Sabtu, 26 September 2026
16:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Antitesis

Antitesis adalah salah satu majas yang mengandung gagasan yang bertentangan dengan mempergunakan kata-kata atau kelompok kata yang saling berlawanan dalam satu kalimat. Antitesis dapat membandingkan dua hal yang memiliki makna berbeda.[1] Dalam pidato, gaya bahasa antitesis sebenarnya bersifat persuasif yang umum karena menunjukkan sebuah perbandingan sehingga memancing audien untuk melihat perbedaan banyak poin dari potensi yang muncul dalam sebuah paparan.[2]

Jenis

  • Antitesis hal adalah dua kata atau frasa yang memuat pernyataan hal yang berlawanan yang terdapat pada baris dan bait suatu puisi. Dua kata atau frasa itu merupakan hasil perulangan.
  • Antitesis tindakan adalah dua kata yang memuat tindakan atau perlakuan yang berlawanan dalam baris bait puisi. Dua kata itu merupakan perulangan.[3]

Contoh:

Tua muda, besar kecil ikut meramaikan pesta itu.
Kaya miskin, cantik jelek, pintar bodoh semuanya sama di mata Tuhan.
Semua kebaikan ayahnya dibalas dengan keburukan sifatnya.[4]

Rujukan

  1. ↑ Wicaksono, Andri (2014). Catatan Ringkas Stilistika. Sleman: Garudhawaca. hlm. 46. ISBN 978-602-7949-24-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Novia, Astri (2017). Lancar Pidato & MC: Tanpa Gugup Tanpa Panik. Bantul: Anak Hebat Indonesia. hlm. 94. ISBN 978-623-244-542-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Marsono (2021). Akulturasi Islam dalam Budaya Jawa: Analisis Semiotik Teks Lokajaya dalam LOr 11 629. Yogyakarta: UGM PRESS. hlm. 212. ISBN 978-602-386-438-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Harimurti Kridalaksana (1982). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 13: "antitesis— pemakaian kata-kata yang berlawanan atau bertentangan artinya; mis. dalam kalimat "Diam, tetapi lerus bekerja".".{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Majas Perbandingan
Majas Sindiran
Majas Penegasan
Majas pertentangan
Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan