Rabu, 23 September 2026
23:53 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Asistol

Asistol
SpesialisasiKardiologi Sunting ini di Wikidata

Asistol merupakan ritme jantung yang mengancam nyawa yang dicirikan oleh tidak adanya aktivitas elektrik pada gambaran elektrokardiogram. Oleh karena tidak terdapat aktivitas elektrik, maka tidak terdapat pula denyutan jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani secara cepat.[1]

Penyebab

Penyebab asistol dibagi ke dalam asistol primer dan asistol sekunder

Asistol primer

Asistol primer terjadi ketika fungsi metabolik sel tidak lagi lengkap dan impuls elektrik tidak dapat dibuat. Dengan iskemia berat, sel pacemaker tidak dapat mengantarkan ion yang penting untuk memengaruhi potensial aksi transmembran. Kegagalan alat pacu jantung implan juga dapat menyebabkan asistol primer.

Oklusi proksimal dari arteri koroner kanan dapat menyebabkan iskemi atau infark nodus sinoatrial (SA) dan atrioventrikel (AV). Infark ekstensif dapat menyebabkan blok cabang berkas bilateral.

Degenerasi idiopatik dari nodus SA atau AV juga dapat menyebabkan blok pada henti sinus dan/atau AV, secara berurutan. Proses ini berlangsung lambat dan progresif, tetapi gejala dapat bersifat akut dan kemudian terjadi asistol. Alat pacu jantung implan biasanya digunakan untuk kondisi ini.

Adakalanya kematian asistolik terjadi akibat blok jantung kongenital, tumor lokal, atau cedera jantung.[2]

Asistol dapat terjadi akibat sambaran petir tidak langsung yang akan mendepolarisasi seluruh pacemaker jantung. Ritme ini dapat kembali secara spontan atau segera setelah resusitasi jantung-paru (RJP) dilakukan. Sementara arus alternating current (AC) dari alat elektronik buatan manusia biasanya menyebabkan fibrilasi ventrikel.

Asistol Sekunder

Kondisi yang sering terjadi antara lain termasuk mati lemas, tenggelam, stroke, emboli paru masif, hiperkalemia, hipotermia, infark miokard yang disertai fibrilasi ventrikel atau takikardi ventrikel, post-defibrilasi, dan overdosis obat sedasi-hipnotik atau narkotik yang menyebabkan gagal napas.

Hipotermi merupakan suatu keadaan yang khusus, karena asistol dapat ditoleransi pada periode yang lebih lama pada situasi tertentu dan dapat dikembalikan dengan penghangatan kembali ketika RJP dilakukan.

Prognosis

Prognosis tergantung penyebab dari ritme asistolik, waktu dimulainya intervensi, dan keberhasilan atau gagalnya resusitasi. Keberhasilan resusitasi terjadi bila hal ini merupakan keadaan sekunder yang dapat dikoreksi secara cepat, misalnya henti jantung akibat tersedak, dan jika jalan napas dapat dibebaskan dan pasien teroksigenasi kembali. Adakalanya asistol primer dapat reversibel jika terjadi akibat kegagalan pacemaker, yang mana dapat terjadi baik secara intrinsik maupun ekstrinsik, dan hal ini dikoreksi secara cepat dengan pacu jantung eksternal.

Komplikasi

Komplikasinya antara lain termasuk gangguan saraf permanen dan komplikasi dari resusitasi atau prosedur invasif itu sendiri. Kematian juga merupakan komplikasi dari asistol.

Referensi

  1. http://www.heart.org/HEARTORG/Encyclopedia/Heart-Encyclopedia_UCM_445084_Encyclopedia.jsp?levelSelected=1&title=asystole
  2. Bognolo DA, Rabow FI, Vijayanagar RR, Eckstein PF. Traumatic sinus node dysfunction. Ann Emerg Med. Jun 1982;11(6):319-21.
Iskemia
Penyakit koroner
Iskemia aktif
Sekuela
Lapisan
Perikardium
Miokardium
Endokardium /
katup
Endokarditis
Katup
Konduksi /
aritmia
Bradikardia
Takikardia
(paroksimal dan sinus)
Supraventrikular
Ventrikel
Kontraksi prematur
Sindrom pra-eksitasi
Gelepar / fibrilasi
Pacu jantung
Sindrom QT panjang
Henti jantung
Lainnya / tidak dikelompokkan
Kardiomegali
Lainnya
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan