Sabtu, 24 Oktober 2026
20:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Bahasa Paisaci

Bahasa yang punah di India kuno

Bagikan:
Bahasa Prakerta Paisaci
Brahmi: 𑀧𑁃𑀰𑀸𑀘𑀻
  • Paishachi
  • Paiśācī
WilayahIndia Utara
EraKemungkinan sejak abad ke-5 SM; sebagian besar teks berasal dari abad ke-3 hingga ke-10 M[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Kode bahasa
ISO 639-3Tidak ada (tidak ada)
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
qpp
Glottologpais1238
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Extinct

Prakerta Paisaci diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [2][3]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Prakerta Paisaci (Dewanagari: पैशाची; ,IAST: Paiśācī, पैशाची) adalah sebuah bahasa sastra yang sebagian besar tidak terdokumentasi (tidak terbukti) dari kerajaan-kerajaan pertengahan India yang disebutkan dalam teks-teks tata bahasa Prakerta[4] dan Sanskerta kuno. Bahasa ini umumnya dikelompokkan dengan rumpun bahasa Prakerta, yang dengannya ia berbagi beberapa kemiripan linguistik, tetapi tetap tidak dianggap sebagai Prakerta lisan oleh para ahli tata bahasa karena murni merupakan bahasa sastra dan karena sifatnya yang arkais.[5]

Identitas

Etimologi nama tersebut menunjukkan bahwa bahasa ini dituturkan oleh para piśāca, yaitu setan atau makhluk halus. Dalam karya-karya puitika Sanskerta seperti Kavyadarsa karya Dandin, bahasa ini juga dikenal dengan nama Bhutabhasa, sebuah julukan yang dapat ditafsirkan sebagai "bahasa mati" (yaitu tidak ada penutur yang tersisa) atau sebagai "bahasa yang dituturkan oleh orang mati" (yaitu hantu atau makhluk halus). Bukti yang mendukung tafsiran pertama adalah bahwa sastra dalam Paisaci bersifat fragmentaris dan sangat langka, meskipun mungkin pernah umum pada masanya.

Kitab tata bahasa Siddha-Hema-Sabdanusasana, yang ditulis oleh Acarya Hemachandraacarya, memuat enam bahasa: Sanskerta, Prakerta "standar" (praktisnya Prakerta Maharastri), Sauraseni, Magadi, Paisaci, Culikapaisaci yang tidak terdokumentasi di tempat lain, dan Apabhramsa (praktisnya Apabhramsa Gurjara, yang lazim di wilayah Gujarat dan Rajasthan pada masa itu dan menjadi pendahulu bahasa Gujarat modern).

Beberapa cendekiawan menganggap Paisaci sebagai bahasa asli wilayah Punjab, khususnya di kota Taxila tempat dialek Kaikeyi dituturkan.[6] Ketiadaan aspirasi yang sering ditemukan dalam catatan-catatan dari wilayah tersebut tampaknya disebabkan oleh pengaruh asing.[7]

Saat ini, bahasa Punjabi dan rumpun bahasa Dardik telah diusulkan sebagai keturunan Paisaci.[8][9]

Sejarawan Tibet abad ke-13, Buton Rinchen Drub, menulis bahwa aliran-aliran Buddhis awal dibedakan berdasarkan pilihan bahasa suci: umat Mahāsāṃghika menggunakan Prakerta, umat Sarvāstivāda menggunakan Sanskerta, umat Sthaviravāda menggunakan Paisaci, dan umat Saṃmitīya menggunakan Apabhramsa.[10]

Sastra

Karya yang paling dikenal luas, meskipun hilang, yang dikaitkan dengan bahasa Paisaci adalah Bṛhatkathā (secara harfiah "Kisah Besar"), sebuah kumpulan besar cerita dalam bentuk syair, yang dikaitkan dengan Gunadhya. Karya ini dikenal melalui adaptasi-adaptasinya dalam Sanskerta sebagai Kathasaritsagara pada abad ke-11 oleh Somadeva, dan juga dari Bṛhatkathā oleh Kshemendra. Baik Somadeva maupun Kshemendra berasal dari Kashmir, tempat Bṛhatkathā konon populer.[butuh rujukan]

Mengenai keberadaannya, Pollock menulis:[11]: 92 

Para ahli bahasa telah mengidentifikasinya sebagai segala sesuatu mulai dari dialek Indo-Arya Tengah bagian timur yang dekat dengan bahasa Pali hingga bahasa Munda dari penduduk Vindhya […] Sebenarnya tidak ada alasan kuat untuk repot-repot memilih […] Paisaci adalah kartu liar dalam dek wacana Asia Selatan tentang bahasa, yang memiliki status legendaris semata, karena ia terkait dengan satu teks yang hilang, yaitu Bṛhatkathā (Kisah Agung), yang tampaknya lebih eksis sebagai kategori konseptual yang menandai Volksgeist, Gudang Besar Narasi Rakyat […] Bagaimanapun, selain karya legendaris ini (yang "bertahan" hanya dalam satu Maharastri Jain dan beberapa perwujudan Sanskerta), Paisaci tidak relevan bagi sejarah sastra aktual Asia Selatan.

Tata bahasa

Terdapat satu bab (Bab 10 dari Prakrita Prakasha) yang dikhususkan untuk Prakerta Paisaci dalam Prakrita Prakasha, sebuah buku tata bahasa rumpun bahasa Prakerta yang dikaitkan dengan Vararuci.[12] Dalam karya ini disebutkan bahwa dasar Paisaci adalah Prakerta Sauraseni. Selanjutnya disebutkan 10 kaidah untuk mengubah teks dasar menjadi Paisaci. D.G. Sircar dalam bukunya Grammar Of The Prakrit Languages merinci total 14 kaidah, dengan dua kaidah pertama menjelaskan dasarnya. Dua belas kaidah sisanya adalah sebagai berikut:[13]

  1. Konsonan lunak menjadi keras. Misalnya, Ga menjadi Ka, Gha menjadi Kha, Ba menjadi Pa, dan Da menjadi Ta.
  2. Kata umum iva (yang berarti "seperti" atau "bagai") diganti dengan piva.
  3. Na dental selalu diganti dengan ṇa retrofleks.
  4. Gugus konsonan ṣṭa diganti dengan saṭa (memecah gugus).
  5. Demikian pula, gugus sna diganti dengan sana.
  6. Gugus ry diganti dengan riya.
  7. Gugus jña diganti dengan ñña.
  8. Khusus pada kata Kanyā (gadis), nya juga menjadi ñña.
  9. Sama seperti kaidah 3, bunyi ganda lunak jja menjadi ganda keras cca.
  10. Ketika kata untuk raja (Rajan) berada dalam kasus tata bahasa tertentu (seperti "oleh raja" atau "milik raja"), bentuk dasarnya berubah menjadi Raci (ja berubah menjadi ci).
  11. Akhiran -tva, yang digunakan untuk menyatakan "setelah melakukan X", diganti dengan -tuna.
  12. Kata untuk "jantung", Hridaya, sepenuhnya diganti dengan kata Hitapakam. Teks tersebut menyebut ini sebagai aturan yang sangat aneh dan mungkin merupakan korupsi teks, tetapi aturan itu tetap berlaku.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Prakerta Paisaci at MultiTree on the Linguist List
  2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. ↑ Dr. Narinder Sharma. Prakrita Prakasha Of Vararuchi Dr. P. L. Vaidya (dalam bahasa Sanskrit).{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ "181 [95] - The home of the Paisaci - The home of the Paisaci - Page - Zeitschriften der Deutschen Morgenländischen Gesellschaft - MENAdoc – Digital Collections". menadoc.bibliothek.uni-halle.de.
  6. ↑ D.G. Sircar (1943). A Grammar Of The Prakrit Language. Motilal Banarsidass. hlm. 95.
  7. ↑ D.G. Sircar (1943). A Grammar Of The Prakrit Language. Motilal Banarsidass. hlm. 94.
  8. ↑ Bailey, T. Grahame (Februari 1921). "Linguistic Survey of India. Vol. VIII, Part II : Specimens of the Dardic or Piśacha Languages. By SirGeorge Grierson, K.C.I.E., D.Litt. pp. vii, 567". Bulletin of SOAS (dalam bahasa Inggris). 2 (1): 137–139. doi:10.1017/S0041977X00101909. ISSN 1474-0699.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Singh, Sikander (April 2019). "The Origin Theories of Punjabi Language: A Context of Historiography of Punjabi Language". International Journal of Sikh Studies.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Yao, Zhihua. The Buddhist Theory of Self-Cognition. 2012. p. 9
  11. ↑ Pollock, Sheldon I. (2006), The language of the gods in the world of men: Sanskrit, culture, and power in premodern India, University of California Press, ISBN 978-0-520-24500-6
  12. ↑ Vararuci; Bhamaha. Manorama; Cowell, Edward Byles (1868). The Prkita-prakasa; or the Prakrit grammar of Vararuchi. With the commentary Manorama of Bhamaha. The first complete ed. of the original text... With notes, an English translation and index of Prkrit words; to which is prefixed a short introd. to Prkit grammar. Robarts - University of Toronto. London Trübner.
  13. ↑ D.G. Sircar (1943). A Grammar Of The Prakrit Language. Motilal Banarsidass. hlm. 95–97.
Dardik?
Kashmirik
Shinaik
Kunar
Kohistan
Lainnya
Utara
Timur
Tengah
Barat
Barat Laut
Punjabi
Timur
Lahnda
Sindhi
Barat
Gujarat
Rajasthan
Bhil
Romani
Utara
Lainnya
Lainnya
Tengah
Barat
Timur
Lainnya
Timur
Bihari
Bhojpuri
Magahi
Maithili
Sadanik
Tharuik
Lainnya
Gauda–
Kamarupa
Bengali
Kamarupik
Odia
Halbi
Selatan
Marathi–
Konkani
Marathik
Konkanik
Kepulauan
Kuno
Pertengahan
Awal
Pertengahan (Prakerta)
Akhir (Apabhraṃśa)
Bahasa
Proto
Belum Diklasifikasikan
Bahasa Pidgin
dan Kreol
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan