Kamis, 01 Oktober 2026
20:04 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Bahasa E

Bahasa E

bahasa

Bagikan:
Artikel ini mungkin mengandung riset asli. Anda dapat membantu memperbaikinya dengan memastikan pernyataan yang dibuat dan menambahkan referensi. Pernyataan yang berpangku pada riset asli harus dihapus. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Bahasa E
Bahasa Wuse, Kjang E
Dituturkan diTiongkok
WilayahGuangxi
Penutur
(30.000 per 1992)[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Kode bahasa
ISO 639-3eee
Glottologeeee1240
IETFeee
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Vulnerable

Bahasa E diklasifikasikan sebagai bahasa rentan (VU) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C6b ThreatenedBahasa E dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [2][3][4]
Lokasi penuturan
500px-Guangxi_in_China_%28%2Ball_claims_hatched%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Guangxi (merah) di Tiongkok (kuning). Penutur bahasa E terdapat di sebagian kecil daerah ini.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

03.11, Kamis, 1 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa E atau disebut juga bahasa Wuse atau Wusehua (Hanzi sederhana:五色话; Hanzi tradisional:五色話; Pinyin:Wŭsè Huà) adalah bahasa yang penuturnya kebanyakan berada di Rongshui (di Guangxi, Tiongkok), dan merupakan bahasa campuran rumpun Tionghoa dan Tai. Bahasa ini memiliki campuran fitur yang ada pada rumpun bahasa Tionghoa dan Tai, dan banyak mengadopsi kosakata Tionghoa ke dalam tata bahasa rumpun Tai. Dalam bahasa E, terdapat 7 macam nada; nada yang berbeda dapat menyebabkan sebuah kata memiliki arti yang berbeda. Bahasa ini memiliki beberapa fonem yang langka, di antaranya fonem nirsuara dari konsonan sengau (n, m dan ng) dan fonem nirsuara dari l.

Etimologi

Nama bahasa "E" merupakan transiliterasi pinyin dari namanya dalam bahasa itu sendiri.[5] Nama tersebut terdiri dari karakter "诶" dalam Hanzi sederhana atau "誒" dalam Hanzi tradisional, yang biasanya merupakan kata seru untuk menunjukkan kesetujuan.[6] Kadang penutur bahasa ini juga menyebutnya Kjang E.[5] Wusehua adalah nama lain bahasa ini, tetapi nama ini bersifat peyoratif.[7][8]

Geografi penutur

250px-Guilin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang suku Zhuang di Guilin.

Pada 1992, diperkirakan ada sekitar 30.000 penutur bahasa E,[5] tetapi pada 2008 diperkirakan hanya ada 9.000.[9] Kebanyakan penutur bahasa E digolongkan ke dalam suku Zhuang oleh pemerintah Tiongkok.[8] Penutur E kebanyakan hidup di daerah otonom Guangxi, terutama di Kabupaten Rongshi Miao dan perbatasan Kabupaten Luocheng Mulao.[8] Desa-desa yang ditinggali penutur E di antaranya adalah Xiatan, Simo, Xinglong, dan Yonglei.[8] Referensi linguistik dunia Ethnologue menggolongkan bahasa E sebagai kelompok 6b (terancam).[8] Para penutur E banyak menuturkan bahasa lain, terutama Bahasa Yue dan Mandarin Barat Daya logat Guiliu.[8]

Fonologi

Fonem atau bunyi vokal dan konsonan dalam bahasa E kebanyakan mirip dengan bahasa-bahasa serumpunnya. Fonem yang tidak biasa adalah [n̥], [ŋ̥], [m̥], (ketiganya fonem nirsuara untuk beberapa konsonan sengau) dan konsonan [l̥]. Fonem-fonem ini disebut "nirsuara" karena diucapkan tanpa menggetarkan pita suara. Dalam kebanyakan bahasa di dunia, biasanya konsonan-konsonan ini hanya dipakai dalam bentuk bersuara, yaitu [n], [ŋ], [m], [l], tetapi pada bahasa E terdapat fonem bersuara maupun nirsuaranya. Fitur fonologi lain dari bahasa ini adalah adanya diftong serta konsonan vokalik.[9]

Konsonan
bibir rongga-gigi langit-langit langit-langit belakang Celah suara
biasa desis biasa bibir
sengau m
m̥
n
n̥
ŋ
ŋ̥
letup biasa p t t͡s k kʷ
berhembus pʰ tʰ t͡sʰ kʰ
desis f s ɕ h
hampiran l
l̥
j w
Vokal
depan belakang
tak bulat tak bulat bulat
tinggi i
y
u
madya atas e o
madya ə
madya bawah ɛ
rendah a

Seperti banyak bahasa Tionghoa dan rumpun Tai, bahasa E adalah bahasa bernada, yang berarti pola nada yang berbeda menyebabkan kata yang diucapkan menjadi berbeda dan artinya pun berbeda. Bahasa ini memiliki 7 macam pola nada, dan pola ke-7 memiliki versi pendek dan panjang. Dengan menggunakan kontur berskala 1 (nada terendah) sampai 5 (tertinggi), ke-7 pola nada dalam bahasa E dapat dinyatakan sebagai berikut:[9]

Kontur nada dalam bahasa E[9]
Nomor Kontur Simbol
1. 4-2 ˦˨
2. 2-3-1 ˨˧˩
3. 4-4 ˦
4. 3-5 ˧˥
5. 2-4 ˨˦
6. 5-5 ˥
7. Pendek 2-4 ˨˦
Panjang 2-2 ˨
Keterangan: Nilai kontur berskala 1 (nada terendah) hingga 5 (tertinggi)

Klasifikasi rumpun

Bahasa E biasanya digolongkan sebagai bahasa campuran yang berinduk kepada dua rumpun bahasa besar, yaitu Rumpun bahasa Tai-Kadai dan Rumpun Bahasa Sino-Tibet, yang keduanya umum di Tiongkok Selatan maupun Asia Tenggara Daratan.[7] Namun beberapa pakar linguistik berpendapat berbeda, bahwa bahasa E adalah anggota rumpun Tai-Kadai saja, yang telah terkena pengaruh bahasa-bahasa rumpun Sino-Tibet dari Tiongkok.[10]

Tata bahasa dan kosakata

Tata bahasa E banyak memiliki kemiripan dengan bahasa-bahasa rumpun Tai (anak rumpun dari Tai-Kadai). Banyak aturan tata bahasanya terlihat di tengah-tengah bahasa Zhuang Utara, bahasa Mulam, dan bahasa Kam (semuanya adalah anggota rumpun Tai).[8][11] Tata bahasa Caolan yang dituturkan di sebagian Vietnam juga memiliki banyak kemiripan dengan tata bahasa E.[11]

Namun demikian, kosakata bahasa E didominasi oleh kosakata dari rumpun bahasa Tiongkok, terutama Bahasa Pinghua versi Guiliu dan Tuguai.[8][11] Dari 2.000 kata yang terbanyak digunakan, kebanyakan berasal dari rumpun Tiongkok dan hanya 200 yang dari rumpun Tai-Kadai.[12] Bahasa E juga memiliki persamaan kaidah fonologi dan pembentukan kata majemuk dengan bahasa-bahasa Tiongkok.[8] Secara morfologi, bahasa E digolongkan sebagai bahasa analitik, artinya perubahan makna kata-kata biasanya dilakukan dengan kata bantu (misal kata bantu pat6 atau m2 untuk menambahkan makna "tidak") dan bukan dengan infleksi.[9]

Pronomina atau kata ganti dalam bahasa E dibagi menjadi kata ganti orang pertama, kedua dan ketiga, dan masing-masing dibagi menjadi tunggal dan jamak. Untuk, kata ganti orang pertama jamak, terdapat kata yang berbeda untuk "kami" dan "kita". Kata-kata E tidak memiliki jenis seperti maskulin atau feminin.[9]

Kata-kata ganti maupun nama-nama angka dalam bahasa E adalah sebagai berikut.

Kata ganti[9]
Orang Tunggal Jamak
pertama ku1 lau2 (kita)
kju1 (kami)
kedua ŋ2 su1
ketiga mo5 mo5 kjau1
Angka-angka[9]
No. E No. E
1 je:t6 6 l̥ok6
lok7
2 soŋ1
ŋ̥i5
7 tshat6
3 sam1 8 pe:t6
4 si4 9 kjəu3
5 ŋ̥a3
ŋo3
10 tɕəp7
ɕəp7

Keterangan tabel: angka setelah suku kata melambangkan pola nada yang dipakai, yang bernomor 1 hingga 7 seperti dijelaskan di bagian #Fonologi.

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Bahasa E di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. ↑ "Bahasa E". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  5. 1 2 3 Edmondson 1992, hlm. 138.
  6. ↑ Unihan Database 1991.
  7. 1 2 Encyclopedia of Linguistics 2003, hlm. 207.
  8. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lewis, Simons & Fennig 2014.
  9. 1 2 3 4 5 6 7 8 Greenhill, Blust & Gray 2008.
  10. ↑ Moseley 2012, hlm. 72.
  11. 1 2 3 Edmondson 1992, hlm. 135–144.
  12. ↑ Sun, Hu & Huang 2007, hlm. 2596–2620.

Referensi

Bacaan tambahan

Kra
Gelao
Kam–Sui
Biao
Lakkia
Hlai
Jiamao
Be–Jizhao
Tai
(Zhuang)
Utara
Tengah
Barat Daya
(Thai)
Barat Laut
Laos–Phutai
Chiang Saen
Selatan
(lainnya)
(campuran)
(campuran asal rumpun)
(cabang atau rumpun yang diusulkan)
Bahasa proto
Huruf miring menunjukkan bahasa mati atau punah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan