Rabu, 04 November 2026
11:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Banu Ziri

Banu Ziri

dinasti keturunan Berber di Maghrib

Bagikan:
Dinasti Zirid
973–1148
Bendera Ziri
Bendera
Ibu kotaAchir (sebelum 1014), Kairouan (dari 1014 sampai 1057),
Mahdia (setelah 1057)[1][2][3]
Bahasa umumBerber (utama), Arab-Maghrib, Afrika Latin, Ibrani
Agama Islam (Sunni, Ibadi), Kekristenan (Katolik Roma), Yahudi
PemerintahanKerajaan (Keamiran)
Amir 
• 973–984
Buluggin bin Ziri
• 1121–1148
Abu'l-Hasan al-Hasan bin Ali
Sejarah 
• Didirikan
973
• Dibubarkan
1148
Mata uangDinar
Didahului olehDigantikan oleh
klfKekhalifahan
Fatimiyah
dnsDinasti
Hammadiyah
krjKerajaan
Afrika
Sekarang bagian dari

Banu Ziri atau Dinasti Ziriyyah (bahasa Berber: ⵜⴰⴳⵍⴷⴰ ⵏ ⴰⵢⵜ ⵣⵉⵔⵉ Tagelda n Ayt Ziri, bahasa Arab:زيريون, translit. Zīryūn) adalah sebuah dinasti Sanhaja Berber dari Aljazair modern yang memerintah Maghrib dari 972 hingga 1014 dan Ifriqiyah (timur Maghrib) dari 972 hingga 1148.[1][4]

Keturunan Ziri bin Menad, seorang pemimpin militer yang bersatu dengan Khilafah Fathimiyah yang berbasis di Kairo, memberikan nama kepada dinasti tersebut, Ziri awalnya adalah Amir yang memerintah atas nama Fatimiyah. Mereka secara bertahap membentuk otonomi sendiri hingga secara resmi memberontak kepada Fatimiyah pada pertengahan abad ke-11. Mereka adalah dinasti Muslim ketiga keturunan Berber di Maghrib selama Abad Pertengahan. Dinasti ini membuka jalan menuju periode dalam sejarah Maghribi di mana kekuasaan politik dipegang oleh dinasti Berber seperti dinasti Almoravid, Khilafah Almohad, dinasti Zayyanid, dinasti Marinid dan dinasti Hafsid.[5]

Melanjutkan penaklukan mereka ke Fez dan Maroko modern pada 980, mereka menghadapi perlawanan dari kaum lokal Zenata Berber, yang setia kepada Kekhalifahan Kordoba.[3][6][7] Namun berbagai cabang Zirid memerintah di Maghrib pusat. Cabang Zirid ini, pada awal abad ke-11, setelah berbagai perselisihan keluarga memisahkan diri sebagai Hammadiyah dan mengambil alih wilayah-wilayah pusat Maghrib. Zirid kemudian ditetapkan sebagai Badicides dan hanya menduduki Ifriqiyah antara 1048 hingga 1148.[8]

Referensi

  1. 1 2 "Zirid Dynasty | Muslim dynasty". Encyclopædia Britannica. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-29. Diakses tanggal 2016-11-27.
  2. ↑ Idris H. Roger, L'invasion hilālienne et ses conséquences, in : Cahiers de civilisation médiévale (43), Jul.-Sep. 1968, pp.353-369.
  3. 1 2 Julien, Charles-André (1994-01-01). Histoire de l'Afrique du Nord: des origines à 1830 (dalam bahasa Prancis). Payot. hlm. 295.
  4. ↑ "Qantara - Les Zirides et les Hammadides (972-1152)". www.qantara-med.org. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Maret 2016. Diakses tanggal 27 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Hrbek, Ivan; Africa, Unesco International Scientific Committee for the Drafting of a General History of (1992-01-01). Africa from the Seventh to the Eleventh Century (dalam bahasa Inggris). J. Currey. hlm. 172. ISBN 9780852550939.
  6. ↑ Meynier, Gilbert (2010-01-01). L'Algérie, coeur du Maghreb classique: de l'ouverture islamo-arabe au repli (698-1518) (dalam bahasa Prancis). La Découverte. hlm. 158. ISBN 9782707152312.
  7. ↑ Simon, Jacques (2011-01-01). L'Algérie au passé lointain: de Carthage à la régence d'Alger (dalam bahasa Prancis). Harmattan. hlm. 165. ISBN 9782296139640.
  8. ↑ Idris, Hady Roger. "L'invasion hilālienne et ses conséquences". Cahiers de civilisation médiévale. 11 (43): 353–369. doi:10.3406/ccmed.1968.1452.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Zirid dynasty.
Imam-khalifah
Sejarah
Awal dan kemajuan (909–973)
Puncak dan krisis (973–1073)
Pemulihan dan kejatuhan (1073–1171)
Pemerintahan
dan militer
Wazir
dan pemangku kuasa
Dinasti vasal
Pejabat, gubernur
dan jenderal
Militer
Isma'ilisme
Doktrin
Cabang dan pecahan
Pendakwah
dan teolog
Gerakan
anti-Fathimiyah
Budaya
Seni dan arsitektur
Sastra dan Pembelajaran
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan