Senin, 19 Oktober 2026
20:43 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Kebudayaan Hallstatt

Kebudayaan Hallstatt

Bagikan:
Kebudayaan Hallstatt
250px-Hallstatt_LaTene.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jangkauan
geografis
Eropa
PeriodeZaman Besi Eropa
Tanggalsekitar 800 SM — sekitar 500 SM
Jenis situsHallstatt
Didahului olehBudaya Urnfield
Diikuti olehBudaya La Tène
250px-Hallstatt_culture_ramsauer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah gambar yang ditugaskan oleh Johann G. Ramsauer mendokumentasikan salah satu penggalian kuburan di Hallstatt; seorang seniman lokal yang tidak dikenal membuat lukisan cat air ini.

Kebudayaan Hallstatt adalah kebudayaan dominan Eropa Barat dan Tengah pada awal Zaman Besi Eropa dari abad ke-8 sampai abad ke-6 SM, berkembang dari kebudayaan Urnfield dari abad ke-12 SM (Akhir Zaman Perunggu) dan diikuti oleh kebudayaan La Tene di banyak daerahnya. Budaya ini umumnya terkait dengan penduduk Proto-Kelt dan Kelt di zona Hallstatt barat dan dengan (pra)-Illyrians di zona Hallstatt timur.[1]

Kebudayaan ini dinamai dari situs tipenya, Hallstatt, sebuah desa di tepi danau Salzkammergut yang pernah menjadi tempat penambangan garam yang kaya. Di desa ini telah ditemukan sekitar 1.300 pemakaman dengan barang-barang peninggalan kebudayaan ini.

Referensi

  1. ↑ Nationalism, Politics and the Practice of Archaeology by Philip L. Kohl,ISBN 0-521-55839-5, 1996, Page 134: "... in the 1940s. They were emphatically developed by S.P. Tolstov (1946; 1947b), whose original contribution was to include the Thracian- Illyrian population (the Hallstatt culture) ..."; and Geschichte der Vorgeschichtsforschung by Herbert Kuhn,Page 455,ISBN 3-11-005918-5,1976, "... of the Middle Danube Urnfield group persisted in the eastern Alpine and the north and east Adriatic area where the Illyrian Hallstatt culture arose in the following centuries best known through its celebrated Hallstatt cemetery and the situla art. ..."


Ikon rintisan

Artikel bertopik arkeologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan