Selasa, 03 November 2026
14:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Orang Trakia

Orang Trakia

kelompok etnik Indo-Eropa yang pernah mendiami di Eropa Timur dan Tenggara

Bagikan:
250px-Trak_peltasta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang peltastes Trakia.

Suku Trakia (/ˈθreɪʃənz/; bahasa Yunani Kuno:Θρᾷκες Thrāikes, bahasa Latin:Thraci) adalah suku bangsa Indo-Eropa yang pernah menetap di wilayah Eropa Timur dan Tenggara.[1] Mereka menuturkan bahasa Trakia - salah satu bahasa Indo-Eropa yang tidak banyak diketahui. Penelitian suku dan budaya Trakia disebut trakologi.

Asal-usul suku bangsa Trakia masih misterius akibat ketiadaan catatan sejarah tertulis. Bukti keberadaan kebudayaan proto-Trakia pada masa prasejarah didapat dari artefak-artefak yang telah ditemukan oleh arkeolog. Leo Klejn berpendapat bahwa budaya proto-Trakia merupakan kebudayaan Babyno yang terusir dari Ukraina akibat perluasan wilayah kebudayaan Srubna. Terdapat pula hipotesis bahwa suku bangsa proto-Trakia merupakan campuran penduduk asli dan orang-orang Proto-Indo-Eropa pada zaman perunggu awal. Pada zaman besi (sekitar tahun 1000 SM), suku bangsa Dacia dan Trakia mulai muncul dari suku bangsa proto-Trakia.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Christopher Webber, Angus McBride (2001). The Thracians, 700 BC–AD 46. Osprey Publishing. ISBN 1-84176-329-2.
  2. ↑ John Boardman, I.E.S. Edwards, E. Sollberger, and N.G.L. Hammond. The Cambridge Ancient History, Volume 3, Part 1: The Prehistory of the Balkans, the Middle East and the Aegean World, Tenth to Eighth Centuries BC. Cambridge University Press, 1982, hlm. 53. "Yet we cannot identify the Thracians at that remote period, because we do not know for certain whether the Thracian and Illyrian tribes had separated by then. It is safer to speak of Proto-Thracians from whom there developed in the Iron Age..."


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan