Jumat, 23 Oktober 2026
06:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Orang Ahom

Orang Ahom

kelompok etnik

Bagikan:
Tai Ahom
250px-%E0%A6%AA%E0%A7%82%E0%A7%B0%E0%A7%8D%E0%A6%AC%E0%A6%AA%E0%A7%81%E0%A7%B0%E0%A7%81%E0%A6%B7%E0%A6%B2%E0%A7%88_%E0%A6%B6%E0%A7%8D%E0%A6%B0%E0%A6%A6%E0%A7%8D%E0%A6%A7%E0%A6%BE%E0%A6%9E%E0%A7%8D%E0%A6%9C%E0%A6%B2%E0%A6%BF_%E0%A6%9C%E0%A6%A8%E0%A6%BE%E0%A6%87_%E0%A6%95%E0%A7%B0%E0%A6%BE_%E0%A6%86%E0%A6%B9%E0%A7%8B%E0%A6%AE%E0%A6%B8%E0%A6%95%E0%A6%B2%E0%A7%B0_%E0%A6%AB%E0%A7%81%E0%A7%B0%E0%A6%BE%E0%A6%B2%E0%A7%81%E0%A6%82_%E0%A6%AA%E0%A7%82%E0%A6%9C%E0%A6%BE.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
    Assam1,22 juta[1]
    Arunachal Pradesh85.000[1]
Bahasa
Assam, Ahom[2]
Agama
Mayoritas:
Hindu
Minoritas:
Agama Ahom, Buddha.
Kelompok etnik terkait
Khamti, Shan, Dai, Tai

Suku Ahom atau Tai-Ahom adalah suku bangsa yang mendiami negara bagian Assam dan Arunachal Pradesh di India. Asal-usul mereka dapat dilacak hingga kedatangan orang-orang Tai di lembah Sungai Brahmaputra pada tahun 1228. Sukaphaa, pemimpin orang-orang Tai dan 9000 pengikutnya mendirikan Kerajaan Ahom (1228–1826 M) yang menguasai sebagian besar Lembah Brahmaputra di Assam hingga tahun 1826.

250px-Ahom_kingdom.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sukapha Kshetra

Kebudayaan orang-orang Ahom modern merupakan hasil pencampuran kebudayaan Tai[3] dengan kebudayaan orang-orang lokal berbahasa Tibet-Burma yang mereka temui di Assam. Orang-orang lokal dari berbagai kelompok etnis di Assam menganut gaya hidup dan sistem pemerintahan pendatang Tai dalam proses yang dikenal sebagai Ahomisasi. Banyak kelompok etnis lokal, termasuk Borahi yang berasal dari rumpun Tibet-Burma, sepenuhnya melebur ke dalam komunitas Ahom. Saat ini, mereka merupakan kelompok etnis Tai terbesar di India, dengan populasi hampir 1,3 juta di Assam. Orang Ahom paling banyak ditemukan di Assam Hulu di distrik Golaghat, Jorhat, Sibsagar, Dibrugarh, Tinsukia (selatan sungai Brahmaputra); dan di Lakhimpur, Sonitpur dan Dhemaji (sisi utara).

Meskipun kelompok Ahom yang sudah bercampur menjadi bagian yang relatif kecil dari populasi kerajaan,[4] mereka berhasil mempertahankan bahasa Ahom dan mempraktikkan agama tradisional mereka sampai abad ke-17, ketika bangsawan Ahom beserta rakyatnya beralih memakai bahasa Assam.

Referensi

  1. 1 2 "Ahom in India report 2021".
  2. ↑ Diller, A. (1993). Tai Languages. In International Encyclopedia of Linguistics (Vol. 4, pp. 128-131). Oxford, UK: Oxford University Press.
  3. ↑ "Conclusions" (PDF). Shodganga.
  4. ↑ Script error: The function "harvard_core" does not exist.

Daftar pustaka

  • Morey, Stephen (2014), "Ahom and Tangsa: Case studies of language maintenance and loss in North East India", dalam Cardoso, Hugo C. (ed.), Language Endangerment and Preservation in South Asia, Honolulu: University of Hawai'i Press, hlm. 51–52
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan