Jumat, 30 Oktober 2026
05:01 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kardiomiopati

Kardiomiopati

penyakit jantung dan miopati yang ditandai dengan penurunan fungsi otot jantung

Bagikan:
Kardiomiopati
250px-Idiopathic_cardiomyopathy%2C_gross_pathology_20G0018_lores.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ventrikel kiri terbuka yang tampak makin memutih di dalam jantung.
SpesialisasiKardiologi
GejalaNapas pendek, rasa letih, kaki bengkak[1]
KomplikasiGagal jantung, detak jantung tak biasa, kematian jantung mendadak[1][2]
JenisKardiomiopati hipertrofik, kardiomiopati terdilasi, kardiomiopati restriktif, displasia ventrikular kanan aritmogenik, sindrom jantung pecah[3]
PenyebabTidak diketahui, genetik, alkohol, metal berat, amiloidosis, stres[3][4]
PengobatanTergantung pada jenis dan gejala[5]
Frekuensi2.5 juta dengan miokarditis (2015)[6]
Kematian354,000 dengan miokarditis (2015)[7]

Kardiomiopati adalah sekelompok penyakit yang berdampak pada otot jantung.[8] Keadaan awalnya hanya menimbulkan sedikit gejala atau tidak ada gejala sama sekali. Beberapa orang mengalami napas pendek, rasa letih, atau kaki bengkak karena gagal jantung. Detak jantung tak biasa dapat terjadi serta pingsan.[1] Orang-orang yang terkena dampaknya makin berisiko terhadap kematian jantung mendadak.[2]

Jenis-jenis kardiomiopati meliputi kardiomiopati hipertrofik, kardiomiopati terdilasi, kardiomiopati restriktif, displasia ventrikular kanan aritmogenik, sindrom jantung pecah. Dalam kardiomiopati hipertrofik, otot jantung membesar dan menebal. Dalam kardiomiopati terdilasi, ventrikel membesar dan sterbuka. Dalam kardiomiopathi restriktif, ventrikel menjadi kaku.[3]

Sebabnya masih tidak diketahui. Kardiomiopati hipertrofik sering terjadi dan kardiomiopathi terdilasi adalah sebuah kasus ketiga, terwariskan dari orang tua dari seseorang. Kardiomiopati terdilasi juga diakibatkan dari alkohol, metal berat, penyakit jantung koroner, penggunaan kokain, dan infeksi viral. Kardiomiopati restriktif disebabkan oleh amiloidosis, hemokromatosis, dan beberapa pengobatan kanker.[4] Broken heart syndrome is caused by extreme emotional or physical stress.[3]

Pengobatannya tergantung pada jenis kardiomiopati dan tingkat gejala. Pengobatan dapat meliputi pengubahan gaya hidup, pemeriksaan, atau pembedahan.[5] Pada tahun 2015, kardiomiopati dan miokarditis menyerang 2.5 juta orang.[6] Kardiomiopati hipertrofik menyerang sekitar 1 dari 500 orang sementara kardiomiopati terdilasi menyerang 1 dari 2,500 orang.[3][9] Penyakit tersebut mengakibatkan 354,000 kematian yang meningkat dari jumlah 294,000 pada tahun 1990.[7][10] Displasia ventrikular kanan aritmogenik lebih umum menyerang kaum muda.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 "What Are the Signs and Symptoms of Cardiomyopathy?". NHLBI. 22 Juni 2016. Diakses tanggal 31 Agustus 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 "Who Is at Risk for Cardiomyopathy?". NHLBI. 22 Juni 2016. Diakses tanggal 31 Agustus 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 "Types of Cardiomyopathy". NHLBI. 22 Juni 2016. Diakses tanggal 31 Agustus 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "What Causes Cardiomyopathy?". NHLBI. 22 Juni 2016. Diakses tanggal 31 Agustus 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 "How Is Cardiomyopathy Treated?". NHLBI. 22 Juni 2016. Diakses tanggal 31 Agustus 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 GBD 2015 Disease and Injury Incidence and Prevalence, Collaborators. (8 Oktober 2016). "Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 310 diseases and injuries, 1990-2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet (London, England). 388 (10053): 1545–1602. doi:10.1016/S0140-6736(16)31678-6. PMC 5055577. PMID 27733282. {{cite journal}}: |first1= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 GBD 2015 Mortality and Causes of Death, Collaborators. (8 Oktober 2016). "Global, regional, and national life expectancy, all-cause mortality, and cause-specific mortality for 249 causes of death, 1980-2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet (London, England). 388 (10053): 1459–1544. doi:10.1016/s0140-6736(16)31012-1. PMC 5388903. PMID 27733281. {{cite journal}}: |first1= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "What Is Sudden Cardiac Arrest?". NHLBI. 22 Juni 2016. Diakses tanggal 16 Agustus 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Practical Cardiovascular Pathology. Lippincott Williams & Wilkins. 2010. hlm. 148. ISBN 9781605478418.
  10. ↑ GBD 2013 Mortality and Causes of Death, Collaborators (17 Desember 2014). "Global, regional, and national age-sex specific all-cause and cause-specific mortality for 240 causes of death, 1990-2013: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2013". Lancet. 385 (9963): 117–71. doi:10.1016/S0140-6736(14)61682-2. PMC 4340604. PMID 25530442.{{cite journal}}: |first1= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan tambahan

Pranala luar

Wiktionary logo
Lihat entri kardiomiopati di kamus bebas Wikikamus.
Iskemia
Penyakit koroner
Iskemia aktif
Sekuela
Lapisan
Perikardium
Miokardium
Endokardium /
katup
Endokarditis
Katup
Konduksi /
aritmia
Bradikardia
Takikardia
(paroksimal dan sinus)
Supraventrikular
Ventrikel
Kontraksi prematur
Sindrom pra-eksitasi
Gelepar / fibrilasi
Pacu jantung
Sindrom QT panjang
Henti jantung
Lainnya / tidak dikelompokkan
Kardiomegali
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan