Selasa, 22 September 2026
07:36 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Chalid Salim

Chalid Salim

Abdoel Chalid Salim
lossy-page1-250px-Chalid_Salim%2C_die_later_zou_worden_ge%C3%AFnterneerd_in_Tanahmerah_%28Boven-Digoel%29_en_zijn_twee_zusjes_te_Sumatra%2C_KITLV_19018.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Chalid Salim dengan dua adik perempuannya, 1910-an
Lahir(1902-11-24)24 November 1902
Meninggal10 Maret 1985(1985-03-10) (umur 82)
Nama lainIgnatius Franciscus Michael Salim
Dikenal karenaTokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia, mantan tahanan Diguli
Orang tuaSutan Mohamad Salim

Abdoel Chalid Salim (24 November 1902  10 Maret 1985) atau Ignatius Franciscus Michael Salim[1] adalah seorang wartawan dan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia berhaluan kiri. Ia merupakan putra Sutan Muhammad Salim, seorang jaksa dari Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat. Dia juga merupakan adik Haji Agus Salim.

Kehidupan

Setelah meninggalkan bangku sekolah MULO (1923) di Weltevreden, Chalid Salim pergi bekerja ke Lumajang. Setelah itu ia mengikuti saudaranya Jacob Salim di Pontianak. Di sini ia bekerja di kantor advokat dan aktif menulis di mingguan Halilintar Hindia. Kemudian ia pindah ke Medan, dan bekerja sebagai redaktur Pewarta Deli. Tulisannya banyak mengecam kebijakan pemerintah Hindia Belanda, seperti poenale sanctie, hingga kedoknya sebagai aktivis komunis terbongkar. Chalid dipenjara selama setahun di Medan, sebelum akhirnya dibuang ke Boven Digul. Ia mendekam di Digul selama 15 tahun (1928-1943), dan merupakan salah satu tahanan politik yang paling lama mendekam di kamp tersebut.[2] Salim dibaptis oleh Imam C. Meuwese pada 26 Desember 1942, beberapa bulan sebelum ia meninggalkan Tempat Pengasingan Boven Digoel, setelah serangkaian perdebatan panjang dan katekisasi yang diberikan oleh imam Keuskupan Agung Merauke tersebut.[3]

Karya

  • Vijftien Jaar Boven-Digoel Concentratiekamp op Nieuw-Guinea Bakermat van de Indonesische Onafhankelijkheid. Diterjemahkan menjadi "Lima Belas Tahun Digul, Kamp Konsentrasi di Nieuw Guinea, Tempat Persemaian Kemerdekaan Indonesia" (1977)

Catatan kaki

  1. http://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/774591[pranala nonaktif permanen]
  2. Yunus Yahya, Peranakan idealis: dari Lie Eng Hok sampai Teguh Karya, KPG, 2002
  3. Steenbrink 2007, hlm. 251-52.

Referensi

  • Haji Agus Salim, Di Jalan ke Digul, Fadjar Asia, 3 Agustus 1928
  • Azizah Etek, Mursyid A. M., Arfan B; Kelah Sang Demang Jahja Datoek Kajo: Pidato Otokritik di Volkstraad, 1927-1939; LKiS, 2008
  • Majalah Tempo, Kisah dari Siberia Hijau, 24 Oktober 1981
  • Steenbrink, Karel (2007), Catholics in Indonesia, 1903-1942 : A Documented History (dalam bahasa (Inggris)), vol. 2, Brill, ISBN 978-90-67-18260-7{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan