Senin, 21 September 2026
03:24 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kabupaten Boven Digoel

Kabupaten Boven Digoel

kabupaten di Provinsi Papua Selatan

Kabupaten Boven Digoel
Transkripsi bahasa daerah
  Jawiكابوڤاتين بوۏين ديڬول
Monumen patung Mohammad Hatta
Monumen patung Mohammad Hatta
Lambang resmi Kabupaten Boven Digoel
Lambang
Motto: 
Nup Bagen Ngup Bagenep
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kabupaten_Boven_Digoel&revid=29900303&groups=_89dd26f4cf65b5de77ec706919fe31287c3e13d4&parser=parsoid
Peta Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Boven Digoel di Maluku dan Papua
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Boven Digoel
Peta Kabupaten Boven Digoel
Tampilkan peta Maluku dan Papua
Kabupaten Boven Digoel di Indonesia
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Boven Digoel (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 6°S 140°E / 6°S 140°E / -6; 140
Negara Indonesia
ProvinsiPapua Selatan
Tanggal berdiri25 Oktober 2002
Dasar hukumUU Nomor 26 Tahun 2002[1]
Ibu kotaTanah Merah
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Distrik: 20
  • Kampung: 112
Pemerintahan
  BupatiHengky Yaluwo[2]
  Wakil BupatiLexi Romel Wagiu[2]
  Sekretaris DaerahPilemon Tabuni (Pj.)
Luas
  Total27.108,29 km2 (10,466,57 sq mi)
Populasi
 (31 Desember 2024)[3]
  Total71.997
  Kepadatan2,7/km2 (6,9/sq mi)
Demografi
  Agama
  BahasaIndonesia (resmi)
Mandobo
Auyu
Wambon
Muyu
  IPMKenaikan 68,62 (2025)
 sedang [5]
Zona waktuUTC+09:00 (WIT)
Kode BPS
9413 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0975
Pelat kendaraanPA xxxx V*
Kode Kemendagri93.02 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 1.328.020.000.000,- (2024)[6]
DAURp 808.235.717.000,- (2024)[7]
DAKRp 145.938.045.000,- (2024)[8]
Situs webwww.bovendigoelkab.go.id

Kabupaten Boven Digoel (pelafalan dalam bahasa Indonesia:['bo.vêndi.gul]) adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tanah Merah, dengan jumlah penduduk 65.310 jiwa pada 2022, dan sebanyak 71.997 jiwa pada akhir 2024.[1][3]

Kabupaten Boven Digoel merupakan kabupaten yang dibentuk dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2002, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Merauke, bersamaan dengan sejumlah kabupaten lain di bagian selatan, yakni Kabupaten Asmat dan Kabupaten Mappi, tertanggal 25 Oktober 2002.[1][9]

Geografi

Secara astronomis, Kabupaten Boven Digoel terletak di antara 5,04° sampai 7,26° Lintang Selatan 139,64° sampai 140,99° Bujur Timur. Kabupaten ini memiliki luas wilayah sebesar 23.558 km² yang terbagi ke dalam 20 distrik berdasarkan data visualisasi kemendagri.

Topografi

Kabupaten Boven Digoel sebagian besar wilayahnya berada pada ketinggian 25–100 m di atas permukaan laut. Kemiringan tanah di Kabupaten Boven Digoel beragam, mulai dari tanah datar hingga bergunung, tetapi yang paling dominan yaitu kemiringan tanah yang agak datar hingga berombak. Sebagian besar wilayah Boven Digoel didominasi oleh dataran, selebihnya merupakan wilayah bergelombang dan hanya sebagian kecil wilayah merupakan daerah gambut/rawa, perbukitan dan pegunungan.

Batas Wilayah

Menurut UU No. 26 Tahun 2002, batas wilayah Kabupaten Boven Digoel adalah:

Utara Distrik Suator di Kabupaten Asmat dan Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang
Timur Distrik Fly Utara di Provinsi Barat, Papua Nugini
Selatan Distrik Muting dan Okaba di Kabupaten Merauke
Barat Distrik Edera, Obaa dan Citak Mitak di Kabupaten Mappi

Iklim

Kabupaten Boven Digoel termasuk wilayah beriklim tropis. Suhu udara rata-rata berkisar antara 23°C hingga 33°C. Kelembaban udara relatif normal yaitu berkisar antara 70% hingga 90%. Rata-rata curah hujan beberapa tahun terakhir cukup tinggi. Curah hujan tertinggi terjadi pada Tahun 2007 yaitu mencapai 420,9 mm. Kecepatan angin umumnya tidak terlalu banyak berubah pada delapan tahun terakhir dari Tahun 2004. Kecepatan angin berkisar hanya rata-rata 3 – 4,5 Knot pertahun dan termasuk kategori angin teduh. Matahari bersinar sepanjang tahun dengan intensitas penyinaran rata-rata 35% hingga 45% per tahun.

Data iklim Boven Digoel, Papua Selatan, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.6
(88.9)
31.5
(88.7)
31.1
(88)
31.1
(88)
30.7
(87.3)
29.9
(85.8)
29.3
(84.7)
29.4
(84.9)
30.5
(86.9)
31.6
(88.9)
31.8
(89.2)
31.7
(89.1)
30.85
(87.53)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.7
(74.7)
23.6
(74.5)
23.5
(74.3)
23.6
(74.5)
23.6
(74.5)
23.3
(73.9)
23.1
(73.6)
22.9
(73.2)
23.1
(73.6)
23.5
(74.3)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
23.45
(74.22)
Curah hujan mm (inci) 334
(13.15)
301
(11.85)
332
(13.07)
325
(12.8)
277
(10.91)
265
(10.43)
245
(9.65)
227
(8.94)
230
(9.06)
274
(10.79)
283
(11.14)
371
(14.61)
3.464
(136,4)
Rata-rata hari hujan 14 13 14 13 11 11 10 9 9 10 13 15 142
% kelembapan 87 86 82 80 77 74 72 70 73 79 81 85 78.8
Rata-rata sinar matahari harian 4.3 4.9 5.4 6.5 7.2 7.6 7.8 8.1 7.9 6.6 5.4 4.7 6.37
Sumber #1: Climate-Data.org[10]
Sumber #2: BMKG[11]

Sejarah

Masa Hindia Belanda

250px-Boven-Digoel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tahanan komunis menuju Boven Digoel pada tahun 1927

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Kabupaten Boven Digoel dikenal dengan sebutan Digul Atas, dan merupakan tempat pengasingan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Digul Atas terletak di tepi Sungai Digul Hilir.

Pada tanggal 18 November 1926, Raad van Nederlandsch-Indie (Dewan Hindia Belanda) mengadakan rapat luar biasa yang memutuskan pembangunan tempat pengasingan (kamp) untuk menampung tawanan Pemberontakan PKI tahun 1926 yang diputuskan berada di hulu Sungai Digoel.[12] Kamp ini kemudian dipimpin oleh seorang opsir tentara yang ditugaskan sebagai fungeerend controleur (pejabat pengawas).[12] Selanjutnya Boven Digul digunakan sebagai tempat pembuangan pergerakan nasional dengan jumlah tawanan tercatat 1.200 orang. Di antara tokoh-tokoh pergerakan yang pernah dibuang ke sana antara lain Mohammad Hatta,[12] Sutan Syahrir,[12] Sayuti Melik, Marco Kartodikromo,[12] Thomas Najoan,[12] Chalid Salim, Lie Eng Hok, Muchtar Lutfi, dan Ilyas Ya'kub.

Daerah seluas 10.000 hektar itu berawa-rawa, berhutan lebat, dan sama sekali terasing. Satu-satunya akses menuju kamp tersebut ialah menggunakan kapal motor melalui Sungai Digul. Di sepanjang tepian sungai berdiam berbagai suku. Karena sarana kesehatan tidak ada, penyakit menular sering berjangkit, seperti penyakit malaria yang membawa banyak korban.

250px-Apron_tanah_merah.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bandar udara Tanah Merah, Boven Digoel

Tempat pembuangan tersebut terbagi atas beberapa bagian, yakni Tanah Merah, Gunung Arang (tempat penyimpanan batu bara), kawasan militer yang juga menjadi tempat petugas pemerintah, dan Tanah Tinggi. Sewaktu rombongan pertama datang, Digul sama sekali belum merupakan daerah permukiman. Rombongan pertama sebanyak 1.300 orang yang sebagian besar dari Banten, diberangkatkan pada Januari 1927. Pada akhir Maret 1927, menyusul ratusan orang lain dari Sumatera Barat. Mula-mula mereka ditempatkan di Tanah Merah. Dua tahun kemudian, melalui seleksi ketat, sebagian dipindahkan ke Tanah Tinggi.

Pada tahun-tahun pertama, ratusan orang meninggal karena kelaparan dan sakit. Penderitaan itu menyebabkan banyak orang buangan mencoba melarikan diri ke Australia. Mereka menggunakan perahu-perahu kecil buatan sendiri, tetapi sedikit saja yang berhasil. Sebagian terpaksa kembali, lainnya mati tenggelam.

Pada waktu Perang Pasifik meletus dan menjelang Jepang menduduki Indonesia, tawanan Boven Digoel diungsikan oleh Belanda ke Australia.[12] Pemindahan itu didasari kekhawatiran tahanan akan memberontak jika tetap di Boven Digoel. Setelah Perang Dunia II berakhir, Belanda kembali menggunakan lokasi ini sebagai kamp pengasingan. Mereka kembali membangun penjara dan beberapa rumah dinas polisi. Beberapa tokoh yang pernah dipenjara disini adalah Johanes Abraham Dimara, Petrus Korwa, Hanoch Rumbrar, tokoh-tokoh integrasi Papua.[12][13]

Pemerintahan

Kepala daerah

Bupati Boven Digoel adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kabupaten Boven Digoel. Bupati Boven Digoel bertanggungjawab kepada gubernur provinsi Papua Selatan atas wilayah Kabupaten Boven Digoel. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Boven Digoel ialah Hengky Yaluwo, dengan wakil bupati, Rexi Romel Wagiu. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Boven Digoel 2020 melalui Pemilihan ulang. Sebelumnya, peserta pemilu Yusak Yaluwo, yang menang pada pemilihan jilid I, terbukti merupakan mantan terpidana belum lewat dari 5 tahun. Sehingga Mahkamah Konstitusi memerintah Komisi Pemilihan Umum Papua supaya pemilihan kepala daerah di Kabupaten Boven Digoel diulang kembali.[14]

KPU Boven Digoel mengadakan pemilihan jilid II pada 17 Juli 2021, dan pasangan Hengky Yaluwo-Lexi Romel Wagiu menang dari dua pasangan lainnya, dengan total 51,76% suara (10.853 suara) dari 20.934 suara sah. Hengky dan Rexy dilantik oleh gubernur Papua, Lukas Enembe, pada 13 Oktober 2021 di Gedung Negara Papua, Jayapura.[15] Hengky Yaluwo merupakan bupati Boven Digoel ke-4 yang dipilih secara resmi melalui pilkada.

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Wakil Bupati
4 120px-Bupati_Boven_Digoel_Hengky_Yaluwo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Hengky Yaluwo 13 Oktober 2021 2024 4 120px-Wakil_Bupati_Kabupaten_Boven_Digoel_Lexi_Romel_Wagiu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Rexi Romel Wagiu

Dewan Perwakilan

DPRD Boven Digoel beranggotakan 20 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Boven Digoel yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 21 November2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Merauke, Orpa Marthina, di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Boven Digoel.[16] Komposisi anggota DPRD Boven Digoel periode 2019-2024 terdiri dari 9 partai politik dimana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak setelah berhasil meraih 4 kursi, kemudian disusul oleh Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrat yang masing-masing meraih 3 kursi.[17]

Daftar Distrik

Kabupaten Boven Digoel terdiri atas 20 distrik dan 112 kampung dengan luas wilayah 27.108,00 km² dan jumlah penduduk 58.093 jiwa (2017). Kode Wilayah Kabupaten Boven Digoel adalah 93.02.[18][19][20]

Daftar kecamatan dan distrik di Kabupaten Boven Digoel, adalah sebagai berikut:

Kode Wilayah Nama Distrik Ibu kota Jumlah Kampung Daftar
93.02.01 Mandobo Tanah Merah 5
93.02.02 Mindiptana Mindiptana 13
93.02.03 Waropko Woropko 9
93.02.04 Kouh Kouh 3
93.02.05 Jair Getentiri 6
93.02.06 Bomakia Bomakia I 5
93.02.07 Kombut Kombut 4
93.02.08 Iniyandit Langgoan 5
93.02.09 Arimop Maju 7
93.02.10 Fofi Ikisi 8
93.02.11 Ambatkwi Kuken 5
93.02.12 Manggelum Manggelum 6
93.02.13 Firiwage Firiwage 4
93.02.14 Yaniruma Yaniruma 3
93.02.15 Subur Subur 4
93.02.16 Kombay Wanggemalo 5
93.02.17 Ninati Ninati 5
93.02.18 Sesnuk Sesnuk 5
93.02.19 Ki Ujungkia 4
93.02.20 Kawagit Kawagit 6
Total112

Demografi

lossy-page1-250px-Kookles_in_het_internaat_van_de_katholieke_missie_te_Tanah_Merah_bij_Mindiptana_in_het_aartsbisdom_Merauke%2C_KITLV_D809.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelas memasak di Sekolah Misi Katolik di Tanah Merah, antara abad 19 dan 20
250px-Wambon_people_in_Boven_Digoel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang Wambon, penduduk asli Boven Digoel

Kabupaten Boven Digoel masuk ke dalam wilayah adat Anim Ha, bersama dengan kabupaten Asmat, Mappi dan Merauke. Penduduk kabupaten Boven Digoel terdiri dari suku asli dan juga suku pendatang. Empat suku utama yang ada di Boven Digoel ialah suku Mandobo, Muyu, Wambon, dan Auyu.[21] Suku-suku pendatang baik dari Papua maupun wilayah lainnya berupa Biak, Asmat, Serui, Kei, Toraja, Batak, Aceh, Minahasa, Bugis, Buton, dan Jawa.[21] Pada tahun 2013, Orang Asli Papua di Boven Digoel sebanyak 55,64% dan 44,36% lainnya adalah non Papua. [21]

Berdasarkan agama yang dianut, mayoritas penduduk Boven Digoel menganut agama Kekristenan. Adapun banyaknya penduduk Boven Digoel menurut agama yang dianut berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2024 yakni Kekristenan sebanyak 84,40%, dengan rincian Katolik sebanyak 54,07% dan Protestan sebanyak 30,33%. Pemeluk agama Islam sebanyak 15,46%, dan sebagian lainnya menganut agama Hindu yakni 0,09% dan Buddha sebanyak 0,05%.[3] Sarana rumah ibadah yang terdapat di Boven Digoel yakni 109 gereja Katolik, 93 gereja Protestan, 24 masjid, 6 mushala, 2 pura dan 1 vihara.[9]

Referensi

  1. 1 2 3 "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-07-12. Diakses tanggal 16 Februari 2020.
  2. 1 2 "Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel Terpilih Dilantik". www.haloindonesia.co.id. 13 Oktober 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-13. Diakses tanggal 13 Desember 2021.
  3. 1 2 3 4 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 27 Februari 2025.
  4. "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Boven Digoel". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 22 Februari 2020.
  5. "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Selatan, 2025". www.papua.bps.go.id. Diakses tanggal 6 Maret 2026.
  6. "Postur APBD Kabupaten Boven Digoel". www.djpk.kemenkeu.go.id. 2024. Diakses tanggal 31 Oktober 2024.
  7. "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 31 Oktober 2024. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi Papua Selatan". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. 23. Diakses tanggal 31 Oktober 2024. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  9. 1 2 "Kabupaten Boven Digoel Dalam Angka 2021" (pdf). www.bovendigoelkab.bps.go.id. hlm. 159. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-02-22. Diakses tanggal 22 Februari 2022.
  10. "Tanah Merah, Papua Selatan, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 27 Juli 2025.
  11. "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 89 & 153. Diakses tanggal 27 Juli 2025.
  12. 1 2 3 4 5 6 7 8 Matanasi, Petrik. "Digoel, Tempat Buangan Para Pembangkang". tirto.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-10-31. Diakses tanggal 2020-08-18.
  13. Materay, Bernarda; Wabisay, Yan Dirk (2020-07-01). "PERTUMBUHAN NASIONALISME INDONESIA DI KALANGAN ORANG PAPUA 1963--1969 GROWTH OF INDONESIA NATIONALISM AMONG THE PAPUANS 1963--1969". Masyarakat Indonesia. 45 (1): 1–18. doi:10.14203/jmi.v45i1.883. ISSN 2502-5694. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-07-05. Diakses tanggal 2022-06-25.
  14. "MK Kuatkan Kemenangan Hengky-Lexi di Pilkada Boven Digoel Papua Jilid II". detikcom. 31 Agustus 2021. Diakses tanggal 22 Februari 2022.[pranala nonaktif permanen]
  15. "Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel Terpilih Dilantik". www.haloindonesia.co.id. 13 Oktober 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-13. Diakses tanggal 22 Februari 2022.
  16. Nuryani (22-11-2019). "20 Anggota DPRD Boven Digoel Resmi Dilantik, Politisi PDI-P Pimpin Ketua Sementara". metromerauke.com. Diakses tanggal 29-12-2019. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=[pranala nonaktif permanen]
  17. "KPU Boven Digoel Tetapkan 20 Anggota DPRD Terpilih, Ini Daftar Nama dan Jumlah Suara". tribun-arafura.com. 25-07-2019. Diakses tanggal 29-12-2019. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=[pranala nonaktif permanen]
  18. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-09-19. Diakses tanggal 5 Desember 2018.
  19. "Statistik Potensi Desa Propinsi Papua 2018". BPS Provinsi Papua. Diakses tanggal 27 Februari 2019.
  20. "Kabupaten Boven Digoel Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Boven Digoel. Diakses tanggal 14 Maret 2019. {{cite web}}: Parameter tidak dikenal |published-date= diabaikan
  21. 1 2 3 "Kabupaten Boven Digoel". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-06. Diakses tanggal 22 Februari 2022.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |wesbite= diabaikan

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Boven Digoel Regency.
Provinsi
Kabupaten
Kota
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan