Sabtu, 07 November 2026
01:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Bintanath

Bintanath

Bagikan:
Bintanath
Permaisuri Mesir
Istri Kerajaan Agung
Nyonya Dua Tanah
Nyonya Mesir Hulu dan Hilir, dll.
250px-Bintanath-portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bintanath
Pemakaman
AyahRamses II
IbuIsetnofret
PasanganRamses II
Merenptah? (dugaan)
KeturunanSeorang putri yang namanya tidak diketahui
DinastiDinasti ke-9 Mesir
Agamaagama Mesir Kuno
E10 Z1 R7N18
Z2
t
R7
D36
n
U33iB1
Bintanath
Era: Kerajaan Baru
(1550–1069 BC)
Hieroglif Mesir

Bintanath (atau Bentanath) merupakan putri kelahiran pertama dan kemudian Istri Kerajaan Agung Firaun Mesir, Ramses II.[1]

Keluarga

Bintanath kemungkinan besar lahir pada masa pemerintahan kakeknya, Seti I. Ibundanya adalah Isetnofret, salah satu dari dua istri Ramses II yang paling menonjol. Menarik untuk dicatat bahwa namanya berasal dariRumpun bahasa Semit, yang berarti Putri Anath, mengacu pada dewi bangsa Kanaan, Anat. Ia memiliki setidaknya tiga saudara, Ramses, Khaemwaset dan Merneptah dan seorang saudari yang bernama Isetnofret seperti ibunda mereka.[1]

Bintanath memiliki seorang putri yang muncul di lukisan di makamnya, Lembah Para Ratu. Ia tidak disebutkan namanya di sana tetapi menurut Joyce Tyldesley adalah mungkin bahwa namanya juga Bintanath dan ia menikah dengan firaun berikutnya, Merneptah. Menurut Tyldesley, sebuah patung Merneptah di Luxor menyebutkan "Istri Kerajaan Agung Bintanath", yang mungkin adalah putri ini, karena tidak mungkin Bintanath yang lebih tua menikah dengan Merneptah saat mereka berusia di atas enam puluh tahun. Namun, sangat mungkin bahwa Bintanath tidak pernah menikah dengan Merenptah dan menggunakan gelar "Istri Kerajaan Agung" hanya karena ia berhak mendapatkannya oleh pernikahan pertamanya.[2]

250px-Isetnofret.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prasasti Batu Aswan. Atas: Ramses II, Isetnofret dan Khaemwaset di hadapan Khnum. Bawah kiri ke kanan: Merneptah, Bintanath dan Pangaran Ramses.

Kematian dan pemakaman

Meskipun ia adalah putri pertama Ramses, ia sebenarnya adalah salah satu dari sedikit anak yang hidup lebih lama dari ayahanda mereka yang panjang umur. Ia digambarkan di sebuah patung yang dirampas oleh Merenptah.[1] Ia meninggal pada masa pemerintahan saudaranya, Merneptah dan dimakamkan di QV71, Lembah Para Ratu.[1]

Queen-Bint-Anath.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Ratu Bintanath di hadapan dewa, dan putrinya di hadapan dewi Nephtys di makam QV71. (Digambar berdasarkan adegan yang dicatat oleh Lepsius).

Makam tersebut digambarkan oleh Lepsius (nomor 4). Nama Bintanath diberikan dengan ejaan yang sedikit berbeda di dalam makam.[3] Bintanath ditampilkan di depan Osiris dan Nephtys. Kedua dewa tersebut berkata: "Saya memberimu tempat istirahat di tanah kebenaran." Ratu Bintanath digambarkan bersama putrinya, yang tidak disebutkan namanya. Sarkofagus Bintanath kemudian dirampas oleh seorang pria.

Sumber

  1. 1 2 3 4 Dodson, Aidan and Hilton, Dyan. The Complete Royal Families of Ancient Egypt. Thames & Hudson. 2004. ISBN0-500-05128-3, p.170
  2. ↑ Tyldesley, Joyce. Ramesses: Egypt's Greatest Pharaoh. Penguin. 2001. ISBN0-14-028097-9
  3. ↑ Lepsius, Denkmahler University of Halle Website Diarsipkan Maret 9, 2007, di Wayback Machine

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan