Minggu, 25 Oktober 2026
07:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Stenosis aorta

Stenosis aorta

Bagikan:
Stenosis aorta
250px-Aortic_stenosis_rheumatic%2C_gross_pathology_20G0014_lores.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di tengah terdapat katup aorta dengan stenosis berat akibat penyakit jantung rematik. Katup tersebut dikelilingi oleh aorta. Batang paru-paru berada di kanan atas. Arteri koroner kanan, yang dipotong memanjang, berada di kiri bawah. Arteri koroner utama kiri, juga dipotong memanjang, berada di sebelah kanan.
SpesialisasiBedah kardiotorasik
GejalaPenurunan kemampuan untuk berolahraga, pingsan, sesak napas, nyeri dada yang berhubungan dengan jantung, kaki bengkak[1]
KomplikasiGagal jantung[1]
Awitan umumBertahap[1]
PenyebabKatup aorta bikuspidalis, demam Reumatik[1]
Faktor risikoMerokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes melitus, berjenus kelamin laki-laki[1]
Metode diagnostikEkokardiografi[1]
PengobatanPenggantian katup aorta, valvuloplasti aorta balon[1]
PrognosisAngka harapan hidup lima tahun ~50% tanpa pengobatan pada pasien simtomatik.[1]
Frekuensi2% dari penduduk berusia di atas 65 tahun (negara maju)[1]

Stenosis aorta adalah kelainan katup jantung yang terjadi akibat degenerasi atau kalsifikasi pada katup aorta. Usia pasien yang terkena Stenosis Aorta rata-rata pada usia dewasa hingga usia tua. Anestesi terhadapt Stenosis Aorta dapat dilakukan dengan manajemen peroperatif maupun intraoperatif. Risiko terkena Stenosis aorta lebih tinggi bagi perokok, laki-laki, serta penderita hipertensi, diabetes, dan gagal ginjal. Stenosis aorta dapat mengakibatkan kematian mendadak bagi penderitanya.

Penyebab

Stenosis aorta merupakan jenis kelainan katup jantung yang terjadi akibat degenerasi atau kalsifikasi daun katup aorta. Kelainan ini tergolong sebagai penyakit idiopatik.[2] Di Eropa dan Amerika Utara, kasus Stenosis aorta utamanya terjadi akibat kalsifikasi. Pasiennya sebagian besar berusia dewasa hingga tua. Sekitar 2–7% kasus dialami oleh pasien yang berusia lebih dari 65 tahun.[3]

Anestesi

Prinsip dasar anestesi stenonis aorta pada pemeriksaan dengan manajemen peroperatif adalah mengutamakan penentuan derajat penyakit. Pemeriksaan ini bersamaan dengan pemeriksaan riwayat keluhan pasien yang meliputi nyeri dada, sesak napas, dan penyakit rematik. Prinsip anestesi ini adalah sama untuk pasien yang mengalami operasi kardiak maupun nonkardiak. Sementara pada manajemen intraoperatif, tindakan anestesi yang diutamakan adalah mempertahankan status kestabilan hemodinamik dan keluaran kardiak.[2]

Risiko

Stenosis aorta mengakibatkan resusitasi jantung paru ketika henti jantung tidak dapat dilakukan. Kelainan ini membuat perfusi sistemik yang adekuat tidak dapat dihasilkan. Risiko yang ditimbulkan adalah kematian mendadak dengan risiko sebesar 15–20%.[2] Terjadinya Stenonis aorta menjadi salah satu indikasi untuk melakukan penggantian katup jantung.[3] Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena Stenosis aorta antara lain kebiasaan merokok dan berjenis kelamin laki-laki. Ada pula penyakit yang turut meningkatkan risiko erkena Stenosis aorta yaitu hipertensi, kolesterol meningkat, diabetes dan gagal ginjal.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Czarny, MJ; Resar, JR (2014). "Diagnosis and management of valvular aortic stenosis". Clinical Medicine Insights. Cardiology. 8 (Suppl 1): 15–24. doi:10.4137/CMC.S15716. PMC 4213201. PMID 25368539.
  2. 1 2 3 Mahendra, S., Wiryana, I. M., dan Senapati, T. G. A. (2018). "Penggunaan Laryngeal Mask Airway dan Propofol Target Controlled Infusion Tipe Marsh pada Pasien dengan Stenosis aorta Berat yang Menjalani Operasi Transurethral Resection of the Prostate" (PDF). Medicina. 49 (1): 76. ISSN 2540-8313.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. 1 2 3 Sari, R. P., Karani, Y., dan Krevani, C. K. (2019). "Stenosis aorta dengan penyulit hiperkalemia" (PDF). Majalah Kedokteran Andalas. 42 (1): 32.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan