Jumat, 02 Oktober 2026
07:33 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Bahasa Ahom

Bahasa Ahom

bagian dari rumpun bahasa Kra-Dai

Bagikan:
Bahasa Ahom
250px-Shukla_Ahom.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kata "Ahom" dalam aksara Ahom
Dituturkan diIndia
WilayahAssam
EtnisSuku Ahom
KepunahanAbad ke-18 atau ke-19[1]
sekarang hanya digunakan sebagai bahasa keagamaan
Tampilkan klasifikasi manual
Aksara Ahom
Kode bahasa
ISO 639-3aho
Glottologahom1240
IETFaho
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Extinct

Ahom diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C9 DormantBahasa Ahom dikategorikan sebagai C9 Dormant menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini sudah ditinggalkan mayoritas penuturnya dan hanya dituturkan oleh segelintir orang
Referensi: [2][3][4]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Ahom, juga disebut sebagai bahasa Tai-Ahom, adalah suatu bahasa Tai-Kadai telah mati,[n 1] yang dulunya dituturkan oleh suku Ahom. Bahasa ini sangat penting dalam merekonstruksi bahasa Proto-Tai, karena hampir bebas dari pengaruh rumpun bahasa Austroasia dan Indo-Arya, serta memiliki bukti tertulis sejak abad ke-13 Masehi.

Suku Ahom mendirikan Kerajaan Ahom dan pernah menguasai lembah Sungai Brahmaputra pada abad ke-13 hingga ke-18, di tempat yang sekarang bagian dari Assam, India. Penutur bahasa ini kemudian beralih menuturkan bahasa Assam sejak abad ke-17. Sistem nada dalam bahasa Ahom juga telah hilang. Bahasa tersebut hanya diketahui sebagian oleh sekelompok kecil pendeta tradisional agama Ahom, dan hanya digunakan untuk tujuan keagamaan.

Penggolongan

Bahasa Ahom digolongkan sebagai bagian dari cabang Tai Barat Daya karena kedekatan hubungan dengan Aiton, Shan, Khamti, dan lebih jauh lagi, bahasa Thai. Bahasa induk langsung dari Ahom telah direkonstruksi sebagai bahasa Proto-Tai, yang dituturkan 2000 tahun lalu,[6][7] dalam rumpun bahasa Tai–Kadai,[8][7][6] Ahom paling mirip ke bahasa Aiton,[9] yang masih dituturkan di Assam.

Karakteristik

Ahom memiliki ciri khas yang umum dijumpai dalam bahasa-bahasa Tai lainnya, seperti:

Ketika menuturkan dan menulis Ahom, banyak tergantung pada konteks dan penafsiran dari penutur. Beberapa bagian kalimat dapat ditinggalkan; kata kerja, dan kata sifat akan tetap ada, tetapi bagian lain dari pengucapan, terutama kata ganti, dapat dihilangkan. Kata kerja tidak memiliki bentuk kala, dan kata benda tidak memiliki bentuk jamak. Periode waktu dapat dikenal dengan kata keterangan, rangkaian kata kerja, atau kata bantu yang ditempatkan sebelum kata kerja.[7] Ahom, seperti bahasa Tai lainnya, menggunakan penggolong untuk mengidentifikasi kategori, dan pengulangan kata untuk mengekspresikan ekspresi ungkapan. Namun, ekspresi, penggolong, kata ganti, dan partikel kalimat lainnya beragam antara bahasa-bahasa Tai yang diturunkan dari bahasa Proto-Tai, membuat bahasa-bahasa Tai saling tidak dapat dipahami.[7]

Bahasa ini memiliki aksara tersendiri, yaitu aksara Ahom.

Catatan

  1. ↑ "Para ahli bahasa dan sejarawan umumnya setuju bahwa bahasa Ahom telah mati selama sekitar dua ratus tahun, dan bahwa semua masyarakat suku Ahom menggunakan bahasa Assam sebagai bahasa pertama mereka."[5]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Ahom di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. ↑ "Bahasa Ahom". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  5. ↑ Terwiel 1996, hlm. 283.
  6. 1 2 3 4 5 French, M. A. (1994). Tai Languages. In The Encyclopedia of Language and Linguistics (Vol. 4, pp. 4520-4521). New York, NY: Pergamon Press Press.
  7. 1 2 3 4 5 6 Hongladarom, K. (2005). Thai and Tai Languages. In Encyclopedia of linguistics (Vol. 2, pp. 1098-1101). New York, NY: Fitzroy Dearborn.
  8. 1 2 3 4 5 Blake, B. J. (1994). Language Classification. In The Encyclopedia of Language and Linguistics (Vol. 4, pp. 1952-1957). New York, NY: Pergamon Press Press.
  9. ↑ Gogoi, Morey & Pittayaporn 2020, hlm. 14–42.
  10. ↑ Diller, Anthony (1992). "Tai languages in Assam: Daughters or Ghosts". Dalam Compton, Carol J.; Hartmann, John F. (ed.). Papers on Tai Languages, Linguistics and Literatures. DeKalb, IL: Center for Southeast Asian Studies, Northern Illinois University. hlm. 22.
  11. 1 2 Buragohain, Dipima (2011). "Issues of Language Contact and Shift in Tai Ahom". International Conference of South East Asian Linguistics Society (SEALS 21).
  12. 1 2 3 Diller, Anthony (1992). "Tai languages in Assam: Daughters or Ghosts". Dalam Compton, Carol J.; Hartmann, John F. (ed.). Papers on Tai Languages, Linguistics and Literatures. DeKalb, IL: Center for Southeast Asian Studies, Northern Illinois University. hlm. 22.

Daftar pustaka

Pranala luar

Kra
Gelao
Kam–Sui
Biao
Lakkia
Hlai
Jiamao
Be–Jizhao
Tai
(Zhuang)
Utara
Tengah
Barat Daya
(Thai)
Barat Laut
Laos–Phutai
Chiang Saen
Selatan
(lainnya)
(campuran)
(campuran asal rumpun)
(cabang atau rumpun yang diusulkan)
Bahasa proto
Huruf miring menunjukkan bahasa mati atau punah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan