Senin, 21 September 2026
00:44 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Bintanath

Bintanath

Bintanath
Permaisuri Mesir
Istri Kerajaan Agung
Nyonya Dua Tanah
Nyonya Mesir Hulu dan Hilir, dll.
250px-Bintanath-portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bintanath
Pemakaman
AyahRamses II
IbuIsetnofret
PasanganRamses II
Merenptah? (dugaan)
KeturunanSeorang putri yang namanya tidak diketahui
DinastiDinasti ke-9 Mesir
Agamaagama Mesir Kuno
E10 Z1 R7N18
Z2
t
R7
D36
n
U33iB1
Bintanath
Era: Kerajaan Baru
(1550–1069 BC)
Hieroglif Mesir

Bintanath (atau Bentanath) merupakan putri kelahiran pertama dan kemudian Istri Kerajaan Agung Firaun Mesir, Ramses II.[1]

Keluarga

Bintanath kemungkinan besar lahir pada masa pemerintahan kakeknya, Seti I. Ibundanya adalah Isetnofret, salah satu dari dua istri Ramses II yang paling menonjol. Menarik untuk dicatat bahwa namanya berasal dariRumpun bahasa Semit, yang berarti Putri Anath, mengacu pada dewi bangsa Kanaan, Anat. Ia memiliki setidaknya tiga saudara, Ramses, Khaemwaset dan Merneptah dan seorang saudari yang bernama Isetnofret seperti ibunda mereka.[1]

Bintanath memiliki seorang putri yang muncul di lukisan di makamnya, Lembah Para Ratu. Ia tidak disebutkan namanya di sana tetapi menurut Joyce Tyldesley adalah mungkin bahwa namanya juga Bintanath dan ia menikah dengan firaun berikutnya, Merneptah. Menurut Tyldesley, sebuah patung Merneptah di Luxor menyebutkan "Istri Kerajaan Agung Bintanath", yang mungkin adalah putri ini, karena tidak mungkin Bintanath yang lebih tua menikah dengan Merneptah saat mereka berusia di atas enam puluh tahun. Namun, sangat mungkin bahwa Bintanath tidak pernah menikah dengan Merenptah dan menggunakan gelar "Istri Kerajaan Agung" hanya karena ia berhak mendapatkannya oleh pernikahan pertamanya.[2]

250px-Isetnofret.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prasasti Batu Aswan. Atas: Ramses II, Isetnofret dan Khaemwaset di hadapan Khnum. Bawah kiri ke kanan: Merneptah, Bintanath dan Pangaran Ramses.

Kematian dan pemakaman

Meskipun ia adalah putri pertama Ramses, ia sebenarnya adalah salah satu dari sedikit anak yang hidup lebih lama dari ayahanda mereka yang panjang umur. Ia digambarkan di sebuah patung yang dirampas oleh Merenptah.[1] Ia meninggal pada masa pemerintahan saudaranya, Merneptah dan dimakamkan di QV71, Lembah Para Ratu.[1]

Queen-Bint-Anath.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Ratu Bintanath di hadapan dewa, dan putrinya di hadapan dewi Nephtys di makam QV71. (Digambar berdasarkan adegan yang dicatat oleh Lepsius).

Makam tersebut digambarkan oleh Lepsius (nomor 4). Nama Bintanath diberikan dengan ejaan yang sedikit berbeda di dalam makam.[3] Bintanath ditampilkan di depan Osiris dan Nephtys. Kedua dewa tersebut berkata: "Saya memberimu tempat istirahat di tanah kebenaran." Ratu Bintanath digambarkan bersama putrinya, yang tidak disebutkan namanya. Sarkofagus Bintanath kemudian dirampas oleh seorang pria.

Sumber

  1. 1 2 3 4 Dodson, Aidan and Hilton, Dyan. The Complete Royal Families of Ancient Egypt. Thames & Hudson. 2004. ISBN0-500-05128-3, p.170
  2. Tyldesley, Joyce. Ramesses: Egypt's Greatest Pharaoh. Penguin. 2001. ISBN0-14-028097-9
  3. Lepsius, Denkmahler University of Halle Website Diarsipkan March 9, 2007, di Wayback Machine.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan