Minggu, 01 November 2026
16:09 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Marija Gimbutas

Marija Gimbutas

Bagikan:
250px-Marija-Gimbutas-newgrange.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Marija Gimbutas by Kerbstone 52, at the back of Newgrange, Co. Meath, Ireland, in September 1989.

Marija Gimbutas (terlahir sebagai Marija Birutė Alseikaitė) (Vilnius, Lituania 23 Januari 1921 – Los Angeles, Amerika Serikat, 2 Februari 1994) adalah seorang arkeolog Amerika Serikat yang asalnya dari Lituania. Ia terutama meneliti kebudayaan Zaman Batu Baru dan Zaman Perunggu dari "Eropa Lama", sebuah istilah yang ia perkenalkan. Karya-karya yang diterbitkan antara tahun 1946 dan 1971 memperkenalkan sudut pandang baru yang mengkombinasikan pekerjaan menggali tanah dengan tafsir linguistic dan mitologis.

Kehidupan

Gimbutas melampaui kekacauan Perang Dunia II di negaranya Lituania. Namun ketika negara ini diduduki oleh Uni Soviet yang mengusir kaum Nazi Jerman pada tahun 1944, Gimbutas mengungsi ke Jerman. Lalu ia mengambil gelar doctor di Universitas Tübingen pada tahun 1946 dan beberapa tahun kemudian ia berhijrah ke Amerika Serikat. Walau begitu ia tak pernah melupakan asal-usul Lituania-nya.

Gimbutas terutama menjadi ternama dengan "Hipotesis Kurgan" yang ia perkenalkan pada tahun 1956. Hipotesis mengenai kurgan ini mencoba menerangkan beberapa masalah mengenai tanah asal bangsa Indo-Eropa.

Flag of LituaniaBiography icon

Artikel bertopik biografi Lituania ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan