Minggu, 08 November 2026
22:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Surojo Bimantoro

Surojo Bimantoro

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke 16

Bagikan:
Suroyo Bimantoro
250px-Chief_Police_Surojo_Bimantoro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi, 2000
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesiake-16
Masa jabatan
23 September 2000 –29 November 2001
PresidenAbdurrahman Wahid
Megawati Soekarnoputri
MenkopolsosKam[a]Susilo Bambang Yudhoyono
Agum Gumelar
Menteri Pertahanan [b]Mahfud MD
Matori Abdul Djalil
PendahuluRoesdihardjo
PenggantiChairuddin Ismail (pjs. de facto)
Da'i Bachtiar
Informasi pribadi
Lahir1 November 1946 (umur 80)
AlmamaterAKABRI 1970
PekerjaanPolisi
Karier militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_National_Police.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kepolisian Republik Indonesia
Pangkat40px-PDU_JEN_STAF.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jenderal Polisi
SatuanReserse

Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Surojo Bimantoro (EYD: Suroyo Bimantoro) (lahir 1 November 1946) adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menjabat sejak 23 September 2000 hingga 29 November 2001. Ia dipilih oleh Presiden Abdurrahman Wahid, akan tetapi ditentang oleh kalangan internal Polri. Polemik ini dipicu karena diadakannya kembali jabatan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Wakapolri oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Kemudian gerakan ini terakomodir oleh para perwira menengah Polri yaitu antara lain Kolonel (Pol) Alfons Lemau yang ingin perubahan dalam tubuh Polri dengan cara jabatan Wakapolri ditiadakan.

Pada tanggal 20 Juli 2001, Presiden Abdurrahman Wahid memberhentikan Bimantoro sebagai Kapolri karena telah diangkat sebagai Duta Besar RI untuk Malaysia dan melantik Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Chairuddin Ismail sebagai pejabat sementara (pjs.) Kapolri. Namun pada 3 Agustus 2001, Presiden Megawati Soekarnoputri mengembalikan jabatan Kapolri kepada Bimantoro[1] melalui Keputusan Presiden (Keppres) nomor 97 tahun 2001. Di sana juga dituliskan bahwa Keppres ini berlaku surut sejak 1 Juni 2001, dengan efektif menganggap pengangkatan Chairuddin sebagai Wakapolri dan Pjs. Kapolri tidak sah.

Tanda jasa

Baris ke-1 Bintang Mahaputera Adipradana (7 Agustus 2015)[2] Bintang Bhayangkara Utama
Baris ke-2 Bintang Yudha Dharma Pratama Bintang Bhayangkara Pratama Bintang Yudha Dharma Nararya
Baris ke-3 Bintang Bhayangkara Nararya Satyalancana Jana Utama Satyalancana Ksatriya Tamtama
Baris ke-4 Satyalancana Karya Bhakti (Ulangan I) Satyalancana Kesetiaan 24 tahun Satyalencana Prasetya Panca Warsa
Baris ke-5 Satyalancana Satya Dharma Satyalancana Dwidya Sistha (Ulangan I) Satyalancana Seroja

Referensi

Jabatan kepolisian
Didahului oleh:
Roesdihardjo
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
2000–2001
Diteruskan oleh:
Chairuddin Ismail (pjs. de facto)
Da'i Bachtiar
  1. ↑ secara administratif dan koordinasi kebijakan, Kapolri berada di bawah kordinasi MenkoPolsoskam (Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial dan Keamanan)
  2. ↑ meskipun Polri sudah mandiri, pada masa transisi ini Kapolri masih berkoordinasi dengan Menhan dalam hal kebijakan pertahanan dan keamanan negara yang bersinggungan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan