Minggu, 04 Oktober 2026
21:14 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Argumen salmon

Argumen salmon

argumen tentang asal-usul bangsa Indo-Eropa

Bagikan:
Artikel ini adalah bagian dari seri:
Topik Indo-Eropa
250px-Indo-European_migrations.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Dalam ilmu Indo-Eropa, argumen salmon atau masalah salmon[1] (juga dikenal sebagai Lachsargument dari bahasa Jerman),[2] adalah argumen telah usang yang mendukung penempatan urheimat bangsa Indo-Eropa yang berasal dari kawasan Baltik, sebagai lawan dari stepa Eurasia, berdasarkan etimologi kata kerabat dari masing-masing kata untuk salmon dalam bahasa-bahasa Jermanik dan Balto-Slavia.[3]

Alasannya karena istilah untuk salmon salar atau atlantik dalam bahasa-bahasa Jermanik, Baltik, dan Slavia dapat diturunkan dari akar umum Proto-Indo-European *laḱs-,[4] urheimat bangsa Indo-Eropa harus berasal dari tempat salmon tersebut ditemukan: Eropa Tengah Utara. rgumen ini pertama kali dikemukakan oleh filolog berkebangsaan Jerman bernama Otto Schrader pada tahun 1883.[5] Argumen ini menjadi bahan perdebatan ilmiah yang berlanjut sepanjang akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, khususnya di dunia akademis Jerman.

Pada tahun 1953, ilmuwan peneliti tentang India berkebangsaan Jerman bernama Paul Thieme mengajukan bahwa turunan *laḱs- yang ditemukan di Kaukasus lebih merujuk ke ikan trout (Salmo trutta) dibanding salmon atlantik (Salmo salar).[6] Filolog berkebangsaan Amerika Serikat bernama George Sherman Lane sependapat dalam makalah konferensi tahun 1970, menyatakan:

[In my opinion, the name in question probably did refer originally not to the Salmo salar at all, but rather to the Salmo trutta caspius of the northwest Caucasus region.] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
"Menurut pendapat saya, nama yang dimaksud mungkin tidak merujuk pada salmo salar sama sekali, melainkan ke salmon kaspia di wilayah Kaukasus barat laut."

— George Sherman Lane, "Tocharian. Indo-European and Non-Indo-European Relationships", Indo-European and Indo-Europeans (1970)[7]

Pernyataan tersebut mendukung hipotesis Kurgan.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Adams, Douglas Q. (1985). "PIE *lokso-, (anadromous) brown trout' and *kokso- 'groin' and their descendants in Tocharian: A coda to the Lachsargument". Indogermanische Forschungen (90). Berlin: Walter de Gruyter: 72–78.
  2. ↑ Schrader, Otto (1883). Sprachvergleichung und Urgeschichte. Linguistisch-historische Beiträge zur Erforschung des indogermanischen Altertums [Language comparison and ancient history. Linguistic-historical contributions to the investigation of Indo-European antiquity.] (Edisi 1st). Jena: Costenoble.
  3. ↑ Diebold, A. Richard (1976). "Contributions to the Indo-European salmon problem". Dalam Christie, William M (ed.). Current proceedings in historical linguistics. 2nd International Conference on Historical Linguistics, Tucson, 12–16 January 1976. Amsterdam: North-Holland. hlm. 341–387.
  4. ↑ Miller, Gary D. (2007). "Indo-European and the Indo-Europeans" (PDF). University of Florida. Diakses tanggal 11 Juli 2016.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Giacalone Ramat, Anna; Ramat, Paolo (1998). The Indo-European Languages. New York: Routledge. ISBN 978-0-415-06449-1.
  6. ↑ Thieme, Paul (1953). "Die Heimat der indogermanischen Gemeinsprache" [The homeland of the common Indo-European language]. Abhandlungen der geistes- und sozialwissenschaftlichen Klasse (11). Mainz: Akademie der Wissenschaften und der Literatur, Wiesbaden.
  7. ↑ Lane, George Sherman (1970). "Tocharian. Indo-European and Non-Indo-European Relationships.". Dalam Cardona, George; Hoenigswald, Henry M.; Senn, Alfred (ed.). Indo-European and Indo-Europeans. Third Indo-European Conference at the University of Pennsylvania. Philadelphia. hlm. 83.
Fonologi
Morfologi
Tata bahasa
Referensi utama
Asal
Komposisi buatan
lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan