Jumat, 09 Oktober 2026
01:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Eufemisme

Bagikan:

Eufemisme atau bahasa halus adalah penghalusan makna kata yang dianggap tabu oleh masyarakat. Eufemisme digunakan untuk menggantikan atau menutupi kata dan ungkapan lain yang dianggap tabu, kasar, dan tidak pantas.[1]

Definisi

Menurut KBBI edisi III 2001, eufemisme merupakan ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar, dianggap dapat merugikan atau tidak menyenangkan.

Eufemisme digunakan sebagai ungkapan yang dapat menggantikan sesuatu yang dianggap tidak berkenan, untuk menghindari rasa malu, menghindari kata yang dapat membuat orang lain tersinggung. Sehingga dalam berkomunikasi dapat memberi kesan sopan dan dapat menghindari ungkapan yang tidak menyenangkan.[2]

Eufemisme adalah bentuk penggunaan bahasa yang bertujuan untuk menghaluskan makna suatu ungkapan agar terdengar lebih sopan, tidak menyinggung, atau lebih dapat diterima oleh masyarakat. Dalam praktiknya, eufemisme diwujudkan melalui berbagai cara, seperti penggunaan metafora, singkatan, kata serapan, atau istilah asing untuk menggantikan kata yang dianggap kasar, tabu, atau sensitif. Fungsi utama eufemisme tidak hanya sebatas menjaga kesantunan berbahasa, tetapi juga mencakup diplomasi, penyamaran informasi, pendidikan bahasa, hingga menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Fenomena eufemisme menunjukkan bahwa bahasa bersifat dinamis, menyesuaikan diri dengan konteks sosial, budaya, serta kebutuhan komunikasi penggunanya.[3]

Etimologi

Kata eufemisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu "eu" (bagus) dan "phemoo" (berbicara). Eufemisme berarti berbicara dengan ungkapan yang baik dan sopan.[2]

Contoh

Penggunaan eufemisme dapat dilihat dari kalimat berikut ini:[4]

  • Dinas sosial memberi bantuan kepada tunawisma. Kata tunawisma pada kalimat tersebut bermakna gelandangan.
  • Peserta upacara mengheningkan cipta mengenang para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Kata gugur pada kalimat tersebut bermakna meninggal atau mati.
  • Aku tidak menemukan kamar kecil di bagian barat rumah ini. Kata kamar kecil pada kalimat tersebut bermakna toilet.

Referensi

  1. ↑ "Analisis Terjemahan Ungkapan Eufemisme dan Disfemisme Pada Teks Berita Online BBC". Prasasti Journal of Lingustics. 1 (2): 339–340. 2016. ISSN 2503-2658.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  2. 1 2 Bahri, Syamsul (2012). "Eufemisme Bahasa Minangkabau Dialek Pariaman". Jurnal Bahas Unimed (84): 76089. ISSN 0852-8535.
  3. ↑ Qorib, Zubaidillah Fadqul; Mulawarman, Widyatmike Gede; Purwanti (2018). "Penggunaan Eufemisme pada Tayangan Berita Kriminal Patroli di Indosiar". Jurnal Ilmu Budaya. 2 (4): 402–411.
  4. ↑ Saptoyo, Rosy Dewi Arianti (11 November 2020). Nailufar, Nibras Nada (ed.). "Contoh Majas Eufemisme". Kompas.com. Diakses tanggal 14 Desember 2020.{{cite news}}: |author= and |last= ditentukan lebih dari satu kaliPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat pula

Majas Perbandingan
Majas Sindiran
Majas Penegasan
Majas pertentangan


Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan