Senin, 02 November 2026
04:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bahasa terbukti

bahasa dengan bukti langsung akan keberadaannya

Bagikan:

Dalam ilmu kebahasaan, bahasa terbukti adalah bahasa (hidup maupun mati) yang pernah atau sudah terdokumentasi sehingga bukti keberadaannya (attestation) masih ada hingga kini. Bukti dapat berupa rekaman, transkripsi, sastra maupun prasasti. Sebaliknya, bahasa tak terbukti adalah sebutan umum untuk bahasa-bahasa yang tak mempunyai bukti langsung akan keberadaannya, yang semua buktinya telah hilang, maupun bahasa purba hipotetis yang diajukan dalam reka ulang kebahasaan.[1]

Dalam bahasa terbukti, bentuk kata tertentu yang langsung diketahui telah digunakan (karena muncul dalam sastra, prasasti, atau tuturan yang terdokumentasi) disebut bentuk terbukti. Bentuk ini berbeda dengan bentuk tak terbukti, yang merupakan reka ulang yang dihipotesiskan telah digunakan berdasarkan bukti tak langsung (seperti pola etimologis/penurunan kata). Dalam teks linguistik, bentuk yang tak terbukti biasanya ditandai dengan tanda bintang di depannya (*).[2]

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ Baxter, William Hubbard (1992). A Handbook of Old Chinese Phonology (dalam bahasa Inggris). Walter de Gruyter. hlm. 24. ISBN 9783110123241.
  2. ↑ Fortson, Benjamin W. IV (2011-09-07). Indo-European Language and Culture: An Introduction (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. ISBN 9781444359688.


Ikon rintisan

Artikel bertopik tentang linguistik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan