Diarsipkan 2011-05-14 di Wayback Machine., Washington Post Foreign Service, March 1, 2004; Page A11.

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pecinan.
Rumah adat
Jawa
Bali
Minangkabau
Batak
Dayak
Sunda
Sumatera Selatan
Nusa Tenggara Timur
Daerah lain
Hindu-Buddha
Islam
Kolonial Belanda
Awal
Modern
Lainnya
Pasca-kolonial
& kontemporer
1950-an–1970-an
1970-an–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan