Rabu, 23 September 2026
04:12 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Arci

Dalam mitologi Hindu, Arci (Dewanagari: अर्ची; ,IAST: Arcī, अर्ची) atau Arcisa adalah nama istri Pertu, maharaja titisan Wisnu. Arci muncul bersama dengan Pertu dari tubuh Wena dalam suatu ritual permohonan anak yang dilakukan para resi.[1][2] Ia dipandang sebagai awatara/inkarnasi (penjelmaan) dari Laksmi, dewi kesejahteraan dan kemakmuran dalam agama Hindu.[3]

Mitologi

Dalam kitab Bhagawatapurana diceritakan, sebelum kelahiran Pertu dan Arci, Wena — keturunan Druwa — dibunuh oleh para resi karena perbuatannya telah menyimpang dari ajaran agama dan tidak layak menjadi raja. Wena wafat tanpa keturunan, sehingga para resi membawa tubuh Wena dan meremas-remasnya dalam sebuah ritual khusus. Setelah makhluk kerdil keluar (sifat buruk Wena) dari tubuh Wena,[3] maka muncullah Pertu dan Arci, titisan Wisnu (dewa pemelihara alam semesta) dan Laksmi (dewi kesejahteraan dan kemakmuran).[3][4]

Pertu menikahi Arci dan menjadi raja dan ratu dunia. Mereka memiliki putra bernama Wijitaswa, Haryareksa, Dumrakesa, Wreka dan Drawina. Setelah Pertu pensiun dari jabatannya, ia menempuh kehidupan sebagai seorang sanyasin dan hidup mengasingkan diri di hutan. Arci mengikutinya dengan setia. Di dalam hutan, mereka berpuasa dan bersemedi. Sementara Pertu meninggal dunia dengan tenang, Arci masih hidup dan tubuhnya kurus. Ia menumpuk kayu bakar di sebuah bukit sebagai ranjang bagi jenazah suaminya.[5][6] Kemudian ia menyulut kayu bakar tersebut, sebagai ritual pembakaran jenazah. Kemudian ia menjatuhkan dirinya ke dalam api pembakaran tersebut.[7] Atma Pertu dan Arci diangkut oleh wahana surgawi menuju planet yang tertinggi.[8]

Silsilah

Silsilah Swayambu Manu dan keturunannya
  1. menurut versi Bhagawatapurana, putra sulung Pertu adalah Wijitaswa.
  2. menurut versi Matsyapurana, Pertu berputra Srikandi, ayah Susila.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.15.4". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-11-22. Diakses tanggal 2010-11-01.
  2. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.15.5". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-11-22. Diakses tanggal 2010-11-01.
  3. 1 2 3 Dharmakshetra. "THE BHAGAVATA PURANA". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-10-28. Diakses tanggal 2010-11-01.
  4. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.15.6". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-11-22. Diakses tanggal 2010-11-01.
  5. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.23.20".[pranala nonaktif permanen]
  6. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.23.21".[pranala nonaktif permanen]
  7. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.23.29".[pranala nonaktif permanen]
  8. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.23.26".[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan