Minggu, 27 September 2026
19:28 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Demam reumatik

Demam reumatik

60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
250px-Streptococcus_pyogenes_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Streptococcus pyogenes, Penyebab demam reumatik

Demam reumatik adalah suatu penyakit peradangan serius yang dapat secara permanen memengaruhi struktur dan fungsi jantung, terutama katup-katup jantung.[1] Demam reumatik atau disingkat "DR" merupakan suatu sindrom klinik akibat infeksi streptococcus beta–hemolyticus golongan A dengan gejala satu atau lebih gejala mayor yaitu poliartritis migrans akut, karditis, korea sydenham, nodul subkutan dan eritema marginatum.[2] Demam reumatik akut biasanya muncul pada anak-anak antara usia 6 dan 15 tahun, dengan hanya 20% dari serangan pertama kali terjadi pada orang dewasa.[3] Penyakit ini dinamakan demikian karena kesamaan dalam presentasi untuk reumatik.[4]

Gejala

Gejala demam rheumatik terdiri dari 4 stadium yaitu:[2]

Stadium I

Stadium ini berupa adanya infeksi saluran nafas bagian atas oleh kuman beta hemolyticus golongan A dengan keluhan demam, batuk, sakit menelan.[2] Kadang disertai muntah dan diare.[2] Pada pemeriksaan hasil terdapat eksudat dan tanda-tanda peradangan lainnya.[2] Infeksi ini biasanya berlangsung selama dua sampai empat hari dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan.[2]

Stadium II

Disebut periode laten masa antara infeksi streptokokus dengan permulaan gejala demam rheumatik.[2] Biasanya dalam waktu satu sampai tiga minggu.[2]

Stadium III

Ialah fase akut demam rheumatik.[2] Gejala minor berupa gejala peradangan umum dengan didapatkannya demam tidak begitu tinggi, lesu, berat badan menurun, anoreksia.[2] Anemia dijumpai sebagai akibat tertekannya sistem eritropoletik, bertambahnya volume plasma, memendeknya umur eritrosit dan adanya pendarahan dari hidung (epistakasis).[2]

Stadium IV

Disebut juga stadium inaktif.[2] Baik pasien DR tanpa kelainan jantung maupun dengan kelainan jantung reumatik tanpa gejala sisa, katup tidak menunjukkan gejala kelainan.[2] Tetapi pasien yang dengan kelainannya, pada fase ini pasien DR/PJR dapat mengalami reaktivasi penyakitnya.[2]

Referensi

  1. ↑ Corwin J. Elizabeth, Buku saku Phatofisiologi, EGC, Jakarta, 2000.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 (Indonesia) Ngastiyah, Perawatan Anak Sakit, Edisi 2, Jakarta, 2005.
  3. ↑ (Inggris) Kumar, Vinay; Abbas, Abul K; Fausto, Nelson; Mitchell, Richard N (2007). Robbins Basic Pathology (Edisi 8th). Saunders Elsevier. hlm. 403–6. ISBN 978-1-4160-2973-1{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Postscript (link).
  4. ↑ "rheumatic fever" di Kamus Medis Dorland
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan