Minggu, 08 November 2026
04:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Penyakit Chagas

Penyakit Chagas

Bagikan:
60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Penyakit Chagas
Nama lainAmerican trypanosomiasis
250px-Trypanosoma_cruzi_crithidia.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Parasit Trypanosoma cruzi dalam sebuah Pewarnaan Giemsa.
Pelafalan
SpesialisasiPenyakit menular
GejalaDemam, Pembesaran kelenjar getah bening, Sakit kepala
KomplikasiGagal jantung
PenyebabTrypanosoma cruzi disebarkan melalui gigitan.
Metode diagnostikDitemukan parasit atau Antibodi dalam darah
ObatBenznidazole, nifurtimox
Frekuensi6.6 juta (2015)
Kematian8,000 (2015)

Penyakit Chagas adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Trypanosoma cruzi yang terjadi melalui gigitan serangga pengisap darah triatominae atau juga dikenal dengan sebutan "serangga pencium" (bahasa Inggris:Kissing bugs). Penyakit ini banyak ditemui di wilayah Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Meksiko.[1]

Sejarah

250px-Chagas_map_Stanford.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta wilayah endemik penyakit chagas.

Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh seorang dokter peneliti Insektologi dari Brasil yang bernama Carlos Riberio Justiniano Chagas. Beliau menemukan penyakit ini pada tahun 1909 ketika ia bekerja di Oswaldo Cruz Institut di Rio de Janeiro.[2] Dan nama penyakit chagas itu sendiri diambil dari nama belakang dokter tersebut.[2]

Diperkirakan 50.000 orang meninggal akibat penyakit chagas di wilayah endemik penyakit ini di Amerika Selatan.[2]

Cara penyebaran

Penyakit chagas ini merupakan penyakit yang sangat mudah menular, serangga Triatominae ketika mengisap darah akan meninggalkan kotoran atau tinja yang mengandung parasit Trypanosoma cruzi, kemudian kotoran yang mengandung parasit tersebut dapat menyebabkan seseorang terinfeksi jika mengusapnya, mengenai mata atau hidung, atau terkena luka gigitan atau goresan. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi, transfusi darah yang terinfeksi, donasi organ, atau turunan dari ibu kepada bayinya saat kehamilan (sama halnya dengan AIDS), tetapi penyakit ini tidak dapat menular melalui hubungan intim.[3]

Seseorang yang terinfeksi penyakit ini 1 sampai 3 bulan tidak merasakan gejala yang serius. Jika memang ada gejala, biasanya bersifat ringan dan berupa mengalami pembengkakan mata, kelelahan, demam, kehilangan selera makan, dan diare, tetapi setelah lebih dari 3 bulan gejala itu akan hilang sendirinya bahkan tanpa pengobatan sekali pun dan gejala pada fase kronis akan muncul lagi setelah 10 hingga 20 tahun kemudian dengan gangguan pada jantung seseorang penderita yang membengkak hingga bisa meledak dan menyebabkan kematian mendadak.[1][3]

Diagnosis

Diagnosis terhadap infeksi parasit tritanomae dapat dilakukan kepada seseorang yang pernah melakukan perjalanan ke wilayah Amerika Selatan, selain itu pemeriksaan darah juga dapat memastikan adanya parasit T.cruzi di dalam darah.[4] Seseorang yang divonis terinfeksi penyakit chagas memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sudah pada fase apa penyakit tersebut. Pemeriksaan tambahan yang dilakukan dapat berupa:[4]

  • Merekam aktivitas kelistrikan pada jantung menggunakan prosedur elektrokardiogram (EKG).
  • Merekam kontraksi (gerakan otot) jantung untuk mengevaluasi perubahan dan fungsinya menggunakan prosedur ekokardiogram.
  • Merekam aktivitas elektrik pada jantung dengan X-ray pada dada penderita untuk mendeteksi adanya pembesaran pada jantung.
  • Melihat kondisi esofagus dengan memasukkan selang tipis dengan kamera kecil untuk proses endoskopi saluran cerna atas.

Pengobatan

Penderita biasanya mengonsumsi sediaan obat benznidazole dan nifurtimox. Obat ini terbukti efektif untuk membunuh parasit triatomine jika diberikan pada awal masa akut. Namun, jika digunakan kepada penderita yang sudah lama tertular efektivitas kedua obat ini berkurang.[5]

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Penyakit Chagas.
  1. 1 2 "Penyakit Chagas". Alodokter.com. PT Sumo Teknologi Solusi. 18 Maret 2019. Diakses tanggal 10/12/2019.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. 1 2 3 WHO. Chagas. Diakses tanggal 9 Januari 2020
  3. 1 2 Penyebab penyakit chagas. Deherba.com. Diakses tanggal 12 Januari 2020.
  4. 1 2 Penyakit chagas.Sehatq.com. Diakses tanggal 15 Januari 2020
  5. ↑ dr. Vina Setiawan, ed. (18 April 2019). "Kenali Chagas dari Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya". Honestdocs.id. Honestdocs. Diakses tanggal 31 Januari 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan