Rabu, 28 Oktober 2026
23:45 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Amrita Pritam

Amrita Pritam

Bagikan:
Amrita Pritam
ਅੰਮ੍ਰਿਤਾ ਪ੍ਰੀਤਮ
Amrita_Pritam_%281919_%E2%80%93_2005%29_%2C_in_1948.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1919-08-31)31 Agustus 1919
Gujranwala, India Britania
(sekarang di Punjab, Pakistan)
Meninggal31 Oktober 2005(2005-10-31) (umur 86)
Delhi, India
PekerjaanNovelis, penyair, esayis
Pasangan menikahPritam Singh
Karier kepenulisan
Periode1936–2004
Genrepuisi, prosa, autobiografi
Subjekpartisi India, wanita, mimpi
Karya terkenalPinjar (novel)
Ajj aakhaan Waris Shah nu (puisi)
Suneray (puisi)
Gerakan sastra
Romansa-Progresivisme

Amrita Pritam simakⓘ (31 Agustus 1919 – 31 Oktober 2005) adalah seorang penulis dan penyair asal India yang menulis dalam bahasa Punjab dan bahasa Hindi.[1] Ia dianggap penyair, novelis, dan esayis Punjabi wanita berpengaruh pertama, dan penyair abad ke-20 utama dari bahasa Punjabi, yang dicintai pada dua sisi perbatasan India–Pakistan. Berkarier selama lebih dari enam dekade, ia memproduksi lebih dari 100 buku puisi, fiksi, biografi, esai, kumpulan lagu rakyat Punjabi dan sebuah autobiografi yang diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa India dan asing.[2][3]

Referensi

  1. ↑ Amrita Pritam, The Black Rose by Vijay Kumar Sunwani, Language in India, Volume 5: 12 December 2005.
  2. ↑ Amrita Pritam – Obituary The Guardian, 4 November 2005.
  3. ↑ Amrita Pritam: A great wordsmith in Punjab’s literary history Diarsipkan 19 Juni 2006 di Wayback Machine Daily Times (Pakistan), 14 November 2005.

Bacaan tambahan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Amrita Pritam.
Video links
1965–1985
1986–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan