Rabu, 04 November 2026
05:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Tamponade jantung

Bagikan:
Tamponade jantung

Tamponade jantung, atau biasa juga disebut sebagai tamponade perikad, merupakan tipe akut dari efusi perikard di mana cairan berakumulasi di perikardium.

Jika jumlah cairan meningkat dengan lambat (misalnya pada kasus hipotiroid) kantong perikard dapat melebar untuk meningkatkan volumenya sebelum tamponade terjadi. Jika cairan masuk dengan sangat cepat (yang dapat terjadi setelah cedera atau ruptur miokard), paling tidak cairan 100 ml dapat menyebabkan tamponade.

Tamponade jantung disebabkan oleh besar atau tidak terkontrolnya efusi perikard.[1] Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari cedera torak (baik trauma tumpul maupun tajam),[2] tetapi dapat juga disebabkan oleh ruptur miokard, kanker, uremia, perikarditis, atau pembedahan jantung[1] Efusi dapat terjadi secara cepat (misalnya pada kasus cedera atau ruptur miokard), atau bertahap (misalnya pada kanker). Cairan yang masuk sering kali berupa darah, tetapi nanah juga dapat ditemukan pada beberapa kesempatan.[1]

Diagnosis

Pada kasus cedera torak dengan adanya aktivitas elektrik hipopulsasi (Pulseless electrical activity) namun tidak disertai hipovolemi dan tension pneumothorax, diagnosis yang paling mungkin adalah tamponade jantung.[3]

Tanda klasik pada tamponade jantung adalah trias Beck. Hipotensi terjadi akibat penurunan volume sekuncup, distensi vena jugularis akibat berkurangnya aliran balik vena ke jantung, dan bunyi jantung menjauh akibat cairan yang berada di perikard.[4]

Tanda lain dari tamponade jantung adalah pulsus paradoxus (penurunan minimal 10 mmHg tekanan arteri pada saat inspirasi),[1] dan perubahan segmen ST pada elektrokardiogram[4] yang mana juga menunjukkan kompleks QRS voltase rendah,[5] serta tanda dan gejala dari syok (seperti takikardi, sesak napas dan penurunan kesadaran).

Tamponade jantung dapat didiagnosis secara radiologis jika waktu memungkinkan. Ekokardiografi, yang merupakan standar emas, sering menunjukkan adanya dilatasi perikard atau kolapsnya ventrikel, dan rontgen dada menunjukkan adanya jantung yang bulat dan besar.[5]

Penatalaksanaan

Terapi pertama yang diberikan adalah pemberian oksigen. Bila fasilitas kesehatan cukup memadai, dapat dilakukan perikardiosintesis untuk tatalaksana awal. Jika pasien telah mengalami henti jantung, perikardiosintesis saja tidak cukup, perlu dilakukan torakotomi.

Referensi

  1. 1 2 3 4 Porth, Carol; Carol Mattson, PhD Porth (2005). Pathophysiology: concepts of altered health states (Edisi 7th). Hagerstwon, MD: Lippincott Williams & Wilkins. ISBN 0-7817-4988-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Gwinnutt CL, Driscoll PA (2003). Trauma Resuscitation: The Team Approach (Edisi 2nd). Oxford: BIOS. ISBN 1-85996-009-X.
  3. ↑ American College of Surgeons Committee on Trauma (2007). Advanced Trauma Life Support for Doctors, 7th Edition. Chicago: American College of Surgeons
  4. 1 2 Holt L, Dolan B (2000). Accident and emergency: theory into practice. London: Baillière Tindall. ISBN 0-7020-2239-X.
  5. 1 2 Longmore, J. M.; Murray Longmore; Wilkinson, Ian; Supraj R. Rajagopalan (2004). Oxford handbook of clinical medicine (Edisi 6th). Oxford [Oxfordshire]: Oxford University Press. ISBN 0-19-852558-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Iskemia
Penyakit koroner
Iskemia aktif
Sekuela
Lapisan
Perikardium
Miokardium
Endokardium /
katup
Endokarditis
Katup
Konduksi /
aritmia
Bradikardia
Takikardia
(paroksimal dan sinus)
Supraventrikular
Ventrikel
Kontraksi prematur
Sindrom pra-eksitasi
Gelepar / fibrilasi
Pacu jantung
Sindrom QT panjang
Henti jantung
Lainnya / tidak dikelompokkan
Kardiomegali
Lainnya


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan