Sabtu, 07 November 2026
02:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Cerrado

Cerrado

Bagikan:
Cerrado (NT0704)
Savanna
330px-Bonfim_047.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tumbuh-tumbuhan di Minas Gerais barat laut, Brasil.
Countries Brasil, Paraguay, Bolivia
Bagian dari Amerika Selatan
Area 2.045.064 km2 (789.604 sq mi)
330px-Ecoregion_NT0704.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta kawasan Cerrado seperti yang ditetapkan oleh World Wide Fund for Nature.

Cerrado (pengucapan bahasa Portugis: [seˈʁadu], [sɛˈʁadu]) adalah kawasan sabana tropis yang luas yang terletak di Brasil, khususnya di negara bagian Goiás, Mato Grosso do Sul, Mato Grosso, Tocantins dan Minas Gerais. Kawasan ini mencakup sekitar 21% luas wilayah Brasil.[1]

Deskripsi pertama mengenai cerrado Brasil dibuat oleh ahli botani Denmark, Eugenius Warming, dalam buku Lagoa Santa.[2] Semenjak itu, hasil penelitian telah menunjukkan bahwa Cerrado merupakan salah satu dari kawasan sabana tropis paling kaya dan memiliki tingkat endemisme yang tinggi. WWF menganggapnya sebagai sabana paling kaya secara biologis dengan sekitar 10.000 spesies tumbuhan dan 10 spesies burung endemik.[1] Terdapat pula 200 spesies mamalia di kawasan ini, walaupun hanya 14 yang endemik.[1]

Pertanian

Kawasan Cerrado sebelumnya dianggap sebagai kawasan yang sulit untuk bertani akibat tanahnya yang kurang subur dan terlalu asam, tetapi kemudian peneliti di badan Embrapa menemukan bahwa kawasan ini dapat dipakai untuk pertanian massal setelah diberikan fosfor dan kapur. Pada akhir tahun 1990-an, sekitar 14 juta hingga 16 juta ton kapur dituangkan ke lahan di Cerrado setiap tahunnya. Angkanya naik menjadi 25 juta ton pada tahun 2003 dan 2004, atau sekitar lima ton kapur per hektare. Berkat tindakan ini, pertanian berkembang pesat di kawasan ini. Pada saat yang sama, peneliti juga mengembangkan jenis kedelai tropis, dan kini Brasil merupakan pengekspor kedelai utama dunia.[3][4][5]

Kini kawasan Cerrado menyediakan lebih dari 70% produksi sapi potong di negara tersebut. Kawasan ini merupakan pusat produksi kacang, jagung, dan beras. Kopi yang diproduksi di Cerrado juga menjadi komoditas ekspor utama Brasil.[6] Selain itu, banyak lahan di Cerrado yang dimanfaatkan untuk memproduksi bubur kertas dari beberapa spesies Eucalyptus dan Pinus.

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Conservation International. "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-06. Diakses tanggal 2008-05-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link). Access date: May 5, 2011
  2. ↑ Warming, E. (1892) Lagoa Santa: Et Bidrag til den biologiske Plantegeografi med en Fortegnelse over Lagoa Santas Hvirveldyr. Kongelige Danske Videnskabernes Selskabs Skrifter – Naturvidenskabelig og Mathematisk Afdeling, 6. Rk. vol. 6 (3): 153–488. Later French and Portuguese translations
  3. ↑ The Economist. Brazilian agriculture: The miracle of the cerrado. August 26, 2010. http://www.economist.com/node/16886442
  4. ↑ Observatory of Economic Complexity http://atlas.media.mit.edu/en/profile/hs92/1201/[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ Rohter, Larry (Oktober 2, 2007). "Scientists Are Making Brazil's Savannah Bloom". The New York Times. Diakses tanggal Desember 7, 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Lopes, A. Scheid. "Soils under Cerrado: A Success Story in Soil Management." Better Crops International. 10.2 (1996): n. page. Print.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cerrado.
40px-Flag-map_of_Brazil.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik geografi atau tempat Brasil ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan