Sabtu, 24 Oktober 2026
02:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Balthasar Coyett

Bagikan:

Balthasar Coyett (6 Oktober 1652 – 19 September 1725[1]) adalah seorang pegawai Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) berkewarganegaraan Belanda-Swedia. Posisi terakhirnya adalah sebagai Gubernur Ambon (Landvoogden van Ambon) sejak tanggal 11 Juni 1701 hingga Mei 1706.[2]

Karier

Lahir dan dibesarkan di keluarga VOC yang menetap di Batavia, pada tahun 1680 Balthasar sempat menjadi Sekretaris di College van Heemraden, sebuah badan yang mengatur batas tanah, jalan, dan jembatan di kota tersebut. Ia sempat dipulangkan ke Belanda pada tahun 1684, sebelum kembali ke Batavia pada tahun 1688.[1][3]

Pada tanggal 1 September 1694, ia ditunjuk sebagai Gubernur Sementara (Provisioneel Gezaghebber) di Banda. Posisinya berubah menjadi Presiden Banda (Voorzitter) pada tanggal 13 April 1696. Ia akhirnya menjadi Gubernur Banda (Landvoogd) pada tanggal 25 Mei 1697 hingga 17 April 1701.[1][4]

Hanya pada masa kepemimpinan Balthasar, buruh perkebunan di Banda didata secara mendetail. Di era Gubernur sebelum dan setelahnya, hanya dilakukan perhitungan jumlah buruh, tetapi dengan data yang terbatas. Dalam laporannya, Balthasar mencatat mulai dari nama, jenis kelamin, usia, hingga etnis mereka.[4]

Balthasar kemudian ditunjuk sebagai Gubernur Ambon pada tahun 1701.[4] Di sana, ia harus menyelesaikan konflik perebutan lahan perkebunan antara penduduk Hunut dan desa-desa sekitarnya, seperti Halong, Soya, dan Mardika. Sempat mendapat angin segar saat kepemimpinan Gubernur Dirk De Haas, penduduk Hunut yang diwakili oleh Timolohalat mendapat keputusan pengadilan yang tidak menguntungkan saat kepemimpinan Balthasar. Penduduk Halong bahkan menerima dokumen kepemilikan lahan yang tercatat di sekretariat VOC. Pada bulan Desember 1705, keturunan kedua pihak kembali bertemu di pengadilan, dan Balthasar menyarankan agar permintaa penduduk Hunut ditolak karena Timolohalat dan keturunannya dianggap orang yang gemar bertengkar.[5]

Kehidupan pribadi

Balthasar adalah anak dari Frederick Coyett, Gubernur terakhir di Formosa (saat ini merupakan wilayah Taiwan), dan Susanna Boudaens. Ia menikah dengan Constantia Pierraerd, dan dikaruniai lima orang anak. Salah satu anak laki-lakinya, Frederik Julius Coyett (1680–1736), juga menjadi pegawai VOC.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Balthasar Coyett". DeVOCSite.
  2. ↑ "Indonesia". WorldStatesmen.org.
  3. ↑ "Balthasar Coyett". De Digitale Bibliotheek voor de Nederlandse Letteren (DBNL).
  4. 1 2 3 "Slavery and the perkeniersstelsel on the Banda Islands in the 1690's" (PDF). Leiden University.
  5. ↑ "Keluhan yang disampaikan oleh Penduduk Hunut di Pulau Ambon, 14 Juli 1695". Arsip Nasional Republik Indonesia.
Masa Kekuasaan
Perusahaan Hindia Timur Belanda
(1610–1800)
Flag of the Dutch East India Company
Flag of the Dutch East India Company
Masa Kekuasaan
Hindia Belanda Pertama
(1800–1811)
Masa Kekuasaan
Kerajaan Inggris
(1800–1811)
Masa Kekuasaan
Hindia Belanda Kedua
(1811–1949)
Komisaris Tinggi


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan