Minggu, 20 September 2026
20:30 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Bionika

Bionika

aplikasi metode dan sistem biologis yang ditemukan di alam dalam bidang teknik dan teknologi modern

Bagian dari seri tentang
Siborg
250px-Unknown_engraver_-_Humani_Victus_Instrumenta_-_Ars_Coquinaria_-_WGA23954.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Siborgologi
Teori
Pusat
Politik
Seni

Bionika adalah ilmu yang digunakan untuk mengganti struktur anatomi atau proses fisiologi dengan komponen elektronik atau mekanik.[1] Ilmu bionik ini sedang mengalami kemajuan besar, misalnya pengembangan telinga bionik, mata buatan, dan prostesis sensoris.[1] Konsep bionik ini pertama kali dimasyarakatkan pada tahun 1970an melalu media televisi, dan pada masa itu hal tersebut termasuk fiksi ilmiah, akan tetapi kemajuan teknologi dan bersatunya disiplin ilmu seperti elektronika dan biologi telah menjadikan bionik suatu kemungkinan yang sungguh-sungguh nyata.[1] Dengan menggunakan reseptor silikon untuk secara langsung menghubungkan alat buatan dengan saraf.[1] Ide yang inovatif bionik ini berasal dari banyak bidang, Mulai dari biologi, fisika dan matematika hingga teknik material.[2] Penemuan berdasarkan alam ini kemudian diterapkan lebih banyak bidang lagi, khususnya arsitektur, disain, dan produksi.[2]

Telinga bionik

Telinga bionik disebut juga implan koklear.[1] alat pendengaran yang letaknya dalam dan mengandung reseptor khusus yang disebut sel rambut (koklea).[1] Sel ini beraksi terhadap gelombang bunyi dengan bergetar sehingga dapat mengantarkan impluls listrik keserabut saraf auditorius.[1] Pada beberapa bentuk ketulian, sel rambut tidak berfungsi, kemudian telinga bionik ini diciptakan dengan nama implan koklear yang terdiri atas elektrode yang kecil-kecil, jumlahnya sampai 22 buah dan diaktifkan oleh berbagai frekuensi serta tinggi nada, yang merangsang serabut saraf auditorius, kemudian gelombang tersebut diterima oleh mikrofon dan pemancar, kemudian dihantarkan ke alat penerima yang tertanam di belakang telinga.[1] Implan ini akan membedakan pola bunyi, bukan penggantikan pendengaran.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 David Arnot, dkk (2009). Pustaka kesehatan Populer Mengenal Berbagai Macam Penyakit infeksi, volume 9. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer. hlm. 104.
  2. 1 2 "Inovasi Teknologi Bionik". Diakses tanggal 17 Juni 2014.


Ikon rintisan

Artikel bertopik ilmu pengetahuan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan